Istri Buta Pembawa Keberuntungan

Istri Buta Pembawa Keberuntungan
Memberi Serangan Balik


__ADS_3

Apakah ada orang di dunia ini yang mampu bertahan hidup setelah kehilangan banyak darah? Chelsea tidak percaya sama sekali. Logikanya, siapapun pasti akan mati.


Tapi Nola masih berdiri di depannya seperti ini dengan penampilan yang berbeda. Dia curiga jika gadis buta itu bukan Nola, tapi pengganti Nola yang lain.


Pasti begitu.


Tapi Chelsea harus dihantam oleh kenyataan jika Sean yang terlihat baik dan lembut padanya selama ini, tiba-tiba akan menghormati Nola.


"Nyonya Bos, kamu akhirnya di sini. Bos berkata, biarkan aku menjagamu," ujar Sean sopan.


Tidak ada yang berubah dari ekspresi Nola saat ini. “Tidak masalah. Halbert sudah memberitahuku sebelumnya.”


Mendengar keduanya berbicara sopan dan santai, Chelsea membelalakkan mata tidak percaya. Wajahnya semakin pucat saat ini. Dia mengalihkan pandangannya pada Sean yang tersenyum pada Nola.


“Bagaimana bisa kalian saling kenal?!” tanyanya sedikit gemetar.


Sean menatap Chelsea seperti memandang orang bodoh. “Kami baru saja saling mengenal sekarang. Ini juga pertemuan pertamaku dengan Nyonya Bos.”


“Nyonya … kamu memanggilnya nyonya …” Chelsea merasa bodoh untuk sementara waktu. dia masih ingin mencerna dengan semua yang baru saja didengarnya.


Sean memanggil Nola begitu sopan. Hanya ada satu alasan. Sean merupakan anak buah Halbert! Chelsea mau tidak mau mundur sedikit dan tubuhnya berkeringat dingin. Bagaimana bisa ini terjadi? Dia mengenal Sean tak lama setelah tiba di Negara S. Lalu keduanya berkenalan dan cocok.


Tapi dia tidak pernah berpikir jika Sean adalah anak buah Halbert. Dengan tubuh gemetar, Chelsea menatap Sean dengan tajam dan ketidakpercayaan.


“Apakah kamu sengaja mendekatiku sejak awal?” tanyanya.


“Ya. Aku adalah bawahan tuan Halbert.”

__ADS_1


“Tapi kenapa?” Chelsea masih tidak mengerti.


“Bukankah sudah jelas karena kamu berani melakukan percobaan pembunuhan pada Nyonya Bos ku?”


“Maksudmu … Nola …” Chelsea melihat Nola lagi yang berdiri tenang sejak awal. Gadis buta itu tidak memakai tingkat putihnya lagi. “Bukankah kamu buta?”


Nola tidak mengubah ekspresinya sama sekali. Dia menatap Chelsea yang terlihat ketakutan dalam pikirannya.


“Aku buta tapi bukan berarti aku tidak bisa mengetahui seperti apa ekspresimu sekarang, aroma tubuhmu, aura dan napasmu, aku bisa mengetahuinya tanpa membutuhkan penglihatan ku. Aku dan ibuku sama,” jelas Nola tidak memiliki fluktuasi apapun di hatinya.


Selama ini dia memendamnya, tidak ingin orang lain tahu. Tapi setelah hidup selama dua puluh tahun terakhir ini, dia akhirnya mencoba untuk keluar dari kegelapan. Dia tahu bahwa dalam hidup ini tidak bisa melarikan diri dari kenyataan yang pahit.


Saat melihat Chelsea, Nola sepertinya mengingat semua penyiksaan yang telah dialaminya sejak kecil. Dia tidak lagi memiliki perasaan kasih sayang pada Chelsea saat ini, kecuali keinginannya untuk membayar semua rasa sakit dan penderitaan yang dialaminya.


Melihat betapa pucatnya Chelsea saat ini, Nola sama sekali tidak menunjukkan ekspresi khawatirnya sama sekali.


“Kamu!” Chelsea tidak bisa berkata-kata untuk waktu yang cukup lama. Dia pusing sekarang. Lalu menatap Nola dengan cibiran. “Saudari? Apakah kamu layak menjadi saudariku? Keluarga Neilson bahkan tidak menganggapmu ada. Jika bukan karena takhayul tentang pembawa keberuntungan, kamu mungkin sudah dilempar ke panti asuhan yang kumuh. Hanya dengan mengandalkan Halbert, apakah kamu pikir telah mendapatkan segalanya?”


Nola tidak membalas kata-katanya tapi bukan berarti Sean mampu menerima ejekan Chelsea. Dia menatap Chelsea dengan dingin. Jika bukan karena perintah Halbert, dia pasti akan melacu*kan Chelsea sejak lama.


Tanpa diduga, Nola tidak sedih atau marah. Dia justru tersenyum padanya. “Tidak masalah. Bahkan tanpa keluarga Neilson, semua keberuntungan adalah milikku. Karena hari ini juga … aku akan mengambil keberuntungan yang tersisa dalam hidupmu.”


“Beraninya kamu!” Chelsea marah dan memelototi Nola penuh kebencian.


Chelsea segera mengambil langkah maju dan mengangkat tangannya untuk menampar Nola. Tanpa diduga, Nola bukan hanya menahan tangannya tapi juga menamparnya wajahnya lebih dulu. Suara tamparan memecahkan ketenangan di apartemen.


Tamparan yang diberikan Nola untuk Chelsea tidak ringan. Chelsea bahkan langsung terhuyung ke samping dan jatuh terduduk akibat kerasnya tamparan. Untuk sesaat, Chelsea tertegun. Kepalanya pusing dan pipinya panas. Bahkan sudut mulutnya sedikit berdarah.

__ADS_1


Nola tidak pernah melawannya selama ini. Ini kali pertama baginya melihat Nola yang berani menggerakkan tangan untuk memukulnya.


“Kamu berani memukulku?!” pekiknya sangat marah dan segera bangkit lagi untuk mencakar wajah cantik Nola. Dia sangat benci wajah cantiknya yang telah merayu Halbert selama ini. “Aku akan membunuhmu!” geramnya.


Chelsea tidak menghiraukan keberadaan Sean saat ini. Dia hanya fokus pada Nola sebagai objek kebenciannya sekarang. Namun sebelum dia berdiri dengan benar, Nola mengangkat sebelah kakinya dan menendang perut Chelsea hingga terpental.


Segera, Chelsea menghantam sofa yang ada tak jauh di belakangnya. Dia menjerit kesakitan ketika punggungnya membentur sofa. Rasa sakit di perutnya yang ditendang juga membuat wajahnya menjadi lebih tidak berwarna (pucat).


“Berani kamu … kamu memperlakukanku seperti ini …!”


Chelsea bergelut dengan rasa sakit yang tidak pernah dia ras akan selama ini. Di saat yang bersamaan, Nola sudah berjalan mendekat ke arahnya. Suara sepatu high heels yang mengetuk lantai terdengar santai tapi membuat siapapun yang mendengarnya merasa merinding.


Di saat Chelsea merintih dan menyentuh perutnya yang kesakitan, Nola sudah berdiri di dekatnya. Dia menjambak rambut Chelsea yang selalu ditata rapi. Chelsea merasa kulit kepalanya mati rasa saat ini. Dia terpaksa melihat wajah Nola tanpa emosi saat ini, menatapnya seperti sedang mencari balas dendam.


Nola yang pendiam dan lemah dengan sosok dinginnya yang sekarang tumpang tindih di pikiran Chelsea. Sangat berbeda jauh. dia gemetar ketakutan sekarang. Semuanya tidak dibuat-buat sama sekali. Melihat Nola yang seperti ini membuat dirinya ingin menangis segera.


Rambut Chelsea memang halus tapi sedikit kaku karena sudah terlalu sering terkena bahan kimia cat rambut.


Nola tersenyum dan tangannya yang menjambak rambut Chelsea tidak mengendur sama sekali. “My Sister, kenapa kamu takut? Bukankah kamu bilang ingin membunuhku? Tapi sayangnya aku harus mengecewakan keinginanmu, Sister. Seberapa banyak luka yang kumiliki, aku tidak bisa mati. Jadi tusukan pisaumu waktu itu sama sekali tidak akan membuatku mati,” jelasnya sedikit bersuara pelan.


Seketika, pupil mata Chelsea mengecil dan air mata yang menggenang di pelupuk akhirnya turun ke pipinya. Tidak, bagaimana mungkin?


Chelsea seperti sedang melihat kematiannya sendiri saat ini.


Sean sendiri tertegun untuk waktu yang lama dan terpesona dengan apa yang dilakukan Nola saat ini. Siapa yang mengira jika gadis yang dikatakan lemah dan tak bisa membunuh seekor ayam tiba-tiba saja akan menunjukkan sisi kejamnya.


Pada saat ini, Nola yang memperhatikan ekspresi ketakutan Chelsea merasa jika sebelah matanya sakit. Lalu cairan merah hangat mengalir dari mata kirinya, membuat penampilannya menjadi lebih mengerikan. Setidaknya, di mata Chelsea, Nola terlihat mengerikan saat ini.

__ADS_1


__ADS_2