
Namun nyonya Neilson tidak tahu apa-apa soal masalah ini. Dia juga mengalami kerugian setelah berusaha keluar rumah. Bahkan hanya untuk pergi ke kafe atau retoran saja, keluarga Neilson masih bisa mendengar desas-desus tentang Nyonya Neilson atau Tuan Neilson.
Hal ini membuat kerabat keluarga Neilson lainnya marah. Lagi-lagi mereka menyalahkan Nyonya Neilson dan meminta keduanya untuk bercerai.
"Kenapa kamu menatapku seperti itu? Masalah ini tidak ada hubungannya denganku. Aku bahkan bertanya-tanya, siapa yang bisa melakukan ini selain keluarga Jefford?" Nyonya Neilson tidak ingin berdebat dengan Tuan Neilson.
Sekarang lebih penting untuk mencari tahu apa yang terjadi. Dia terlalu sibuk mengurus salon yang dikelolanya lalu mengutuk Lerdy di hatinya. Pria b*jingan itu mengkhianatinya demi seorang pel*cur yang gila uang. Sungguh pasangan yang sempurna.
Ditambah dengan putranya yang memberi nasihat selama beberapa hari terakhir, Nyonya Neilson telah memulihkan mentalitas nya saat ini. Wajahnya masih sakit dan bekas cambuk ditutupi dengan make-up. Sayangnya, bekas cambuk belum hilang sepenuhnya saat ini, membuatnya kesal.
Tuan Neilson juga tahu, sia-sia untuk marah pada istrinya yang bodoh. Dia juga menyadari jika masalah ini semakin besar.
"Lalu siapa menurutmu yang mampu melakukan ini?" tanyanya malas.
Nyonya Neilson ingin mengatakan sesuatu tentang Nola. Tapi dia khawatir hal ini akan menyebabkan Tuan Neilson marah lagi dan menuduhnya. Setelah sejumlah warisan dari ibu gadis buta itu lepas dari genggamannya, sekarang atau persatu bencana datang ke keluarga Neilson.
"Mungkinkah ini dendam keluarga Jefford?" tebaknya.
"Kenapa keluarga Jefford ingin membuat semua hal konyol ini demi balas dendam? Nola adalah menantu mereka dan putriku juga. Apakah mereka akan menyibukkan diri untuk bermain dengan keluarga Neilson?" cibir Tuan Neilson.
"Apa maksud ayah ... apakah semua kekacauan selama seminggu terakhir ini hanya bermain dengan kita?" Clive makan malam dengan tenang, mendengarkan pembicaraan orangtuanya. Sayangnya Chelsea tak bisa duduk bersama mereka dan kini koma lagi.
Tuan Neilson telah menganalisis semua kejadian selama seminggu terakhir. Tidak ada kerugian fatal saat ini selain reputasi yang rusak. Pihak lain mungkin hanya ingin citra keluarga Neilson buruk dan legislatif kepercayaan banyak orang. Teitam para mitra kerjasama di perusahaan.
Hal ini lah yang membuat Tuan Neilson sakit kepala selama beberapa hari terakhir.
__ADS_1
"Seseorang sengaja melihat lelucon kita. Tapi Ayah belum tahu siapa orang itu dan kini masih diselidiki." Tuan Neilson menatap Clive. "Besok kamu ikut dengan Ayah ke perusahaan."
Nyonya Neilson penasaran. "Kenapa membawa Clive ke sana? Apakah kamu ingin memberinya posisi di perusahaan?"
"Ya, belajarlah menjadi manajer umum. Aku akan meminta seseorang untuk memberimu bimbingan di perusahaan. Cepat atau lambat, perusahaan Neilson akan diurus olehmu di masa depan."
Mendengar ini, nyonya Neilson jelas sangat senang dan mendorong semangat putranya. Putranya sendiri akan mewarisi perusahaan. Nola, si gadis buta itu sama sekali tidak akan mendapatkan warisan apapun dari keluarga Neilson.
Ketika Clive menjadi bos di perusahaan di masa depan, tendang saja gadis itu dari pohon keluarga Neilson selamanya. Sayangnya mungkin Nyonya Neilson terlalu bahagia dan bangga hingga Tuan Neilson mencibir diam-diam.
Setelah perselingkuhan terungkap, Tuan Neilson sama sekali tidak peduli lagi dengan Nyonya Neilson. Dia masih mempertahankan hubungan suami istri ini hanya untuk mengurus masalah sepele yang malas diurusnya.
Clive tidak sebahagia Nyonya Neilson. Dia tahu artinya setelah nanti menjadi manajer umum perusahaan. Dia akan sibuk dengan banyak hal. Ditambah situasi saat ini, perusahaan mungkin hampir kehilangan pijakannya. Tuan Neilson hanya ingin menguji mampu atau tidaknya dia di sana nanti.
Setelah makan malam, Nyonya Neilson menonton televisi. Sedangkan Tuan Neilson kembali ke ruang belajar untuk mengurus beberapa pekerjaan nya yang belum selesai. Adapun Clive, dia mengunjungi Chelsea yang koma sebentar sebelum akhirnya kembali ke kamar.
Ini dia sosok gadis yang telah menyiksa putrinya selama ini, hingga menimbulkan banyak bekas luka di tubuhnya. Dia tahu semua itu setelah Halbert menceritakan segalanya.
"Kamu suka menyiksa orang bukan? Kalau begitu, kenapa kamu tidak menjadi orang gila dan menyiksa orang lain nanti?" gumam Solachen serta menyeringai.
Dia mendekati tempat tidur Chelsea dan menyentuh dahinya dengan dua jari. Dengan kemampuan manipulasi pikiran, dia merusak semua saraf tertentu di otak agar Chen menjadi orang gila.
Setelah itu, wajah Solachen sedikit pucat. Setelah beberapa saat, dia selesai menciptakan sebuah dunia kacau untuk Chelsea dan meninggalkan kamarnya.
Solachen tidak langsung pergi. Dia pergi ke halaman lain dan memastikan tidak ada kamgerai pengintai di sekitar. Kali ini dia ingin memberi pelajaran pada Nyonya Neilson. Solachen memakai sarung tangan hitam, mengambil segelas jus mangga dari kulkas dan mencampurnya dengan bubuk putih misterius.
__ADS_1
Ketika pelayan datang ke dapur dan ingin berteriak, Solachen berhasil menghipnosis dma satu kali tatapan. Pelayan itu menegang dan akhirnya berekspresi datar. Tatapan matanya kosong.
"Bawa minuman ini ke nyonya rumahmu. Katakan jika semua ini perintah tuan Neilson."
Pelayan itu tampak patuh, mengangguk bodoh dan membawa nampan berisi segelas jus untuk Nyonya Neilson.
Saat keluar dapur, ekspresi pelayan kembali normal dan hipnosis Solachen telah lepas. Tapi dia bingung sebelumnya setelah memegang nampan berisi segelas jus. Barulah dia ingat jika Tuan Neilson baru saja memintanya untuk memberikan jus mangga pada Nyonya Neilson.
Pelayan itu sama sekali tidak curiga dan pergi ke ruangan di mana nyonya Neilson berada. Sementara itu, Solachen telah meninggalkan dapur.
Di ruang keluarga, Nyonya Neilson yang asyik mendengarkan acara televisi melihat segelas jus yang disediakan oleh pelayan. Ia mengerutkan kening.
"Sepertinya aku tidak memesan ini. Apanya kamu tidak memiliki ingatan yang panjang?" protesnya kesal.
Pelayan tidak kesal sama sekali. "Nyonya, tuan memintaku untuk menuangkan sekelas jus mangga pada Nyonya."
"Benarkah?" Nyonya Neilson merasa tidak percaya. Kenapa pria itu tiba-tiba begitu perhatian?
"Nyonya, aku tidak berani berbohong soal ini." Pelayan itu tampak percaya diri.
Akhirnya Nyonya Neilson mempercayainya. "Kalau begitu pergilah. Aku akan meminumnya."
Pelayan itu meninggalkan ruangan. Nyonya Neilson meminum jus mangga yang manis, asam dan dingin bercampur menjadi satu. Rasanya enak, apalagi jika diminum seraya menonton film.
Setelah meminum setengah jam, Nyonya Neilson merasa sedikit bingung. Tubuhnya panas dan pikirannya tidak jelas. Entah apa yang terjadi, Nyonya Neilson merasa ingin melakukan sesuatu yang memuaskan dirinya sendiri.
__ADS_1
Semenjak putus dengan Lerdy, Nyonya Neilson belum menyentuh pria lain sembarangan karena khawatir ketahuan.
"Kenapa tubuhku begitu tidak nyaman saat ini?" gumamnya. Wajahnya memerah karena efek obat yang terkandung dalam jus.