Istri Buta Pembawa Keberuntungan

Istri Buta Pembawa Keberuntungan
Musuh Di Jalan Sempit


__ADS_3

“Apakah kalian menangkap ikan atau bermain? Hanya ini yang didapat?” Jaley Scott mengejek mereka karena tidak mampu menangkap ikan.


Takahiro Ren sedikit meringis di hatinya. Ikan itu bahkan tak seukuran telapak tangan Nola. Bukankah terlalu menyedihkan? Meski ada banyak ikan di laut, ia yakin pasti ada udang, lobster dan kepiting laut,


Walaupun jumlah ikan yang ditangkap keduanya cukup banyak, tampaknya tidak akan mampu mengisi perut sampai kenyang.


“Ini pertama kali aku menangkap ikan di laut. Tidak mudah,” kata Elvada kesal dengan ucapan Jaley Scott. “Pak Tua, jika kamu mampu melakukannya, maka pergilah dan coba sendiri.”


Jaley Scott menggelengkan kepala dan tidak malu sama sekali, “Maaf, aku lebih suka memancing daripada menyelam.”


“…” Wajah pria tua itu sangat tebal (tak tahu malu), batin Elvada.


Berbeda dengan Halbert yang sedikit lebih baik. Bukan hanya ikan yang lumayan besar, tapi ada lobster dan udang laut yang gemuk. Meski tidak banyak, Nola menyukainya.


Elvada sedikit iri dengan pria itu. “Ini bukan pertama kalinya kamu menangkap ikan di laut bukan?” tanyanya.


“Tentu saja. Identitasku bukan orang baik.”


“…” Sebagai bos mafia, apakah kamu sangat bangga? Batin Elvada lagi.


Jaley Scott tidak mau mengejek mereka lagi dan meminta keduanya untuk mengeringkan pakaian. Keduanya basah kuyup. Dia sendiri akan membersihkan ikan-ikan itu.


Halbert tidak keberatan menyerahkan hasil tangkapannya ada pria tua itu. “Ikan besar, lobster dan udang itu untuk istriku,” katanya.


“Suami yang memanjakan istri,” kata Jaley Scott langsung tertawa. “Jangan khawatir, aku tidak akan berebut dengan anak muda seperti kalian.”


Elvada melirik Halbert. “Lalu apa yang akan kamu makan?”


“Makan yang sama dengan istriku.”


“…” Jangan menabur cinta di depan pria kesepian ini! Elvada berteriak dalam hatinya.

__ADS_1


Nola membantu Halbert melepaskan pakaian dan mengeringkannya di bawah terik matahari. Cuaca siang ini untuknya cerah hingga mereka sedikit gerah. Ia memastikan jika Halbert tidak terluka sama sekali.


Setelah ikan dibersihkan dan dipanggang dengan garam, Nola juga mengeluarkan bubur instan sebagai asupan karbohidrat. Perjalanan mereka masih panjang.


Setelah makan siang, akhirnya bisa memulihkan tenaga yang terbuang. Pakaian keduanya juga sudah kering jadi mereka melanjutkan perjalanan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Selama setengah bulan di hutan, mereka sudah pergi hingga ke berbagai tempat yang tidak terjamah sama sekali. Kedua anak macan tutul yang setengah bulan dirawat kini tumbuh sedikit. Setidaknya tidak lagi membutuhkan keranjang.


Kedua anak macan tutul bisa berjalan dengan lancar dan akrab dengan mereka, terutama pada Nola.


Pada akhirnya mereka bisa menemukan kelompok Butler Flir.


Butler Flir yang melihat mereka, mau tidak mau terkejut dan menyipitkan mata.


“Tidak kusangka bahkan kalian datang ke sini,” kata Butler Flir membuka percakapan.


Tatapan Halbert sedalam jurang tak berujung saat melihat Butler Flir, lalu tersenyum dingin.


“Flir Hudson, atau … haruskah aku memanggilmu Kakek Hudson?”


Butler Flir sedikit tertegun. Kemudian dia baru menyadari ada dua orang kenalan yang sudah lama tidak dilihatnya. Terutama … Elvada.


“Ternyata Elvada yang memberi tahumu. Tidak heran. Kalau begitu, tak ada yang perlu disembunyikan lagi.” Butler Flir tertawa tapi tawa itu tidak mencapai matanya.


Beberapa anak buahnya yang masih bertahan sampai detik ini jelas tidak akan menjadi lawan mereka. ia sendiri belum yakin akan menjadi lawan Elvada atau Jaley Scott. Tapi jika hanya melawan Halbert atau Nola, ia masih memiliki kepercayaan diri.


Jaley Scott adalah pria tua yang auranya sendiri mesum. Belum lagi, Jaley Scott berasal dari dunia supernatural dan auranya lebih murni. Adapun Elvada, sebagai pelindung keluarga Jefford yang ditunjuk oleh tetua di masa jayanya, sama sekali tidak lemah.


Siapa yang tahu saat bertemu, Elvada masih sama seperti saat muda dulu. Ini tidak masuk akal. Sepertinya memang ada rahasia tersembunyi di terowongan saluran air bawah tanah itu.

__ADS_1


Mereka saling bertemu saat ini, sungguh musuh berada di jalan sempit. Butler Flir tidak meminta anak buahnya untuk bergabung melawan mereka. Lagi pula yang ada pasti hanya kematian.


“Halbert ku tersayang, aku telah menyaksikanmu tumbuh sedikit demi sedikit hingga tak ada rahasia yang disembunyikan kakekmu selama ini. Meski itu bukan tentang hal yang penting, namun rasanya konyol menyaksikan keluarga Jefford kehilangan cahayanya sedikit demi sedikit.


Orang tuamu terlalu lemah dan tidak banyak pengalaman hingga mati di tanganku. Kali ini putra mereka juga akan berakhir di tanganku, bukankah ini sebuah pencapaian?” ungkap Butler Flir tanpa ragu.


Menyangkut kedua orangtua, Halbert jelas memiliki kemarahan di hatinya. Meski dia tidak merasakan cinta orangtua yang dalam sejak kecil, ia tahu orangtuanya sangat baik dan menyayanginya.


Jika bukan karena Butler Flir yang merenggut kebahagiaan masa kecilnya, ia tidak akan tumbuh begitu keras saat dewasa.


Nola khawatir Halbert akan terangsang karenanya. Namun melihat pria itu begitu tenang, ia sedikit lega. Tapi itu berarti jika Halbert siap untuk bertarung dengannya. Berkat pelatihan yang dilakukan Jaley Scott, fisik Halbert sudah sangat baik sekarang.


Adapun Butler Flir yang melihat Halbert tidak terkejut, mau tidak mau berpikir lagi. Apakah ada sesuatu yang dia lewatkan selama ini?


Menurut pemahamannya, Halbert pasti akan marah ketika mengingat kedua orang tuanya. Bahkan Kakek Jefford jarang membicarakannya di depan pria itu. Ia khawatir ketenangan Halbert saat ini adalah badai sebelum hari cerah.


Tanpa diduga, Halbert tertawa yang membuat suasana sekitarnya menjadi dingin dan suram. Sebagai Esper Moros, aura kematian dari tubuhnya tak bisa ditekan sepenuhnya. Jadi mereka semua masih bisa merasakan hawa kematian di udara.


Adapun Nola, ia lebih tenang. Mau tidak mau memegang tangan Halbert untuk memberinya ketenangan.


Halbert menoleh dan melihat gadis yang cemas di wajahnya, lalu menghela napas. “Jangan khawatir, aku tahu apa yang harus dilakukan,” ucapnya pelan.


Kemudian Halbert melihat Butler Flir. Ketenangan yang dia berikan pada Nola sudah menghilang, tergantikan dengan aura dingin mematikan.


Baik Butler Flir dan Halbert saling bertatapan selama beberapa saat sebelum akhirnya keduanya maju bersama. Mereka bertarung secara fisik. Takahiro Ren membawa Nola ke sisi lain agar terhindar dari pemukulan. Jaley Scott dan Elvada memiliki beberapa hal di hatinya.


Meski Butler Flir tidak memiliki aura supernatural saat ini, tubuhnya sudah terlatih dalam bertahun-tahun. Adapun Halbert yang baru mengasah tubuhnya selama satu bulan, mungkin tidak akan cukup.


"Nak, fisikmu bagus! Seperti seseorang telah mengajarimu sebelum datang ke sini." Butler Flir menyeringai ketika berhasil menendang perut pria itu hingga muntah darah.


Halbert memuntahkan seteguk darah segar tapi ekspresinya tidak berubah sama sekali. Raja Kalajengking Hitam supernatural yang bersembunyi di suatu tempat tidak berniat untuk membantu.

__ADS_1


Pertarungan antara sesama pria tidak boleh curang, pikirnya.


__ADS_2