
Butler Flir yang sudah jauh di kedalaman hutan tidak tahu saat ini Halbert sedang menyusul. Dia bersama dengan orang-orang yang tersisa sudah cukup tersiksa dengan bertahan hidup di hutan misterius tersebut. Butler Flir sendiri sudah tidak muda. Ditambah dengan berjalan kaki jauh, ia mungkin bisa pingsan.
Mengetahui tidak ada aura supernatural di tempat ini, Butler Flir bahkan lebih membenci. Kenapa dia tidak tahu tentang hal tersebut? apakah informasi yang diberikan leluhur dulu tidak terlalu akurat?
“Tuan, sepertinya ada danau di depan.” Salah satu anak buahnya kembali setelah memeriksa sekitar.
“Apakah ada sesuatu yang mencurigakan di sana?” tanya Butler Flir curiga.
Anak buahnya menggelengkan kepala. “Tidak ada apa-apa di sana selain air yang tenang.”
Air danau yang tenang bukan berarti tanpa bahaya. Butler Flir tahu betul tentang air yang tenang menyimpan bahaya yang sangat dalam.
Mereka sudah sebulan di hutan misterius itu dan belum menemukan jalan keluar sama sekali. Dia tidak tahu apa yang terjadi dengan dunia luar saat ini. namun hubungannya dengan keluarga Jefford sudah lama terkoyak.
Kakek Jefford pasti sudah meminta anak buahnya untuk mencari keberadaannya sendiri. Selama dia bisa keluar dari hutan ini, lebih baik kembali ke Geng Kalajengking Hitam sementara waktu dan mengatur rencana.
Tapi dia tidak tahu jika hutan ini sangat luas, aneh dan banyak bahaya. Beberapa anak buahnya sudah menjadi korban. Walaupun Butler Flir merupakan pengendali binatang supernatural, ia tidak bisa menggunakan kemampuan di hutan ini seenaknya.
“Ayo lihat dulu. Mungkin ada sesuatu di sana.” Butler Flir berjalan lebih dulu.
Tujuannya datang ke hutan tersebut bukan hanya untuk menjelajahi saja tapi mencari sesuatu yang kemungkinan berharga. Namun setelah sebulan di sini, dia tidak menemukan benda berharga apapun selain pepohonan dan tumbuhan yang cukup langka.
Sayangnya Butler Flir tidak tertarik dengan barang-barang seperti itu sehingga tidak pernah mengambilnya sama sekali.
Untuk makan saja, dia lebih suka berburu hewan liar dan memanggangnya dengan cara sederhana. Sesekali dia juga akan makan buah-buahan yang ada.
Butler Flir dan rombongannya pun tiba di sebuah danau yang cukup besar. Airnya memang tenang dan banyak rumput berbunga tumbuh di sekitar tepi danau. Sebagai pengendali binatang supernatural, dia paling sensitif terhadap aroma hewan.
"Ada sesuatu di dalam air, jangan mendekat!" Butler Flir menghentikan anak buahnya yang mencoba untuk memeriksa air danau.
Dia mengambil sebuah batu tak jauh di sekitar lalu melemparkannya ke danau. Riak air danau membuat permukaan sekitarnya bergelombang. Kemudian, air danau tenang kembali.
__ADS_1
Walaupun tampak tidak terjadi apa-apa, Butler Flir yakin akan sesuatu. Dia meminta anak buahnya untuk berburu hewan lebih dulu. Apapun jenisnya. Yang penting berdaging.
Kurang dari setengah jam, anak buahnya kembali dengan seekor rusa mati.
"Tuan, apa yang akan dilakukan dengan rusa ini?" tanyanya.
"Kamu lempar saja ke danau sejauh mungkin." Butler Flir tidak mau banyak menjelaskan.
Anak buahnya pun langsung melempar rusa itu ke danau, cukup jauh hingga menimbulkan riak air lebih besar.
Pada saat yang bersamaan dari dalam danau, seekor binatang dengan mulut besar dan lebar langsung menyantap rusa mati itu tanpa peringatan.
Kemunculan binatang aneh dari dalam danau membuat anak buah Butler Flir kaget dan menjauh. Mulutnya saja sangat besar, apa lagi tubuhnya bukan?
"Apa ... Apa itu?" Anak buah Butler Flir yang melempar rusa ke danau sudah menjauh dengan kaki lemas.
"Itu tidak terlihat seperti mulut ikan, tapi ..." Anak buahnya yang lain menebak.
"Ular!" ucap mereka serentak.
Setelah rusa itu habis ditelan, kepala seekor ular hijau muncul perlahan dan menatap kelopak Butler Flir dengan mata tajamnya. Lidahnya menjulur beberapa kali untuk memastikan mangsa jenis apa di depannya.
Ular hijau yang sangat besar. Ini hanya monster di mata anak buah Butler Flir.
"Besar ... Besar sekali," gumam yang lain.
"Tuan, haruskah kita lari saja?" saran yang lain.
Butler Flir mengira anak buahnya bodoh. "Larilah dan aku pastikan jika nyawamu tidak akan selamat sebelum sepuluh langkah."
Mendengar hal itu, anak buahnya yang ketakutan tidak berani memikirkan untuk melarikan diri. Ular yang besar itu bukan hanya akan menyantap mereka dengan satu kali suapan, tapi juga tidak akan memuntahkan tulang.
__ADS_1
Lalu apa yang harus mereka lakukan?
Ular hijau supernatural yang melihat sekelompok manusia itu mendengus hingga hidungnya mengeluarkan napas dingin yang mematikan.
"Hah! Makanan datang ke pintu, bukankah ini bagus?" Ular hijau supernatural itu ternyata bisa bicara.
Butler Flir merasakan tekanan kuat dari tubuh ular hijau supernatural. Tapi dia tidak takut dan justru melangkah beberapa kali, mendekati tepi danau. Awalnya ular hijau supernatural hanya memunculkan kepalanya saja. Namun ketika Butler Flir mendekati tepi danau, dia mulai menunjukkan sedikit dari tubuhnya.
Tubuh ular itu memang sama besarnya dengan kepala.
"Bisakah kita bicara tentang kesepakatan?" tanya Butler Flir mencoba berkomunikasi dengan ular itu.
"Negosiasi? Manusia yang berani? Apakah kamu tahu di mana ini? Wilayah danau hutan adalah kekuasaanku. Jangan coba-coba untuk membuat kesepakatan denganku. Jika kalian tidak pergi, kalian hanya bisa mati," jelasnya sangat keras kepala.
Ular hijau supernatural itu jelas tidak percaya dengan kata-kata manusia. Dia duduk melihat banyak manusia supernatural dengan berbagai sikap dan wataknya. Jelas tidak ada yang baik.
Belum lagi Butler Flir di depannya. Seorang ahli supernatural tapi membunuh banyak orang. Aroma pembunuhan yang kental menusuk hidung ular hijau supernatural itu.
Jangan pikir dia tidak tahu!
Setelah beberapa kata, Butler Flir gagal bernegosiasi dengan ular hijau supernatural tersebut. Mau tidak mau ada sedikit pertarungan sebelum akhirnya Butler Flir memilih untuk pergi dengan perasaan malu.
Dia dan ular itu sama-sama terluka. Bukan karena ular itu yang kuat, tapi karena aura supernatural Butler Flir tersegel selama memasuki hutan ini. Ia hanya bisa mengendalikan hal-hal kecil tapi tidak dengan ular sebesar itu.
Hewan atau binatang supernatural yang bisa bicara merupakan kemampuan kelas tinggi.
Anak buah Butler Flir bahkan tak akan mampu melukai kulit ular hijau supernatural, apa lagi dirinya yang mati-matian menjaga emosinya tetap stabil.
Ular hijau supernatural yang melihat mereka pergi akhirnya bisa kembali ke dalam danau dengan tenang. Manusia sombong, bahkan ingin melawannya. Butler Flir memiliki kemampuan supernatural yang tinggi. Tapi di hutan ini semuanya sia-sia.
"Lebih baik bagiku untuk tidak melihat mereka lagi. Jika tidak, lihat saja nanti. Aku akan memakan mereka semua!"
__ADS_1
Sebenarnya ular hijau supernatural itu tidak suka makan daging manusia karena dikiranya sangat kotor.
Setelah ular hijau supernatural itu menyelam kembali, permukaan air danau kembali tenang.