Istri Buta Pembawa Keberuntungan

Istri Buta Pembawa Keberuntungan
Mengincar Nola


__ADS_3

Nola tidak keras kepala. Dia menggunakan sarung tangan yang diberikan oleh Frangky. Racun kalajengking yang ada di batang pohon masih cukup baru. Dengan kata lain, ada kalajengking yang datang dan menyemprotkan cairan beracun mereka ke batang pohon.


Si pengendali kalajengking hitam mungkin tidak bisa datang karena suatu alasan. Nola hanya bisa berspekulasi jika kalajengking hitam supernatural telah diam-diam menyerang markas saat ini.


Nola yakin jika kalajengking hitam supernatural lainnya masih ada dia sekitar markas. Gadis itu segera mencari sekitar. Bisa saja kalajengking hitam supernatural bersembunyi di balik dedaunan kering, bebatuan atau mungkin batang pohon yang tumbang.


Siapa tahu juga ada di atas pohon ....


"Jangan biarkan anak buahmu bersentuhan dengan pohon atau benda lainnya. Racun-racun di batang pohon harus dibersihkan lebih dulu," kata Nola.


Halbert mengerutkan kening dan membiarkan Frangky mengurus sisanya. Dia mengikuti Nola mencari di sekitar. Hari sudah sore dan matahari akan terbenam di ufuk barat. Suasana di hutan cukup mencekam dan Halbert meminta Nola untuk kembali ke markas lebih dulu.


"Sudah hampir gelap. Kita bisa mencarinya besok."


Keduanya berjalan cukup jauh dari markas. Halbert khawatir terjadi sesuatu di perjalanan dan gadis itu dalam bahaya nanti. Nola hanya bisa menyerah dan mengikuti Halbert kembali ke markas.


Saat malam tiba, Nola membuat menu makan malam di dapur. Dia sendiri memasak untuk Halbert dengan bahan-bahan yang ada di dapur. Biasanya, makanan disiapkan oleh koki khusus di sana. Tapi kali ini, Nola turun tangan sendiri.


Ketika membuat makan malam, Nola tanpa sengaja melihat seekor kalajengking hitam supernatural muncul dari bawah meja yang cukup sempit. Bintang beracun tersebut mendesis pada Nola dan berjalan perlahan.


Nola yang sedang memotong bawang bombai sebelumnya langsung mengerutkan kening. Dia melihat kalajengking hitam supernatural itu mencoba untuk menyerangnya. Nola mundur beberapa langkah yang membuat kalajengking hitam supernatural menjadi lebih sombong.


"Nyonya, apakah ada masalah?" Koki senior yang memiliki perut agak buncit masuk dapur. Dia melihat Nola mengerutkan kening dan mundur seperti menghindari sesuatu.


"Hanya kalajengking yang tak sengaja masuk. Tidak apa-apa," jawab gadis itu santai.


"Kalajengking?!" Si koki pria terkejut. Dia akhirnya melihat ke arah di mana kalajengking hitam supernatural berjalan menuju ke arah Nola. "Oh my God!! Nyonya Muda, menjauhlah. Aku akan segera membunuh kalajengking ini."

__ADS_1


"Tidak apa-apa. Aku baik-baik saja."


Kalajengking hitam supernatural itu bukan lawan Nola sama sekali.


Koki paruh baya itu khawatir jika kalajengking hitam supernatural menyengat Nola. Halbert pagi akan marah besar nanti dan membunuhnya karena tidak bisa menjaga nyonya bos.


Tapi sebelum koki itu berniat untuk membantu bola menyingkir kalajengking hitam supernatural, binatang supernatural itu melompat untuk menyerang Nola. Di mata orang biasa, kalajengking hitam supernatural mungkin hanyalah binatang beracun yang ditakuti.


Si koki berteriak panik. Dia ingin mengambil pistol dan membunuh kalajengking hitam supernatural yang hendak menyerang Nola. Tapi gadis itu tidak memedulikan keberadaan si koki. Dia yang pada awalnya memegang sebilah pisau, langsung melemparkan pisau itu ke arah kalajengking hitam supernatural.


Dalam sekejap, pisau itu mengenai kepala kalajengking hitam supernatural dan menancap di lantai. Teriakan sang koki menarik perhatian yang lain bahkan Halbert sendiri.


Sosok Halbert datang dengan ekspresi dinginnya yang dikenal semua anak buahnya. "Apa yang terjadi di sini?" tanyanya dingin.


Dia melihat para koki di luar dapur sedikit berkeringat dingin. Halbert tidak memedulikan mereka. Ia melihat Nola berdiri di dekat wastafel cuci piring. Kemudian tatapannya beralih ke lantai di depan gadis itu. Seketika, pupil Halbert menyusut. Dia buru-buru menghampiri istrinya untuk memastikan jika semuanya baik-baik saja.


"Dari mana kalajengking ini muncul?" tanya pria itu padanya.


Halbert mengerutkan kening. Kalajengking hitam supernatural tiba-tiba ada di dapur dan ingin menyerang Nola. Dengan begitu, pihak musuh sudah tahu dia datang bersama istrinya. Bagaimana caranya mereka tahu, Halbert masih bisa menebak jika ini ada hubungan dengan si pengendali kalajengking.


"Apakah kalajengking itu mati?"


"Ya. Kepalanya hancur, bagaimana mungkin masih hidup?" Nola menganggap semuanya serius. Tentu saja kalajengking hitam itu sudah mati.


"Periksa sekitar!" Halbert memerintahkan anak buahnya untuk mencari kalajengking lainnya yang mungkin saja bersembunyi. Dia meminta Nola untuk keluar dapur tapi gadis itu masih ingin menyelesaikan masakannya. “Biarkan koki yang bekerja. Kamu ikut denganku.”


Perkataan Halbert bisa dianggap sebagai perintah dan Nola tak bisa menolaknya. Dia mengikuti Halbert keluar dapur. Baru saja beberapa langkah keluar dapur, anak buah Halbert langsung menemukan beberapa kalajengking hitam lainnya.

__ADS_1


Nola memperingatkan mereka untuk berhati-hati. “Bunuh saja. Dan berhati-hatilah, kalajengking hitam ini mampu melompat ke tubuhmu dan menyengat orang dengan cepat.”


“Ya.” Anak buah Halbert tidak menganggap enteng masalah tersebut.


Menurut Nola, kalajengking hitam tersebut harus dibunuh tepat di kepalanya. Dia memiliki alasan tersendiri untuk masalah ini. Jika kalajengking hitam supernatural dibunuh tepat di kepala, maka komunikasinya dengan tuan mereka akan terputus sepenuhnya.


Semua anak buah Halbert terlatih dengan baik dan mereka professional dalam hal menembak. Jadi dalam sekali tembakan saja, kepala kalajengking yang ditargetkan langsung hancur. Suara tembakan terus berlangsung hingga semua kalajengking hitam yang ditemukan dibunuh semua.


Sementara itu, Nola mencoba untuk mencari keberadaan tuan yang mengendalikan kalajengking hitam supernatural. Dia yakin pasti ada orang lain selain Sin yang mengendalikannya.


“Si pengendali pasti ada di luar. Aku akan memeriksanya.” Nola langsung pergi tanpa menunggu persetujuan Halbert.


Halbert mengikutinya dengan cepat dan dia khawatir kecelakaan lain akan datang. dia memegang pistolnya untuk berjaga-jaga. Karena dia tidak akan segan-segan membunuh musuh yang menyelinap ke wilayahnya.


......................


Di luar markas mafia Halbert, sosok pria berjubah hitam bersembunyi di balik pohon besar tak jauh dari keberadaan anak buah Halbert yang berjaga. Dia memiliki kalajengking hitam di punggung tangannya, memberi tahukan apa yang terjadi.


Pria berjubah hitam itu menyipitkan matanya. "Tampaknya istri Halbert ini tidak sederhana," gumamnya.


Dia segera memanggil puluhan kalajengking hitam supernatural lagi. Semua kalajengking hitam supernatural itu muncul dari balik dedaunan secara misterius. Mereka semua menunggu perintah.


"Pergi dan bunuh gadis itu untukku!" perintahnya.


Semua kalajengking hitam supernatural yang dipanggil langsung pergi menuju ke arah markas mafia Halbert.


Pada saat yang bersamaan, Nola dan Halbert juga keluar untuk mencari keberadaan si pengendali kalajengking. Nola menggunakan kemampuan keberuntungannya untuk menentukan posisi si pengendali. Lalu pergi ke arah yang diyakininya.

__ADS_1


Tapi sebelum dia bisa mengetahui siapa yang mengendalikan kalajengking hitam supernatural, puluhan kalajengking hitam supernatural tiba-tiba saja muncul dari berbagai arah dan mengepung keduanya.


Halbert meraih tangan Nola dan menariknya. "Tetap di sisiku." Dia siap untuk menembak.


__ADS_2