Istri Buta Pembawa Keberuntungan

Istri Buta Pembawa Keberuntungan
Mimpi yang Mampu Mengubah Keputusannya


__ADS_3

Halbert segera membawa Nola ke rumah sakit dan membiarkan Asisten Jae mengambil beberapa sampel sisa makanan yang baru saja dinikmati keduanya. Asisten Jae terkejut saat melihat Nola dibopong tergesa-gesa oleh Halbert.


Apakah ada yang salah dengan makanan itu?


......................


Di rumah sakit, dokter mendiagnosis tubuh Nola. Lalu hasilnya keluar. Nola terkena racun kalajengking. Dokter meminta Halbert untuk menunjukkan bagian tubuh Nola yang baru saja tersengat kalajengking.


Tapi Halbert sedikit bingung. Wajahnya tiba-tiba menggelap. Gadis itu tidak tersengat kalajengking sama sekali. Dia yakin jika kalajengking misterius yang patuh pada Nola itu tidak menyengatnya atau muncul saat mereka makan.


Lalu dia ingat jika Nola berkata makanan di atas meja memiliki masalah.


"Dia tidak disengat sama sekali. Bisakah racun binatang berbisa seperti itu dicampur dengan makanan?" tanyanya.


Dokter yang menangani Nola sedikit heran tapi masih mengangguk. "Tentu saja ini juga mungkin. Ketika racun memasuki tubuh, efeknya akan terasa. Menurut diagnosis, istri Anda keracunan satu jam yang lalu. Tapi untungnya istri Anda baik-baik saja saat ini. Mengingat jenis racun kalajengking yang masuk tampaknya tidak biasa," tuturnya.


Saat mendengar perkataan dokter, Halbert sedikit mual dan pusing. Dia menyentuh kepala dan perutnya. Lalu berusaha untuk berdiri kokoh.


Sebagai orang berpengalaman dalam bidang medis, dokter menyarankan Halbert untuk diperiksa juga. Jika benar berasal dari makanan, berarti orang lain sengaja ingin membunuh pasangan suami-istri ini.


Halbert setuju dan kooperatif dengan pemeriksaan dokter. Dan hasilnya keluar.


"Tuan Halbert, Anda juga diracuni racun kalajengking yang sama tapi dosisnya lebih ringan dibandingkan dengan istri Anda ..." Dokter sudah menebaknya. "Kalian pasangan suami-istri yang serasi. Orang jahat mana yang begitu tega untuk membunuh kalian?" gumamnya.


"Istriku orang buta," kata Halbert datar.


Dokter paruh baya itu memiliki rambut kecokelatan yang telah beruban, tersenyum pada Halbert setelah menyerahkan hasil pemeriksaan.


"Selama ada cinta, kita bisa menerima seseorang tanpa mengkhawatirkan kondisinya. Istri saya juga seorang tunarungu. Saya menikahinya karena dia adalah wanita yang baik. Kami akhirnya memiliki tiga anak saat ini," jelas si dokter sedikit bercerita.


Dunia ini kadang tidak adil bagi sebagian orang. Mereka bisa bicara tapi tidak bisa melihat. Mereka bisa melihat segalanya tapi tidak bisa mendengar indahnya musik cinta. Dan masih banyak lagi.


Halbert sangat tampan. Dari pakaiannya saja dokter itu sudah menebak jika Halbert orang kaya. Dia jarang mendengarkan gosip di rumah sakit sehingga tidak tahu siapa Halbert.

__ADS_1


Saat dokter bercerita, Halbert tidak menyela. Dia mendengarkan dengan baik.


Dia menikahi Nola Karana permintaan kakeknya sebelumnya. Tapi selama beberapa waktu ini, dia ingin melindungi Nola dan tulus untuk menjaganya.


Bahkan jika Nola buta, jadi bagaimana? Toh istrinya juga sangat luar biasa sehingga Organisasi Supernatural Dunia ingin menculiknya.


"Kalau begitu, tolong lakukan yang terbaik," katanya.


"Jangan khawatir, istri Anda dalam kondisi yang cukup stabil saat ini. Kami akan segera membuat penawar untuk racun kalajengking ini."


Untuk sementara waktu, Nola hanya bisa menggunakan penawar yang tersedia di rumah sakit. Sedangkan racun kalajengking yang ada di tubuh gadis itu sangat aneh. Ini kali pertama bagi dokter itu untuk mengetahui racun kalajengking yang belum diketahui.


Setelah Halbert dirawat tak jauh dari keberadaan Nola, dokter segera pergi untuk menyiapkan penawar. Butuh waktu yang cukup lama namun dokter memastikan jika kondisi keduanya tidak dalam bahaya hidup saat ini.


Ketika dokter pergi, seekor kalajengking hitam muncul di dekat Nola dan berdesis. Halbert melihatnya, sangat kesal. Tapi mengingat jika kalajengking itu bukan binatang berbisa biasa, dia mencoba untuk bicara layaknya orang gila bicara pada tembok.


"Bukankah ini racunmu? Jika kamu benar-benar luar biasa, kenapa kamu tidak menghilangkan racunnya?" bisik Halbert agar tidak didengar oleh perawat yang berjaga di luar.


Nola yang tak sadarkan diri saat ini sedang bermimpi.


......................


Dalam mimpi itu, dia kembali ke masa kecil di mana ibunya masih hidup. Ibunya banyak bercerita serta selalu mengingatkan Nola untuk tidak marah. Tapi jika keadaan terdesak, Nola harus mengambil tindakan.


Gadis itu masih ingat samar-samar ibunya yang tersenyum lembut padanya. Meski wajahnya tampak kuyu dan kelelahan, ibunya Nola selalu menyayangi putrinya.


Sebelum meninggal, ibunya Nola membisikkan sesuatu.


"Putriku ... Keberuntungan dunia akan bergantung padamu. Ibu tidak sanggup melakukannya, maka giliranmu untuk maju. Jangan pernah mengeluh karena kita terlahir buta. Kita justru lebih kuat dari mereka. Ingatlah ... untuk ... lari jika ... jika melihat orang-orang itu ...."


Suara lembut ibunya membuat hati Nola bergetar. Dia merindukan ibunya. Dia ingin memeluk wanita yang terbaring lemah di tempat tidur.


"Ibu ... Ibu, jangan meninggalkan ku ...," gumamnya. "Ibu ...."

__ADS_1


Kedua tangannya tak bisa bergerak. Nola mencoba untuk menggerakkan tubuhnya tapi tidak bisa. Tiba-tiba saja dia seperti terjatuh ke dalam air es yang dingin hingga tubuhnya hampir beku.


Nola mencoba berteriak namun tenggorokannya tercekat. Perlahan tubuhnya mulai tenggelam. Dia ingin memejamkan mata. Tak alam, sebuah suara asing membangunkannya perlahan.


"Manusia bodoh! Bangun!" Suara anak laki-laki menggema di kepalanya. "Bangun!!" teriaknya lagi. Kali ini hampir memekakkan telinga Nola.


Selama sekejap, gadis yang berada di ranjang rumah sakit membuka matanya dan bangun tiba-tiba. Dia ingin berteriak tapi tak ada suara yang keluar.


Tubuhnya gemetar kedinginan dan rasa sakit yang cukup ekstrem. Wajahnya pucat. Namun dia memastikan jika racun kalajengking hitam di tubuhnya sudah tidak ada lagi.


"Nola!" Halbert yang baru saja kembali setelah pemeriksaan tubuh langsung menghampiri gadis itu. Dia memeriksa suhu tubuhnya. "Kamu demam," gumamnya.


Nola tidak berkata apa-apa untuk sementara waktu. Tiba-tiba saja dia meraih lengan baju Halbert dengan tangannya yang gemetar. Keringat dingin masih memenuhi tubuhnya.


"Halbert," gumamnya hampir tidak terdengar.


"Aku di sini. Kamu telah koma selama seminggu," kata pria itu datar tapi jika Nola bisa melihat ekspresinya, Halbert terlihat kurang tidur.


Akhirnya Nola menoleh dan menatap Halbert yang kini duduk di sampingnya. Dia bisa mencium bau rokok di tubuh pria itu.


"Apakah kamu bermimpi buruk?" tanya Halbert segera mengeluarkan sapu tangan dari dalam saku jasnya dan mengelap keringat di wajah Nola.


"Halbert ... Aku ... Aku—" Nola berkedip beberapa kali dan menurunkan kelopak matanya.


"Ada apa?"


Akhirnya Nola memberanikan diri untuk mengambil keputusan yang tidak pernah dia ambil sebelumnya.


"Aku tidak akan takut lagi! Aku tidak akan lari lagi. Aku ... Aku tidak akan pernah lari lagi dari takdir ku!" katanya tegas.


...****************...


NB: Sifat Nola yang penakut dan tidak berdaya akan perlahan berubah sekarang. Jika Author up nya cuma satu atau dua bab, isi perbab yaitu 1000 kata lebih. Jika isi bab nya terkesan pendek berarti hanya 700 kata lebih. Author ganti judulnya ke bahasa Indonesia agar lebih mudah dimengerti.

__ADS_1


__ADS_2