Istri Buta Pembawa Keberuntungan

Istri Buta Pembawa Keberuntungan
Kembali Berulah


__ADS_3

NB: Red Chapter!


...----------------...


Wajah Nola sedikit pucat dan dis kembali ke kamar untuk beristirahat. Meski energi yang dibutuhkan untuk memasak tidak banyak, dia masih merasa tubuhnya kosong.


Agar bisa memasak dengan baik dan tidak ada kesalahan, Nola membutuhkan aura supernatural untuk memberikan keberuntungan pada diri sendiri. Jadi ini tidak sepenuhnya karena dia mampu melihat seisi dapur.


Mulai sekarang, dia akan melakukan semua yang bagus dilakukan oleh seorang istri meski Halbert tidak membutuhkannya.


Misalnya menyiapkan pakaian, membuatkan kopi atau teh, sesekali memasak dan berdandan untuknya. Nola ingin tampil lebih segar di depan pria itu.


Tanpa terasa, Nola telah melakukan semua itu selama beberapa bulan. Waktu berjalan cepat. Wickson juga sudah pergi meninggalkan Negara A untuk menghindari pengejaran organsiasi itu. Sementara Halbert terbiasa dengan Nola yang akan datang untuk menyiapkan kebutuhannya.


Pada suatu malam, Nola yang gelisah karena suatu alasan, datang ke ruang belajar Halbert dengan jubah mandi longgar setengah paha.


Saat itu, Halbert sedang menangani urusan kelompok mafianya dan melakukan panggilan video dengan Frangky.


Sebotol anggur merah mahal menemaninya. Saat melihat jika Nola datang dengan jubah mandi seperti itu, Halbert tertegun sebentar.


Dia langsung mengakhiri panggilan video dengan Frangky lalu menatap gadis itu dengan mata menyipit.


"Kenapa kamu datang dengan jubah mandi seperti itu? Apakah kamu menggodaku?" tanyanya santai.


Akhir-akhir ini dia terlalu sibuk sehingga lupa berapa kali Nola telah menyiapkan pakaian, membuat kopi atau memasak untuknya.

__ADS_1


Wajah Nola memerah dan kedua tangannya sedikit meremas satu sama lain. "Kamu tidak menyentuhku selama dua minggu terakhir. Aku pikir kamu bosan denganku. Jadi ...."


"Jadi kamu mengambil inisiatif untuk menawarkan diri?" Halbert memegang ponsel sedikit kencang. Jika dia tidak bereaksi saat ini, dirinya bukan pria normal bukan?


"Ya. Mungkinkah aku melakukan kesalahan dan tidak memuaskanmu sebelumnya?"


"Tidak." Halbert langsung menjawab dns tenggorokan kering saat ini. "Aku hanya terlalu sibuk sebelumnya."


Bukan hanya mengurusi perusahaan tapi juga kelompok mafia dunia bawahnya. Halbert tidak memiliki banyak waktu untuk bersantai.


Malam ini dia beristirahat sambil minum anggur untuk menghilangkan penatnya. Tapi siapa tahu gadis itu memiliki ide hantu untuk merayunya menggunakan jubah mandi seksi.


"Kemarilah," katanya.


Halbert meraih tangan gadis itu dan membiarkannya duduk di pangkuan. "Sepertinya aku membuatmu kesepian selama dua minggu terakhir. Apakah periode datang bulanmu sudah selesai?"


"Ya." Wajah Nola masih memerah.


Halbert menuangkan anggur sedikit ke dalam gelas dan meminta gadis itu untuk meminumnya. Ini bukan kali pertama Nola mencicipi anggur tapi masih tidak terbiasa dengan rasanya yang terasa pedas di dan memabukkan.


"Minum sedikit tidak akan membuatmu mabuk," kata pria itu.


Akhirnya Nola meminumnya. Halbert memperhatikannya dengan saksama. Setelah gadis itu meminum anggur, Halbert mencium bibirnya untuk merasakan sedikit anggur di mulut gadis itu.


Ciuman itu berlangsung cukup lama. Halbert lalu mengecap leher jenjangnya yang halus dan merasakan jika gadis itu tidak memakai apa-apa selain jubah mandi pendek.

__ADS_1


"Karena kamu berinisiatif untuk menawarkan diri, aku akan menerimanya," bisik Halbert sedikit serak. Dia bukan pria yang haus akan wanita. Tapi setiap kali dia menyentuh Nola, tubuhnya selalu ketagihan. "Jangan menangis memohon ampun nanti!"


Dia membopong gadis itu ke sofa dan menekannya. Tali jubah mandi dilepas dan Halbert mengecapnya kembali.


Pria itu melepas kancing kemejanya dengan terburu-buru dan bertelanjang dada. Dia tidak sabar untuk membenamkan miliknya di tubuh Nola.


Karena Nola berada dalam periode aman, Halbert tidak memakai pengaman. Dia langsung mulai bergerak perlahan setelah melakukan pemanasan.


Nola mulai berdesah di bawahnya berulang kali hingga tenggorokannya kering. Halbert tidak mengasihaninya. Dia melakukan cara bermain yang disukainya.


Karena sofa terlalu membatasi gerakan, Halbert membawa gadis itu ke kamar tanpa diketahui oleh pelayan. Dia tampak tidak sabar dan segera menekankan kembali di ranjang.


Halbert sedikit menggeram dan bergerak lebih intens hingga Nola tidak bisa menahan diri untuk berteriak.


"Istriku, kamu memiliki ekstasi alami di tubuhmu yang selalu membuatku puas berlama-lama," bisiknya.


"Halbert," gumam Nola. Pikirannya melayang. Kedua tangannya meremas selimut tebal di bawahnya. "Aku selalu menikmati ini," katanya.


Halbert benar-benar tidak tahan dengan suaranya. "Kamu mulai pandai merayuku. Siapa yang mengajarimu ini, hah?"


Dia tidak perlu menunggu jawaban Nola dan langsung membawanya ke awan musim semi. Nola tidak tahan dan berteriak hingga suaranya mulai serak.


Kedua kaki rampingnya melingkari pinggang Halbert dengan sedikit kekuatan. Dia masih tenggelam dalam ledakan musim semi di pikiran dan tubuh bawahnya. Tapi Halbert sudah memintanya mengambil pose lain.


Dan malam itu, keduanya memiliki pertempuran sengit di tempat tidur. Bahkan jika Nola menangis memohon ampun, Halbert tidak menghiraukannya.

__ADS_1


__ADS_2