
Nyonya Neilson sama sekali tidak percaya jika uang yang selama ini dia berikan pada Lerdy akan digunakan untuk wanita lain. Bahkan sengaja meminta uang dengan banyak alasan. Ternyata untuk membesarkan wanita sialan itu.
Cory tidak menyembunyikan apapun lagi dan dia sudah lelah dengan hubungan tersembunyinya dengan Lerdy. Belum lagi, dia masih cukup muda dan segar. Lerdy, walaupun pria paruh baya tapi suka olahraga sehingga tubuhnya lebih bugar daripada kebanyakan pria seusianya.
Cory tentu saja suka dengannya selama ada uang untuk dibelanjakan. Dia sudah berulang kali membiarkan Lerdy untuk meminta uang pada Nyonya Neilson. Uang yang keduanya kumpulkan sudah cukup untuk membuat suatu perusahaan atau bisnis lain.
“Uang yang selama ini aku berikan padamu, apakah diberikan pada wanita jalaang ini?” tanya Nyonya Neilson pada Lerdy.
“Siapa yang kamu panggil jalaang?!” Cory tidak senang dan memelototi Nyonya Neilson. Hanya seorang wanita yang sudah tua, berani berdebat dengannya?
Melihat Cory dan Nyonya Neilson bertengkar sengit, Lerdy sakit kepala. yang dikatakan Cory benar, uang yang mereka peroleh sudah cukup untuk membuat bisnis yang bagus. Kenapa dia harus terjerat lagi dengannya setelah menahan penghinaan selama bertahun-tahun?
Akhirnya Lerdy mencibir. “Ya, semua itu diberikan pada Cory. Dia kekasihku selama ini,” jawabnya atas pertanyaan Nyonya Neilson.
Kali ini Nyonya Neilson melihat sikap Lerdy padanya menjadi acuh tak acuh dan dingin. Ketidakpedulian Lerdy padanya membuat Nyonya Neilson merasa tidak nyaman. Matanya memerah. Dia sudah lelah menangis karena kecelakaan Chelsea sebelumnya dan dia tidak mau menangis lagi karena perselingkuhan Lerdy.
“Mengapa? Mengapa kamu melakukan ini? Kita sudah pacaran sebelum aku menikah dengan keluarga Neilson, sekarang kamu menyelingkuhiku?”
“Aku juga tidak menikah denganmu,” jawab Lerdy dengan wajah tenang.
“Lerdy, jangan lupa bahwa kamulah yang memintaku untuk menikahi Corvin Neilson sebelumnya. Kamulah yang tidak memiliki keberanian untuk menikahiku karena kemiskinan!”
“Aku sengaja membiarkan mu menikahinya untuk mendapatkan uang! Keluarga Neilson sangat kaya dan memiliki banyak uang. Selama kamu menikah dengannya, secara otomatis aku akan meminta uang darimu. Kamu harusnya berterima kasih padaku karena membiarkanmu menjalani kehidupan kaya di keluarga Neilson. Sudah sewajarnya aku meminta uang padamu untuk imbalannya. Apa yang salah dengan semua itu?”
“Lerdy … kamu …” Nyonya Neilson tertegun untuk sementara waktu.
__ADS_1
Dia mengenal Lerdy tapi tidak tahu jika hatinya penuh perhitungan. Ternyata saat dirinya mengenal Corvin, Lerdy sudah tahu jika Corvin kaya. Lalu merencanakan semua ini untuk mendapatkan uang. Nyonya Neilson menikah dengan keluarga Neilson lalu mengirim uang secara berkala pada Lerdy.
Dia berpikir merasa menyesal karena tidak menikah dengan Lerdy karena kondisi keuangan yang tidak baik. Jadi mengirim banyak uang untuk menghidupinya. Tidak tanggung-tanggung, dia mungkin sudah mengeluarkan uang lebih dari lima juta dollar secara diam-diam.
Nyonya Neilson memiliki uang saku setiap bulan dan juga membuat bisnis salon kecantikan yang terkenal. Uang yang dikumpulkannya sudah cukup. Tapi hal yang paling dia tidak terima, Lerdy membesarkan wanita lain yang lebih muda darinya.
“Lerdy, kita punya anak! Apakah kamu tidak ingin melihat Chelsea?”
“Chelsea? Anak perempuan yang sudah kotor itu? Aku bahkan tidak mau mengakuinya sekarang? Kenapa aku harus menanggung noda putri yang bodoh itu?” cibirnya.
Awalnya Lerdy ingin mengakui Chelsea sebagai putrinya. Gadis itu cantik dan mungkin bisa menikah dengan keluarga kaya. Tapi sejak insiden Chelsea yang ditiduri banyak pria dan menggugurkan kandungan menjadi ejekan banyak orang, dia mengurungkan niatnya.
Lerdy adalah pria yang akan menghitung untung dan rugi. Jika merugikan, dia tidak perlu mengambilnya. Jika masih berguna, secara alami dia rela berjongkok untuk waktu yang ditentukan.
“Bagaimana bisa kamu mengatakan sesuatu yang jelek tentang putrimu? Dia darah dagingmu sendiri!!” teriak Nyonya Neilson.
“Kamu sungguh bodoh. Betapa bodohnya hingga semuanya hancur karena kebodohanmu,” ejeknya.
“Kamu diam! Dasar jalaang! Ini urusanku dengan Lerdy!”
Nyonya Neilson menjambak rambut Cory sekuat tenaga hingga membuat wanita itu berteriak kesakitan. Melihat situasinya mulai terkendali, Lerdy secara alami akan membantu Cory dan mengempaskan Nyonya Neilson tanpa perasaan.
Pria itu memiliki kekuatan. Secara alami Nyonya Neilson langsung jatuh ke samping. Tidak ada tamu hotel lain saat itu sehingga tidak ada yang merasa terganggu dengan pertengkaran ketiganya.
“Lerdy, kamu memilih dia dibandingkan aku. Apakah kamu yakin?” Nyonya Neilson berteriak histeris.
__ADS_1
“Tentu saja. Pergilah, Darla. Kita akhiri hubungan ini dan jangan pernah datang lagi padaku. Percaya atau tidak, aku bisa membuatku bercerai dengan suamimu saat ini!” Lerdy menyadari jika Nyonya Neilson sangat menghargai pernikahan tersebut.
“Lerdy!!” Nyonya Neilson tidak bisa menerima jika Lerdy berani mengancamnya. Dia segera bangkit untuk memukulnya tapi pintu kamar sudah ditutup dengan keras.
Nyonya Neilson mencoba untuk membukanya dan menggedor pintu berulang kali bahkan menendangnya. Tapi usahanya sia-sia dan akhirnya hanya bisa menangisi kebodohannya. Pria yang selama ini dia percaya dan dicintai ternyata berani merencanakan sesuatu yang membuatnya hancur di mana-mana.
Ada kilatan dendam dan kebencian di matanya. Nyonya Neilson bersumpah bahwa dia akan membalas semua perbuatan pria itu padanya. Terutama wanita bernama Cory itu.
“Kalau begitu jangan salahkan aku karena kejam! Lerdy, kamu yang memaksaku lebih dulu,” gumamnya seraya menggertakkan gigi. Dia akhirnya meninggalkan hotel dengan langkah lebar.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Nyonya Neilson kembali ke hotel di mana dirinya dan Clive menginap selama ini. Putranya mungkin masih di rumah sakit saat ini dan dia juga bersiap untuk pergi ke sana. Namun tak lama setelah itu, Clive juga kembali seraya membawa makanan yang dibelinya.
Melihat ibunya pulang, Clive sedikit terkejut. “Bu, kamu sudah kembali? Bukankah kamu berkata ingin jalan-jalan dengan beberapa kenalan?” tanyanya.
“Ya, tidak apa-apa. Ibu hanya merasa tidak enak badan saat ini. Ibu baru saja bertemu dengan ayah kandung adikmu tadi,” jawabnya.
Clive sedikit tertegun lalu mengerutkan kening. “Apa yang terjadi? Mungkinkah dia melakukan sesuatu pada Ibu?”
“Dia mengkhianati Ibu. Dia membesarkan wanita lain dan semua uang yang ibu berikan padanya selama ini digunakan untuk memanjakan wanita lain. Dia juga tidak peduli dengan adikmu dan tak mau mengakuinya sebagai anak kandung. Dia bahkan mengancam Ibu untuk bercerai dengan ayahmu jika sampai membuat masalah dengannya lagi,” jelas Nyonya Neilson kembali menangis.
Melihat ibunya seperti ini, Clive menyembunyikan ekspresi dingin dan kejamnya. Tidak masalah jika ibunya putus dengan pria itu tapi berani ingin membiarkannya bercerai dengan keluarga Neilson, dia tak terima.
Clive mengepalkan kedua tangannya dan mencoba untuk menenangkan emosi ibunya.
__ADS_1
“Bu, jangan khawatir, semuanya akan baik-baik saja. Cobalah untuk tenang dulu saat ini dan tunggu adikku bangun,” ujarnya.
Nyonya Neilson juga merasa bahwa anaknya lebih penting untuk diperhatikan saat ini.