Istri Buta Pembawa Keberuntungan

Istri Buta Pembawa Keberuntungan
Pria Misterius


__ADS_3

Di kegelapan, Nola dan Halbert menyaksikan semuanya dengan begitu jelas. Keduanya juga terkejut dengan kemunculan sosok pria bertopeng anonymous itu. Jelas bukan anak buahnya sendiri. Sepertinya Hiiro ada yang melindunginya sejak awal. Mungkin saja jimat perdamaian yang dimilikinya juga berasal dari pria misterius itu.


Nola masih memikirkan alasan kenapa pria misterius itu menyelamatkan Hiiro. Ia bisa merasakan jika pihak lain adalah seorang ahli supernatural. Jelas pasti memusuhi klan penyihir.


"Tanpa diduga, seseorang akan bertindak lebih dulu sebelum kita. Ini tidak terduga." Nola memikirkan sesuatu yang lain.


"Haruskah kita menyusulnya?"


Nola menggelengkan kepala. Dia tidak perlu pergi. Pihak lain sendiri yang akan datang padanya. Untuk itu, Nola dan Halbert kembali lebih cepat daripada rencana yang telah salah disiapkan. Selama pihak lain membawa Hiiro tidak memiliki pikiran buruk, ia tidak peduli.


Sebelum pergi, Nola membersihkan beberapa jelas penyihir yang tertinggal di kuil. Lagi pula, meski kuil sudah terbengkalai, aura spiritual nya masih ada.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di pihak lain, pria berjubah hitam yang membawa Hiiro akhirnya tiba di sebuah rumah sederhana yang cukup jauh dari keberadaan kuil sebelumnya. Hiiro pingsan dan dibaringkan di tempat tidur dengan hati-hati.


Pria itu melepaskan topeng anonymous nya, menampilkan wajah tampan tanpa cacat.


"Apakah kamu membawanya?" Suara pria tua terdengar dari ambang pintu kamar.


"Ya, Kakek." Pria itu menoleh dan mengangguk ringan padanya.


Pria tua itu masuk dan memeriksa kondisi Hiiro saat ini. "Kondisinya cukup memprihatinkan. Jika bukan karena jimat pelindung yang aku berikan, aku khawatir dia sama sekali tidak akan bertahan hidup dalam jangka waktu yang lama," jelasnya.


"Kakek, apakah kita tidak bisa berbuat apa-apa pada klan penyihir?"


Pria tua itu bermarga Ren. Cucunya bernama Takahiro Ren. Keduanya bertemu tak sengaja dengan Hiiro saat berada di salah satu kuil. Karena dia berpikir Hiiro memiliki bakat istimewa yang langka. Hanya saja Hiiro lahir di keluarga yang non supernatural. Kemampuannya itu harus diturunkan dari keluarga Kei saat ini.


Sangat disayangkan kelahirannya rendah di keluarga. Namun Pria Tua Ren tidak peduli. Di matanya, status tidaklah penting.

__ADS_1


"Masalah ini, aku baru saja meramalkan sesuatu. Kita bahas nanti dan urus anak ini dulu." Pria Tua Ren tidak berkata banyak.


Kondisi Hiiro tidak terlalu baik saat ini sehingga Pak Tua Ren harus mengobatinya dengan hati-hati. Pertama-tama dia menstabilkan aura supernatural di tubuhnya lalu menyembuhkannya dengan sedikit aura.


Tapi ini bukan akhir dari masalah. Pria Tua Ren tidak terlalu mahir dalam pengobatan aura sehingga seorang ahli diperlukan. Namun dia tidak memikirkan siapapun sebelumnya.


Tapi tanpa diduga, fluktuasi aura supernatural yang besar terdeteksi ada di negara ini. Pria Tua Ren bermaksud untuk mencarinya. Dari ramalan yang dilakukan, ia akhirnya tahu jika pihak lain memiliki nama Nola.


Walaupun dia tidak tahu siapa pihak lain, jelas bukan dari negara Asia mana pun. Harusnya dari negara A. Pria tua Ren sempat tidak mempercayai ramalan yang ada. Namun jika benar, hanya gadis itu yang bisa.


"Apakah kamu merasakan aura supernatural lain di kuil sebelumnya?" tanyanya penasaran.


Takahiro Ren hampir lupa seandainya kakeknya tidak bertanya demikian. Sedikit ragu, tapi ia masih menganggukkan kepala.


"Ya, aku merasakan ada dua orang setidaknya. Tapi belum tahu siapa pihak lain. Hanya menebak, harusnya bukan seorang esper sederhana."


"Benar, benar." Pria Tua Ren berulang kali menganggukkan kepala, lalu menatapnya dengan sedikit keinginan. "Pergilah dan temui kedua orang ini. Kondisi Hiiro tidak stabil. Salah satu dari keduanya harus memiliki kemampuan yang cukup untuk membantu anak ini pulih seperti sebelumnya."


"Pergilah dan temukan sendiri jawabannya." Pria Tua Ren mengusirnya.


Takahiro Ren tidak berdaya. Dia akhirnya pergi untuk menemukan kedua orang itu berdasarkan informasi dari kakeknya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Nola dan Halbert tidak tahu jika saat ini tamu tak diundang akan segera menemukan keduanya. Setelah kembali ke apartemen, keduanya membersihkan diri dan menonton televisi.


Namun karena Nola tidak bisa melihat dengan jelas, ia hanya bisa mendengar suaranya saja.


"Kamu bilang dia akan datang menemukan kita? Kenapa kamu begitu yakin?" Halbert masih penasaran dan menanyakan masalah ini untuk yang ke sekian kalinya.

__ADS_1


Entah kenapa dia merasa agak cemburu. Walaupun dia tahu Nola tidak mengenal pria itu dan tidak ada satu pun pria yang pernah dikenalnya, ia masih merasa tidak nyaman.


Dilihat dari tinggi dan posturnya, harusnya seorang pria muda. Bagaimana Nola bisa tidak bahwa dia akan datang?


"Dia mengetahui aura kita sebelumnya. Jadi dia pasti akan datang untuk mengonfirmasi." Nola tidak mengetahui kecemburuan pria itu saat ini.


Tak lama kemudian, terdengar bel pintu dibunyikan. Keduanya menarik televisi dan terdiam sebentar.


"Aku sudah bilang, dia datang," ucap Nola seraya hendak bangkit dari duduknya.


Halbert mencegahnya. "Kamu di sini, aku akan membukakan pintu." Dia buru-buru bangkit sebelum Nola mengatakan sesuatu.


Di luar pintu, Takahiro Ren membunyikan bel dua kali. Lalu menunggu. Dia tahu ada orang di dalam. Tak lama, Halbert membuka pintu dan melihat sosok pria yang tingginya sedikit lebih rendah darinya. Pria itu memakai celana dan jaket hoodie serba hitam. Bahkan memakai masker, rambutnya agak berantakan. Namun jelas ada aura supernatural di tubuhnya.


Takahiro Ren bertatapan dengan Halbert yang jelas perawakannya lebih tinggi sebagai orang kulit putih. Halbert memintanya untuk masuk lebih dulu. Takahiro Ren tidak takut dia akan ditipu dan masuk tanpa ragu.


Kali ini Takahiro Ren melihat Nola yang memiliki aura supernatural aneh dan tidak terbaca. Ini harus menjadi darah dari keluarga supernatural tersembunyi. Ia sedikit terkejut. Melihat kedua mata gadis itu, Takahiro Ren akhirnya mengetahui jika Nola buta.


Nola menatapnya dengan tenang. “Aku tidak tahu bahwa kamu akan datang begitu cepat,” katanya dalam bahasa negara A. Ia memintanya duduk dan Halbert pergi ke dapur untuk menyiapkan the.


Takahiro mengerti bahasa negara A dan membalasnya dalam bahasa yang sama. Ia duduk tanpa malu tapi masih berhati-hati. “Kakekku meminta kalian untuk datang untuk menyelamatkan anak laki-laki itu.”


“Bagaimana keadaan Hiiro saat ini?”


“Aura supernatural di tubuhnya kacau. Setelah bersentuhan dengan tangan penyihir, ada perlawanan yang jelas dari tubuhnya. Kakekku bilang butuh seseorang dengan kemampuan besar untuk menenangkan auranya yang mengamuk.


“Bukankah kamu atau kakekmu harusnya mampu?”


Takahiro Ren sedikit malu. “Sejujurnya kami tidak mampu melakukannya. Kemampuan kamu bisa dikatakan hanya dangkal. Karena itu, kakekku meramal jika salah satu dari kalian mungkin mampu melakukannya.”

__ADS_1


Nola dan Halbert saling memandang selama beberapa saat. Nola mengambil keputusan. Lagi pula, dia memang ingin menyelamatkan Hiiro sebelumnya. Anak itu memang memiliki bakat di tubuhnya.


Seperti yang dikatakan Halbert, Nola mungkin bisa membuat organisasi sendiri. Bisakah itu terwujud?


__ADS_2