
Nola serta yang lainnya tertawa setelah melihat apa yang dilakukan kucing itu untuk menutupi dirinya. Benar saja, kucing supernatural memang selalu berbeda. Kucing jingga itu ternyata merupakan jantan. Tidak heran tubuhnya lebih besar.
Orange bukan kucing yang selalu mencari masalah. Dia lebih suka rebahan di mana pun yang menurutnya nyaman. Sebelum diadopsi oleh Nola, dia telah hidup dengan puluhan kucing supernatural lainnya. Terkadang menggertak mereka dan takut pada yang kuat.
Untungnya, dia bersedia untuk diadopsi oleh Halbert sebagai hewan peliharaan biasa. Jika tidak, ia tidak akan mau.
Pengurus kucing selalu punya cara untuk berkomunikasi dengan hewan yang diurusnya. Belum lagi jika memang termasuk jenis hewan supernatural. Mereka memiliki kecerdasan yang berbeda dari kucing biasa dan mengerti bahasa manusia. Terkadang, ada yang mampu bicara layaknya manusia. Tapi kultivasi kucing itu pasti sangat tinggi.
Kucing yang diadopsi Nola merupakan jenis kucing kelompok menengahi supernatural.
“Kucing jantan ini, apakah suamimu tidak akan protes?” Takahiro Ren belum mengenal Halbert terlalu lama.
Tapi selama tinggal di negara J dan berinteraksi selama beberapa kali, ia bisa mengerti sifatnya. Selain suka cemburu, pria itu juga sangat protektif. Apa lagi jika berhubungan dengan semua hal tentang lawan jenis.
Kali ini ada kucing jantan yang suka menempel pada Nola. Bahkan jika itu seekor kucing, tampaknya Halbert masih akan cemburu.
Sayangnya Nola tidak terlalu peduli. Jika pria itu tidak suka, itu bukan salahnya bukan?
“Karena kucing itu dibeli olehnya untukku, maka bukankah sudah menjadi urusanku, apakah harus menggantinya atau tidak? Lagi pula aku suka Orange, tidak perlu mengganti dengan kucing betina,” katanya.
Orange juga mengeong cukup puas. Dia merebahkan tubuh berbulunya di pangkuan Nola dengan ekor yang bergerak santai.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ketika malam tiba, Nola membersihkan kucing jingga itu di kamar mandi dan mengeringkannya dengan pengering rambut serta handuk. Setelah dimandikan, tubuh kucing itu menjadi lebih wangi.
Pada saat yang bersamaan, Halbert juga menyelesaikan latihan tak masuk akalnya dengan Jaley Scott dan langsung pergi ke kamar untuk membersihkan diri.
Siapa yang menyangka jika baru saja masuk kamar, dia mendengar suara kucing yang menyambutnya di atas kasur. Halbert mengerutkan kening. Sepertinya kucing yang dipesannya sudah tiba.
“Kamu sudah kembali,” kata Nola yang juga baru saja keluar dari kamar mandi.
__ADS_1
Halbert memakai kemeja hitam yang sudah banjir keringat. Kulitnya sedikit kecokelatan tapi terlihat lebih sehat. Belum lagi, tubuhnya juga jauh lebih atletis daripada sebelumnya. Pria itu memberi Nola perasaan yang berbeda.
“Ya, apakah kamu merindukanku?” Halbert ingin memeluk dan menciumnya. Namun tubuhnya kotor saat ini dan ingin membersihkan diri lebih dulu.
“Baiklah, aku merindukanmu. Omong-omong, terima kasih untuk kucingnya.”
“Apakah kamu suka?”
“Aku menyukainya. Namanya Orange.”
“Orange? Apakah dia betina?” tanyanya curiga. Kucing jingga besar itu, rasanya tidak mungkin menjadi betina.
“Bukan, itu jantan.” Nola menjawab dengan nada santai.
Meow! Orange memberikan tanggapan tidak suka pada Halbert. Tapi pria itu penuh dengan aura mencekik lawan yang sangat kuat, membuatnya sedikit ketakutan hingga tidak berani mengeong lagi.
Jelas Halbert tidak menyangka jika kucing yang dikirim pihak mereka adalah jantan. Ini juga salahnya karena tidak membicarakan secara jelas jenis kucing apa yang diinginkannya. Pihak pengurus kucing supernatural mungkin mengira jika Halbert suka dengan kucing jantan. Tapi tidak tahu jika kucing itu untuk istrinya.
“Jangan ganti! Aku suka Orange.”
“…” Halbert merasa menembak kaki sendiri. Dia tidak tega membuat gadis itu sedih, jadi … lupakan saja untuk saat ini.
Namun jelas kucing adalah kucing dan tak mungkin tidur satu ranjang dengan mereka. Ia akan membeli bantal kucing dan juga merancang kandang di rumah. Jika kucing jantan itu tidak patuh, maka ancam saja untuk dipulangkan.
Menurut pengurus kucing supernatural, hewan supernatural memiliki kecerdasannya sendiri dan hanya akan mengenali pemiliknya jika merasa suka. Kucing jingga itu jelas menyukai Nola.
Raja Kalajengking Hitam supernatural muncul di atas meja dan tertawa. “Kucing itu tidak buruk,” katanya.
Orange melihat kalajengking hitam supernatural merasa terancam dan langsung melompat ke meja. Dia ingin mencakarnya dan menggeram rendah.
Kalajengking hitam yang jelek itu berani menertawakannya. Lihatlah bagaimana aku akan membelah tubuhnya menjadi dua. Dan Raja Kalajengking Hitam supernatural segera mengambil tindakan kuda-kuda.
__ADS_1
“Hei, hei, hewan berbulu, hati-hati. Aku memiliki ekor yang sangat beracun. Sangat disayangkan jika kamu mati di hari pertama datang. Bukankah terlalu menyedihkan?”
Raja Kalajengking Hitam supernatural melengkungkan ekor beracunnya, siap untuk menyerang. Dua capitnya juga waspada. Kucing jingga itu tidak takut padanya tapi sangat menyakitkan jika terkesan capit.
Pada akhirnya kucing itu hanya menyentuh tubuh Raja Kalajengking Hitam supernatural tanpa berniat untuk bertarung dengannya. Kalajengking itu sedikit tidak nyaman ketika tahu hewan berbulu itu hanya ingin bermain dengannya.
Bukankah tadi masih sangat antusias untuk bertarung dengannya. Kenapa sekarang begitu tiba-tiba ingin bermain?
Nola merasa lega saat melihat keduanya begitu akrab dan bermain bersama. "Di masa depan, kalian akan sering bermain sehingga tidak akan kesepian."
"Kenapa aku harus bermain dengan kucing? Ini tidak cocok." Raja Kalajengking Hitam supernatural mengeluh.
Namun Halbert menatapnya dengan kesal. Dia berbicara dalam hati jika kucing jingga sialan itu akan dibawa pergi untuk bermain. Jangan menghalangi pemandangan di kamar.
Kalajengking hitam itu sangat kesal ketika mengetahui apa yang dikatakan Halbert dalam hatinya. Setelah berkontrak dengan pria itu, dia merasa telah dijadikan budak.
Namun karena aura penuh kematian yang menekannya, Raja Kalajengking Hitam supernatural akhirnya tak berniat untuk mencari masalah lagi.
"Kalau begitu, aku akan pergi untuk bermain dengan kucing ini. Jangan khawatir, dengan perlindunganku, kucing ini akan aman sampai kembali."
Raja Kalajengking Hitam supernatural langsung melompat ke kepala Orange dan memintanya meninggalkan kamar. Cari tempat yang cocok untuk mengobrol.
Orange tidak curiga dengan apa yang dikatakan kalajengking itu. Dia juga tidak tahu psikologis apa yang dialami Halbert saat ini.
Setelah kucing itu pergi dengan Raja Kalajengking Hitam supernatural di kepalanya, Halbert menutup pintu dengan hati-hati. Lalu dia pergi ke kamar mandi, meminta Nola untuk menunggunya.
Selama Halbert mandi, Nola mengeringkan rambutnya. Semua orang di mansion Scott sudah makan malam sebelum makan tiba. Ini menjadi kebiasaan. Lagi pula, seorang ahli supernatural tidak terlalu suka makan.
Pria tidak seperti wanita. Hanya lebih seperempat jam, Halbert selesai membersihkan diri dan keluar mengenakan jubah mandi. Tetesan air dari rambutnya terlihat menawan.
"Bagaimana latihannya? Apakah kamu baik-baik saja? Apakah ada cedera? Mungkinkah dia sengaja meninggalkan tanda khusus di tubuhmu?"
__ADS_1