
Karena hari sudah sore, Halbert keluar ruang rapat dengan ekspresi yang masih sama seperti biasanya. Tapi para bawahan yang mengikuti rapat sedikit lelah dan ingin makan sesuatu.
Kembali ke ruang kantornya, Nola sedang makan makanan ringan sambil membaca berita di internet.
"Apakah selesai?" tanya gadis itu saat melihatnya datang.
"Semuanya selesai. Sisanya akan diurus nanti." Halbert melonggarkan dasinya dan melepas jasnya. Dia juga agak lelah.
Karena keduanya berniat untuk menyelesaikan urusan mata-mata di perusahaan, maka harus menunggu pihak lain bergerak dulu.
Halbert duduk di samping gadis itu dan mendengarkan infonya.
"Wanita itu datang sebelumnya sambil membawa dokumen yang harus ditandatangani. Sepertinya dia sudah mulai bergerak. Mungkin Sin juga ada di sini sekarang," ujar Nola.
"Dia dipastikan ada di sini setelah bos di belakang layar marah." Halbert membayangkan seseorang dan wajahnya tiba-tiba saja menjadi gelap.
Mungkin setelah hari ini, bencana lain akan datang satu persatu. Halbert mengelus kepala istrinya. Bukan hanya masalah Geng Kalajengking Hitam tapi ada juga Organisasi Supernatural Dunia. Kedua kelompok ini harus diwaspadai.
Nola menyimpan smartphone nya dan memeluk Halbert dengan manja. "Tebak, apakah mereka akan menggunakan kalajengking hitam supernatural untuk bertindak?"
"Mungkin."
__ADS_1
Setelah insiden keracunan makanan sebelumnya, banyak karyawan yang mulai berhati-hati saat makan di restoran terdekat. Mereka khawatir kejadian yang sama terulang kembali. Halbert juga tidak ingin kejadian sebelumnya terjadi. Karena pada saat itu juga, istrinya pasti akan bertindak untuk menyelamatkan mereka.
Halbert mencium bibirnya sekilas tapi dia kecanduan setelah mencobanya sedikit jadi dia menciumnya lebih lama. Api di tubuhnya mulai muncul lagi.
Merasakan keinginan panas pria itu, Nola sedikit menolak. "Ini kantor," bisiknya.
Halbert tidak melepaskan pikirannya setelah mencium gadis itu. Mungkin karena dia telah berada di ruang rapat selama lebih dari setengah hari, rasa lelah di tubuhnya hilang ketika merasakan tubuh lembut istrinya.
"Kenapa khawatir? Ada kamar untuk beristirahat di sini. Kamu tidak perlu khawatir untuk bertindak. Bagaimana jika kita melakukan hal-hal di kantor layaknya yang terjadi dalam film-film itu?" Halbert meremas pinggang istrinya. Tangannya gatal ingin melakukan sesuatu.
"Apakah kamu menonton film-film seperti itu?" Nola sedikit tidak berdaya.
"Tontonlah untuk dipelajari, lalu terapkan pada istriku," goda pria itu langsung terkekeh.
Karena Halbert memberinya rangsangan lagi dan lagi, Nola akhirnya menyerah. Wanita memiliki beberapa titik sensitif di tubuh sehingga mudah bagi pria untuk menyentuh di mana yang bisa membuatnya jatuh ke dalam lubang.
Nola memakai gaun yang tidak sulit untuk dilepas. Bahkan ia tak perlu melepas gaunnya jika mau melakukan sesuatu.
"Biarkan kamu duduk di atas dan melakukannya?" Halbert memintanya untuk mengambil inisiatif. Ia merasa jika celananya sedikit ketat saat ini.
Walaupun wajah gadis itu masih sedikit memerah, ia tak menolak. Halbert memiliki tubuh yang bagus, tidak rugi jika duduk di atasnya dan memulai permainan. Pria itu juga tidak pernah pelit.
__ADS_1
"Oke, sayang," bisiknya.
Tenggorokan Halbert sedikit kering ketika mendengar suara manis gadis itu. Apakah dia menjadi pria yang tak tahu malu saat ini? Dia menginginkan istrinya yang masih muda dan segar. Tapi dirinya sendiri mungkin sudah cocok menjadi seorang ayah beranak satu.
Ia menyaksikan Nola duduk di pahanya, berusaha untuk melepaskan sabuk mahal yang dipakai Halbert. Tindakannya seperti seorang wanita malam yang sedang merayu suami orang di kantor.
Halbert telah menahan diri cukup lama sehingga Nola bahkan lebih malu saat mengetahui keinginan pria itu yang tak tertahankan.
"Kamu— Halbert, apakah kamu begitu mudah disentuh?" tanyanya sedikit tidak percaya. Apakah suaminya ini seorang Casanova sebelumnya?
"Kamu selalu mampu melakukannya," jawab Halbert jujur.
Setidaknya dia menyadari itu ketika memiliki keinginan untuk menidurinya lagi dan lagi. Hingga berujung jatuh cinta padanya. Sebagai seorang pria yang selalu menginginkan kebutuhan ranjang sebagai makanan wajib, Halbert tidak ingin Nola tergoda oleh pria lain.
Wanita yang telah dijodohkan kakeknya sejak hari itu, tidak bisa lepas lagi dari tangannya. Nola ditakdirkan untuk menjadi miliknya.
Halbert tidak tahan lagi dan memeluk gadis itu lebih dulu, memberikan ciuman panjang di leher jenjangnya. Suhu di ruangan meningkat sedikit demi sedikit hingga keduanya tak menyadari jika pintu kantor diketuk seseorang.
Awalnya Halbert tak mau menggubrisnya. Namun ketukan itu tidak berhenti sama sekali dan langsung membuatnya kesal.
Suara Asisten Jae di luar akhirnya terdengar. "Bos, pemilik mengirim sesuatu yang harus dilihat segera," ujarnya.
__ADS_1
Asisten Jae belum tahu bahwa dia baru saja merusak perbuatan baik suami-istri.