
Tak lama, keduanya mendengar suara mobil memasuki halaman. Kakek Jefford buru-buru pergi keluar tapi itu bukan Halbert sama sekali. Melainkan Sean dan anak buahnya.
Kakek Jefford terkejut melihat mereka babak belur, patah kaki dan patah lengan.
"Apa yang terjadi dengan kalian?! Di mana cucu dan cucu menantuku?" Kakek Jefford menghampiri mereka dengan langkah lebar.
Frangky hanya mengalami memar di sekujur tubuhnya. Namun Sean patah kaki dan lengan, cukup serius. Dia justru dibantu oleh anak buahnya yang mengalami cedera lebih sedikit.
Sean hampir melolong saat kaki dan lengannya yang patah sedikit bersentuhan dengan anak buahnya.
"Sakit! Sakit! Sakit sampai mati! Berhati-hati lah, apakah kalian sengaja ingin membunuhku?!" Sean ingin memukul anak buahnya tapi tak berdaya.
"Maaf, maaf, senior!" Anak buahnya terlihat bersalah di sampingnya.
Mereka semua adalah pria kasar yang melakukan kejahatan dan kerja kasar. Bagaimana mungkin bisa bersikap lembut. Jika Sean seorang wanita, mereka bahkan tak berani membantunya. Tubuh wanita lebih rapuh bukan?
Frangky menyentuh salah satu pipinya yang bengkak. "Mari bicara di dalam. Tolong panggil dokter keluarga. Adapun tuan, dia akan segera kembali nanti."
Kakek Jefford segera membiarkan mereka masuk. Butler Cello sudah menyiapkan kamar tamu untuk mereka. Dan mereka semua akan dirawat, tidak apa-apa untuk berkumpul di ruangan yang sama.
Setelah menghubungi dokter keluarga, Kakek Jefford masih mendesak mereka untuk menjelaskan.
Frangky menjelaskan semuanya tanpa ada yang disembunyikan. Pria bernama Helliu mengincar nyonya muda. Pria kekar bertato itu berasal dari Organisasi Supernatural Dunia. Menurut mereka, Helliu terlihat lebih kejam dan tak ragu membunuh.
Selama ini, ada banyak musuh datang untuk Halbert ataupun Nola. Namun semuanya masih bisa mereka tangani. Kecuali orang-orang dari Organisasi Supernatural Dunia, bukan ranah mereka.
"Keduanya memasuki hutan? Ini sudah malam. Apa yang terjadi saat ini?" Kakek Jefford sangat khawatir. Ia tahu ke manapun cucunya tapi ... bagaimana jika kejadian tahun lalu terulang lagi.
Kali ini, jika Nola dalam masalah lagi, Solachen pasti akan menghajar Halbert lebih keras dari tahun lalu.
"Ngomong-ngomong Ketua, pria itu juga memiliki serigala hitam yang besar. Aku tidak tahu bagaimana keadaannya saat ini." Sean teringat dengan Black yang sempat muncul dan dilawan Orange.
Kakek Jefford tidak peduli dengan serigala itu. "Serigala kepala botak itu ada di Organisasi Fortuna. Kamu tidak perlu khawatir?"
"Hah? Botak?" Sean dan Frangky bingung.
Apakah kepala serigala itu menjadi botak? Tapi bagaimana bisa?
__ADS_1
Tak lama, Dokter Keluarga datang untuk merawat mereka. Terutama merawat Sean yang paling parah.
Sisanya hanya butuh perawatan kecil biasa. Ketika Dokter Keluarga mengeluarkan jarum suntik, semua anak buah Halbert kecuali Frangky dan Sean mundur seketika.
Haruskah mereka mendapatkan suntikan? Tidak perlu! Ini hanya luka memar.
"..." Dokter Keluarga hendak membius Sean, bingung dengan sikap mereka.
Frangky mendengkus. "Pria besar yang takut disuntik!" gumamnya.
Mereka sangat malu. Namun ini sifat manusia. Tidak bisakah mereka tidak takut? Lagi pula sejak direkrut ke dalam kelompok mafia, mereka tidak pernah mendapatkan perlakuan seperti itu.
Jangankan disuntik, dokter di kelompok mafia juga tersedia. Namun mereka tak mau disuntik. Apapun yang terjadi.
Jangan salahkan tubuh merasa yang berotot dan berkacamata hitam. Hatinya seperti anak kucing.
"Apa? Kamu ingin menyuntikkan?" Sean tidak mau, namun kaki dan lengannya terasa berdenyut lagi.
Melihat jarum suntik berisi obat bius, Sean mengerang dalam hatinya. Kenapa dia selalu sial?
Bukankah nyonya muda memberi dia keberuntungan?
Dokter Keluarga terkekeh senang. Senang rasanya merawat para pria pemberontak yang selalu memegang pistol. Kini melihat jarum suntik rasanya pasti seperti sabit malaikat kematian, mereka ciut.
"Tentu saja. Tuan Sean, jika tidak mau memakai obat bius juga baik-baik saja. Tapi tahan rasa sakitnya."
Dokter Keluarga meletakkan kepala jarum suntik berisi obat bius. Lalu mulai melakukan perawatan tingkat penuh padanya.
Tak butuh waktu lama bagi rumah Jefford diisi teriakan Sean. Ini seperti teriakan nyaring melihat hantu di film horor.
Sean sangat marah hingga air matanya ingin keluar. Sakit! Sakit hingga dia ingin pingsan di tempat. Kemudian, dia menyerah.
"Jangan sentuh! Jangan sentuh! Sakit sekali. Gunakan obat bius! Cepat, gunakan obat bius. Sialan! Apakah kamu benar-benar dokter? Aku meragukan sertifikat kedokteranmu!" Sean memakai Dokter Keluarga.
Tentu Dokter Keluarga tidak peduli. Dia dibayar tinggi oleh keluarga Jefford. Kemarahan Sean hanyalah angin lewat di telinganya.
Pada akhirnya Sean menggunakan obat bius dan rasa sakit itu mereda. Dokter Keluarga merawatnya lebih lama dibandingkan yang lain. Ketika selesai, kaki dan lengan Sean dibungkus tebal seperti mumi.
__ADS_1
Sean yakin jika perawatannya tak harus sampai seperti ini. Kenapa Dokter Keluarga membungkusnya begitu tebal? Dan masih sangat jelek!
"Apakah kamu dendam padaku? Ganti bungkusnya! Jangan terlalu tebal! Aku lebih suka duduk di kursi roda daripada menjadi mumi seperti ini."
Bukan hanya lengan kakinya yang dibungkus tebal seperti mumi, tapi kepalanya tak terkecuali.
Dokter Keluarga tersenyum dan menggelengkan kepala. "Ini sudah bagus. Kebetulan banyak perban yang lama tak terpakai, ini hanya buang-buang kebutuhan medis. Bukankah sangat disayangkan? Sekarang Tuan Sean memanfaatkannya, meringankan tasku yang berat."
"..." Sean tak berdaya mendengar jawaban polos itu. Apakah Dokter Keluarga ini menganggapnya sebagai tempat sampah?!
Frangky menepuk pundaknya. Sean berteriak sakit.
"Pundakku juga sakit! Jangan sentuh!" Sean menatap tajam padanya.
Frangky sedikit canggung. "Aku tidak tahu. Kalau begitu, biarkan Dokter Keluarga merawat bahumu juga. Mungkin harus diperban?"
"..." Sean marah hingga dadanya naik turun tak beraturan. Dia tidak ingin menjadi mumi!!
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pertarungan antara Halbert dan Helliu terus berlanjut. Selama satu jam penuh, keduanya bertarung di hutan yang gelap. Sesekali, Nola akan menyerang namun Halbert melarangnya.
Gadis itu diminta untuk tetap diam di samping. Meski Helliu kuat, Halbert belum menunjukkan kekuatan penuhnya.
Baik Helliu dan Halbert memiliki kondisi tubuh yang hampir sama. Memar dan penuh goresan. Jas Halbert sudah dilepas sejak awal dan kini kemejanya kusut.
"Halbert, jika tuanku melihat pertarungan ini, dia pasti akan sangat bangga padamu. Sayang sekali orang kuat sepertimu harus berakhir di tempat seperti ini," jelas Helliu seraya menyeka darah di sudut bibirnya.
Rambut keduanya basah karena keringat.
Halbert menyeringai. "Organisasi Supernatural Dunia hanyalah sangkar. Bagaimana denganmu sendiri? Bukankah kamu juga dibawa ke sana tanpa persetujuan?" tebaknya.
Helliu tak menjawab. Apa yang dikatakan Halbert memang benar. Dia dibawa paksa ke sana dan kebebasannya hilang. Tapi mau bagaimana lagi, hidupnya memang ditakdirkan seperti itu.
Di saat Helliu mencoba untuk berdiri dengan benar, tubuhnya gemetar. Ia merasakan aura yang sangat ganas menyerang tubuhnya. Pikirannya tanpa sadar juga ditekan.
Saat melihat Halbert, rasa takut muncul tanpa peringatan.
__ADS_1
"Kemampuan apa yang kamu miliki sebenarnya? Kenapa aura membunuh di tubuhmu lebih kuat daripada aku?" Helliu mungkin sadar akan mati di sini, tak lagi keras kepala.