
Halbert melihat panggilan yang telah diputus. Lalu segera menghubungi salah satu bodyguard yang menjaga Nola di hotel. Namun pihak lain menggantung panggilan. Tidak ada yang menjawab sama sekali sampai suara sistem terdengar.
Lalu Halbert menghubungi Asisten Jae. Sebelum dia bicara, Asisten Jae melapor jika kondisi di hotel agak salah. Tapi dia tidak berani mendekat. Setiap kali mendekati hotel, selalu ada sesuatu yang membuat kepalanya pusing. Secara alami ingin membuatnya menjauh.
Halbert tidak tinggal diam dan dia mengucapkan beberapa patah kata pada para eksekutif dan segera meninggalkan ruang rapat. Sekretaris Eli sudah tahu apa yang harus dilakukan.
Setelah Halbert pergi, salah satu eksekutif memberanikan diri bertanya.
"Sekretaris Eli, siapa paman yang dimaksud bos?"
Sekretaris Eli tersenyum. "Ini paman dari nyonya bos."
"..." Ternyata seperti itu. Tidak heran Halbert langsung menganggap serius pembicaraan pamannya dan pergi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di hotel, darah berceceran di mana-mana. Beberapa tembakan masih terdengar. Sekelompok pria berjubah hitam yang memegang pistol dan jarum beracun tidak berani main-main dengan Nola.
"Breng*ek! Apakah dia masih seorang wanita?!" gumam bos yang memimpin.
Mereka sedikit tercengang saat ini. Mereka pikir jika Nola hanyalah gadis yang tak bisa melawan atau mengangkat senjata. Menurut informasi, gadis itu selalu menghindar setiap kali kelompok lain dikirim.
Tapi sekarang gadis itu melawan. Bahkan lebih sengit. Nola memegang dua pistol berat di tangannya. Masih tersisa beberapa peluru lagi. Tapi kelompok pria berjubah hitam justru bersembunyi seraya memikirkan strategi.
Siapa yang memburu siapa sekarang?
Apakah begitu konyol untuk memberi mangsa tapi pemburu lebih lemah?
Bos kelompok menggertakkan gigi dan memiliki rencana lain yang sedikit berbahaya. Mereka hanya bisa menggunakan bom untuk mengubur gadis itu dengan hotel ini. Tapi masalahnya, Meraka menggunakan ilusi bunga tidur sehingga semua orang pingsan seperti orang yang tengah bermimpi panjang.
Sebagai dari orang-orang kelompok itu sudah mati ditembak oleh Nola.
"Bos, apa yang harus kita lakukan sekarang? Kita telah menunda banyak waktu. Aku selalu merasa ada seseorang yang mencoba masuk tapi tidak menyentuh mantra sama sekali."
__ADS_1
Orang yang membuat ilusi bunga tidur bisa merasa ada pihak lain yang menyentuh garis ilusi. Mantra itu hanya bisa menyelimuti sekitar hotel sampai halamannya saja. Tidak terlalu luas. Jika ada orang lain yang mencoba masuk, pasti akan pingsan juga. Masalah nya kali ini, pihak lain tidak masuk. Berarti ada orang yang lebih waspada.
"Apa lagi, ledakan tempat ini, lebih bagus bukan?" Yang lain tidak peduli dengan kehidupan sesama.
"Mudah diucapkan tapi risikonya besar!" Temannya segera memelototinya.
Pada akhirnya, mereka melihat Nola berjalan santai sambil memegang pistol. Gadis itu masih tersenyum lembut dan tidak takut sama sekali. Bahkan bercak darah ada di wajahnya.
"Kenapa kalian berhenti? Bukankah kalian ingin menangkapku? Datang dan coba," kata Nola.
Dia menodongkan salah satu pistol dan menembak acak mereka.
Pihak lain mau tidak mau hanya bisa melawan Nola sebelum membuat rencana yang lebih baik.
"Cepat selesaikan!" Bos hanya bisa bertahan saat ini.
Nola setelah menggunakan kemampuannya untuk membuat mereka tidak beruntung jika lolos dari tempat ini. Melihat sekelompok pria berjubah hitam kembali ingin menembak dan melemparkan jarum beracun, Nola berjalan lebih cepat dan akhirnya berlari ke arah mereka tanpa ragu.
Kelompok yang hanya menyisikan beberapa orang itu mundur sedikit demi sedikit seraya menembak.
Tembakan mereka diarahkan pada Nola. Gadis itu menghindar. Dan untuk pertama kalinya, Nola merasa tubuhnya ringan dan penuh energi. Berbeda pada saat dia begitu hati-hati ketika menggunakan kemampuan karena khawatir merusak tubuhnya.
Pada akhirnya dia berhasil menembak salah satu dari mereka yang benar-benar lengah.
"Ini tidak mungkin kan? Bagaimana bisa peluru biasa membunuh kita yang telah lama menjadi anggota supernatural?"
Mereka memiliki banyak bakat berbeda-beda tapi pada dasarnya sama saja. Peluru yang ditembakkan tidak memiliki aura apapun. Hanya peluru biasa tapi mereka ayang ditembak langsung mati.
Apakah dunia membuat lelucon dengan mereka?
"Jangan lupa, gadis itu adalah pembawa keberuntungan yang dicari oleh organisasi. Jika tidak bisa dibawa, bunuh saja bukan?" Yang lain tidak lagi ingin berada di tempat tersebut.
Pria berjubah hitam yang membuat ilusi bunga tidur sedikit pucat. "Aku tak bisa mempertahankan mantra terlalu lama. Bos, kita harus segera menyelesaikan ini atau pergi terlebih dahulu."
__ADS_1
"Bodoh! Pergi sebelum misi selesai berarti mati di tangan tuan! Aku lebih suka mati dalam misi!" Bos memegang pistol. Tangannya berkeringat saat ini.
"Lalu sekarang—"
Bos kelompok sangat marah dan akhirnya kehilangan kesabaran. "Cepat! Cepat bunuh dia untukku! Kali ini bunuh saja!" teriaknya.
Akhirnya salah satu dari mereka gelap mata dan mengeluarkan beberapa granat dari saku jubah lebarnya.
Bos membelalakkan mata. Dia mulai meragukan kehidupannya sendiri. Meski menjadi anggota Organisasi Supernatural Dunia, mereka tidak memiliki banyak kekuatan untuk bertahan hidup ketika diserang. Mereka juga manusia.
Sekarang dia yakin jika anak buahnya bodoh. "Apakah kamu meragukan kehidupan? Jika kamu ingin meledakkan tempat ini, jangan menyeret orang!"
Namun sudah terlambat. Granat sudah diaktifkan dan siap untuk digunakan. Kali ini mereka semua berakhir.
......................
Nola saat ini tidak tahu jika Halbert baru saja tiba dan parkir tak jauh dari keberadaan hotel. Dia melihat Asisten Jae yang wajahnya sedikit pucat.
"Bos." Asisten Jae menyapanya. "Lihat, bukankah hotel ini aneh? Tidak ada yang aneh sebelumnya. Tapi tiba-tiba menjadi sunyi seperti ini. Sangat mencurigakan."
Halbert mengerutkan kening dan melihat sekeliling. Tampaknya memang begitu. Saat datang ke sini dengan Nola, semuanya tampak normal. Banyak orang yang berlalu-lalang. Tapi sekarang seperti hotel mati. Dia mencoba untuk memasuki halaman.
Awalnya Halbert merasa ada dorongan aneh di tubuhnya. Dsn kepalanya sedikit sakit. Tak lama, rasa sakit itu hilang. Sebagai mafia yang telah melewati banyak situasi aneh, dia tahu bahwa suasana di sekitar hotel tidak benar.
Asisten Jae terkejut. "Bos, apakah kamu tidak ... merasakan sesuatu?" tanyanya.
"Tidak." Halbert menggelengkan kepala.
Tepat setelah Halbert berkata demikian, dia mendengar suara sesuatu yang jatuh. Melihat ke belakang, Asisten Jae sudah pingsan tak jauh darinya. Jika apa yang dikatakan asistennya benar, maka ada sesuatu yang salah. Tapi kenapa dirinya tidak pingsan sama sekali?
Di saat Halbert berpikir, ledakan beruntun terdengar cukup mengejutkannya. Dia melihat hotel di depannya hancur perlahan karena ledakan di salah satu lantai. Halbert langsung mengubah ekspresinya menjadi dingin dan terlihat mengerikan.
Gadis itu masih di dalam.
__ADS_1
"Nola ...," gumamnya.
Embusan angin yang cukup kencang langsung menerpanya seperti mengandung energi aneh. Dia mundur beberapa langkah dan dadanya sedikit sesak. Barulah setelah itu Halbert bisa mendengar suara jeritan dan teriakan rasa takut banyak orang dari hotel tersebut.