Istri Buta Pembawa Keberuntungan

Istri Buta Pembawa Keberuntungan
Feels Awkward


__ADS_3

Halbert tidak menjawabnya. Namun tentu saja kelompok mafia dunia bawah tanahnya tidak lemah sehingga informasi seperti itu masih bisa didapat. Walaupun agak aneh dan cukup mistis, dia yakin informasi nya benar.


Dia memeluknya. "Apakah kamu masih marah? Bukankah kamu bilang ingin berkemah di dekat danau? Ayo siap-siap," katanya.


Nola sudah tidak mau pergi dan ingin mengurung diri. Tapi Halbert mengajaknya lagi dan lagi jadi dia hanya bisa bangkit dan bersiap-siap. Tapi siapa yang tahu bahwa Solachen juga ikut berkemah dengan mereka. Walaupun dia tidak senang, lebih baik tidak bicara satu sama lain.


Ketika Solachen memutuskan untuk berkemah, Mark sedikit khawatir. Tapi untungnya lokasi berkemah masih berada di tanah kekuasaan keluarga Jefford. Keamanannya terjamin dan tidak mungkin orang-orang dari Organisasi Supernatural Dunia memata-matai Solachen.


Sesekali Solachen akan melirik Nola dan ingin bicara dengannya. Tapi dia tahu gadis itu marah padanya. Mark merasa kasihan dengan tuannya dan mulai merencanakan sesuatu diam-diam. Hanya saja belum waktunya untuk melancarkan aksinya.


"Nyonya Muda, apakah masih akan memancing?" tanya Mark basa-basi.


Nola mengangguk. "Tidak terlalu menyenangkan jika berkemah di dekat danau tapi tidak memancing," jawabnya datar.


"Kalau begitu aku akan membuat api unggunnya nanti dan mencari kayu bakar di sekitar sini ..." Mark menatap Halbert.


Mau tidak mau, Halbert mengarahkan Mark ke gudang kayu yang tak jauh dari tempat mereka berkemah. "Ambil beberapa potongan kayu di sana."


"Yah, itu lebih mudah." Mark segera pergi.


Setelah Mark pergi, Solachen sudah mengeluarkan alat pancing dan pergi ke tepi danau untuk untuk memancing ikan. Nola berada tak jauh darinya dan sama-sama memegang pancingan. Halbert membawa ember untuk menampung ikan.


Berhubung semuanya masih pagi, mereka tidak terburu-buru untuk memancing. Tak butuh waktu lama bagi Nola untuk mendapatkan ikan berkali-kali. Tapi berbeda dengan Solachen yang sama sekali belum mendapatkan ikan. Pria itu sedikit kesal.


"Apakah semua ikan di sini tidak lapar?" gumamnya. Melihat putrinya sudah mendapatkan banyak ikan, dia iri. "Anakku, bagaimana kamu bisa mendapatkan begitu banyak ikan?"


Nola mengerucutkan bibirnya. "Hanya beruntung."


"Ini curang," kata Solachen tidak senang.


"Tidak curang. Ini hanya menggunakan kemampuan. Jika kamu mampu, coba saja sendiri."

__ADS_1


"..." Apakah putrinya begitu sombong?


Solachen tidak memiliki kemampuan membawa keberuntungan. Nola benar-benar mirip dengan Noria sewaktu masih muda dulu. Saat ini, Solachen masih fokus untuk mendapatkan ikan. Mungkin karena Nola kasihan, pria itu akhirnya mendapatkan ikan pertama tangkapannya.


Tak lama, Mark datang sambil membawa gerobak kecil berisi kayu bakar. Dia terlihat berkeringat dan wajahnya sedikit merah karena kelelahan. Entah kenapa, dia ingin menuduh Halbert karena berbohong padanya.


"Kamu bilang gudang kayu bakar tidak jauh. Tapi kenapa begitu jauh?" Mark akhirnya mengeluh.


Dia berjalan cukup lama di halaman belakang sebelumnya. Lalu tak sengaja bertemu dengan kepala pelayan. Dia bertanya di mana gudang kayu bakar berada dan dibimbing ke sana. Siapa yang tahu jika gudang kayu bakar sebenarnya berada di paling ujung halaman belakang. Jauh dari keberadaan mereka berkemah.


Halbert tidak suka dengan kedatangan Mark dan Solachen sehingga sengaja ingin memberinya hukuman kecil.


"Rumahku besar. Maklumi," kata Halbert datar.


"..." Mark ingin mengutuknya.


Tiba-tiba saja Halbert mendapatkan panggilan telepon dari Frangky sang bawahan kepercayaan kelompok mafianya. Dia pergi sebentar ke tempat yang agak jauh dari mereka untuk mengobrol di telepon.


Frangky melaporkan jika Geng Kalajengking Hitam telah bergerak lagi. Kali ini mereka menyerang beberapa anggota mafia dan diantaranya terluka. Sementara itu, sebagian dari anggota mereka juga meninggal akibat racun kalajengking yang mematikan.


Setelah mengakhiri panggilan, Halbert mengerutkan kening. Dia kembali ke sisi Nola tanpa kelainan apapun. Namun Nola sebagai wanita tentunya sensitif akan perasaan dan suasana hati orang lain. Bahkan jika dia buta, aura di tubuh Halbert berubah. Seolah-olah pria itu tidak bahagia.


"Semuanya akan baik-baik saja," ujarnya.


"Apakah kamu ingin ikut bersamaku?" Halbert tidak perlu bertanya apakah Nola tahu atau tidak. Gadis itu selalu tahu melalui ramalannya keberuntungannya.


"Ya. Jangan khawatir, aku tidak akan lagi mengalami serangan balik saat membantu memberikan keberuntungan pada orang lain. Jadi kamu bebas bisa memintaku." Nola sangat percaya diri dan dia kembali mendapatkan ikan yang besar.


Keduanya tidak peduli dengan Solachen yang kesal karena hanya mendapatkan beberapa ikan.


Halbert dan Nola berbicara setengah berbisik. Pria itu membelai kepala istrinya. Jika Nola tidak lagi mengalami serangan balik setelah memberikan keberuntungan pada orang lain, maka Organisasi Supernatural Dunia akan lebih aktif memburunya hingga mati.

__ADS_1


Kembali menatap Solachen yang fokus ke danau, Halbert menghela napas panjang. Ayah dan anak sama-sama diburu organisasi itu, betapa menyedihkannya.


Melihat jika ikan di dalam ember sudah banyak, Halbert meminta Nola untuk menyudahi.


"Di mana aku harus membersihkan ikan ini?" tanya gadis itu.


"Bersihkan saja di rumah agar lebih sehat." Halbert tidak mau repot. Air di rumah lebih bersih dibandingkan kolam air mengalir yang ada tak jauh dari keberadaan danau.


Nola segera pergi membawa ikan yang ditangkap olehnya dan juga Solachen. Lalu pergi. Sekarang, hanya tiga pria yang ada di sana dan ekspresi Halbert menjadi serius setelah melihat Nola berjalan menuju rumah.


"Jika kamu ingin mengatakan sesuatu, katakan saja." Solachen tidak mungkin memberikan wajah yang buruk untuk menantunya itu.


"Apakah kamu kenal dengan pria bernama Sin?" tanyanya.


"Siapa itu Sin?" Solachen tampak biasa saja.


"Anggota Geng Kalajengking Hitam."


"Kelompok dunia bawah tanah?" tebak Solachen.


"Ya."


"Sebagai seorang bos mafia yang disegani, kamu bahkan tidak bisa mengatasi mereka?" ejek Solachen tanpa mengubah ekspresinya. Dia mulai merokok saat ini.


"Setiap kali aku ingin mencoba, orang di belakang geng itu akan melawan balik dan membuat pertahanan. Mungkin orang-orang juga memiliki kemampuan supernatural seperti mu atau Nola," jelas Halbert.


"Oh? Jarang sekali orang-orang supernatural berjuang di dunia bawah tanah sebagai penjahat negara. Tapi siapa itu Sin?"


"Dia adalah pengendali kalajengking hitam supernatural. Nola mengambil salah satu kalajengking hitam supernatural itu dari mata-mata yang ada di perusahaanku. Dia ingin menjadikan binatang beracun itu sebagai raja kalajengking," jelasnya sedikit pelan.


"Pengendali kalajengking?" Solachen tidak tahu tentang Sin tapi dia masih kenal dengan kemampuan yang dimiliki orang itu.

__ADS_1


Pengendali kalajengking supernatural, cukup bagus. Dengan kemampuan ini, pemilik tidak akan mempan oleh racun mereka sendiri. Namun karena semua ini masih berhubungan dengan geng yang besar, kemungkinan besar pria bernama Sin ini bukan pengendali utama.


Dia segera mencibir. "Aku bahkan tidak tahu namanya, bukankah hanya pengendali kalajengking hitam supernatural yang lemah? Putriku harusnya bisa mengatasinya. Apa yang kamu khawatirkan?" Solachen menyipitkan matanya yang agak sipit.


__ADS_2