
Di Organisasi Supernatural Dunia, Negara C.
Markas organisasi berada di sebuah pulau yang cukup luas dan agak terpencil dari penduduk kota di daratan utama negara. Di pulau itu juga, beberapa kegiatan terjadi dan semuanya terlihat normal. Kecuali pakaian mereka yang seragam menggunakan jubah hitam dengan logo organisasi.
Untuk tidak dicurigai oleh pemerintah, Organisasi Supernatural Dunia tidak pernah berinteraksi dengan banyak orang biasa. Bahkan pulau yang menjadi tempat markas telah dilindungi oleh aura supernatural khusus yang sangat kuat.
Di aula utama markas, seorang pria paruh baya berjubah hitam putih duduk dengan penuh wibawa. Wajahnya tidak terlihat jelas karena terhalang oleh topeng putih yang menutupi hingga pangkal hidungnya.
Pria paruh baya itu adalah pemimpin organisasi yang terkenal memiliki kemampuan tak terduga. Sesekali, pria itu akan mengelus cincin batu giok hitam yang tersemat di jari manis tangan kirinya.
Hanya saja meskipun dia terlihat damai di permukaan, pikirannya berkecamuk. Ada semacam kemarahan yang tak bisa dia luapkan di hadapan banyak anak buahnya. Alhasil, dia hanya bisa menghela napas panjang.
"Apakah semuanya sudah diselesaikan?" tanyanya pada mereka.
"Ya ... Ya, tuanku. Semuanya telah diselesaikan." Salah satu dari anggota kepercayaan organisasi menjawab, sedikit gemetar di hatinya.
Hanya dengan mendengarkan nada bicara pemimpin mereka, tentu saja tahu jika saat ini pemimpin sangat marah.
Malam sebelumnya, perbatasan organisasi diserang oleh sekelompok orang tidak dikenal. Jelas orang-orang itu tidak diketahui asal-usulnya tapi memiliki kemampuan yang aneh. Awalnya organisasi tidak terlalu memedulikan orang-orang itu. Pemimpin hanya meminta mereka untuk menyingkirkan pengganggu itu. Tapi siapa yang menduga jika orang-orang misterius itu datang untuk mengacau.
Karena kelalaian mereka serta meremehkan pihak lain, pemimpin sangat marah. Menangani orang-orang misterius itu benar-benar merepotkan. Mereka baru saja menyelesaikannya sore ini.
Mo Shige, nama pemimpin organisasi saat ini, terkenal sebagai seorang ahli supernatural yang disegani. Kekuatannya saat ini tidak diketahui ada di tingkat yang mana. Namun yang pasti, tidak ada seorang pun di organisasi yang mampu mengalahkannya.
Setiap tahun, anggota organisasi bertambah dari berbagai kalangan. Selama mereka memiliki bakat yang luar biasa, Mo Shige akan merekrutnya ke organisasi. Jika orang-orang yang diajak itu menolak, Organisasi Supernatural Dunia akan memburu mereka atau membunuhnya untuk mencegah masalah di masa depan.
Mo Shige menatap mereka dengan ekspresi datar tapi penuh perencanaan di kepalanya. "Jadi, apakah kalian sudah mencari tahu dari mana orang-orang itu muncul?" tanyanya.
__ADS_1
Salah satu anggota kepercayaannya berkeringat dingin dan mengangguk ragu-ragu. "Tuanku, dilihat dari tubuh mereka, tidak ada tanda-tanda apapun selain perawakan orang-orang Negara S. Dan ada satu kesamaan, di tubuh bagian dada kiri mereka terdapat tato salib perak. Sepertinya neraka juga berasal dari sebuah organisasi tertentu."
"Tato salib perak?" Mo Shige menyipitkan mata. Aura kegelapan yang dipancarkan dari salah satu telapak tangannya seperti sedang menganalisis sesuatu. "Biarkan aku melihatnya secara langsung."
Mereka pun membawa beberapa mayat orang-orang misterius yang telah meninggal akibat pertempuran sebelumnya. Mo Shige memeriksa mereka tanpa rasa jijik sekalipun. Dia melihat tato salip di dada kiri orang-orang misterius itu. Lalu sepertinya Mo Shige Mai teringat dengan seseorang.
Mata pria paruh baya itu menyipit. Di balik topeng putihnya itu, matanya sedikit memerah karena menahan amarah.
"Solachen! Solachen Heyu!" geramnya langsung mendengkus.
Hanya Solachen yang memiliki anting salib perak yang selalu dipakainya sejak dulu. Dan itu merupakan ciri khasnya sendiri. Jelas Mo Shige terkejut karena Solachen memiliki orang-orang yang membuat anak buahnya sendiri kewalahan sepanjang hari.
Tapi kenapa Solachen tiba-tiba menyerangnya?
"Di mana terakhir kali Solachen tinggal saat ini?" tanyanya.
"Keluarga Jefford?" Mo Shige sedikit mengerutkan kening.
Keluarga Jefford ini merupakan keluarga berpengaruh di ibu kota Negara A. Setidaknya, keluarga itu juga berfokus pada dunia mafia. Yang jelas tidak ada hubungannya dengan dunia supernatural. Karena itulah Mo Shige tidak pernah mau ikut campur dalam urusan manusia biasa. Ini melanggar aturan organisasi.
Tapi kenapa Solachen tinggal di sana, jelas pasti tidak biasa.
"Nola adalah target kita dan Solachen juga sama. Belum lagi ada Wickson yang merupakan paman gadis itu. Sepertinya mereka saling berhubungan," kata Mo Shige curiga. "Kirim beberapa orang lagi untuk memantau mereka. Cari tahu apa hubungan Solachen dengan keluarga Jefford atau ... dengan gadis itu."
Mo Shige melihat tato salib perak di dada orang misterius yang telah meninggal itu. Dia meminta mereka untuk membuat semua mayatnya ke laut dan pastikan dimakan oleh ikan predator. Tidak boleh ada jejak pembunuhan apapun terendus oleh pemerintah setempat. Pasti urusannya jadi panjang di masa depan.
"Sudah bertahun-tahun berusaha untuk menangkap mereka, tapi tidak pernah berhasil sekalipun. Kali ini, kita harus meningkatkan kemampuan orang yang dikirim."
__ADS_1
Mo Shige tidak berniat untuk berbelas kasihan atau bermain lagi dengan mereka. Waktunya untuk berburu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di kediaman keluarga Jefford, Negara A.
Solachen kembali setelah lewat pukul dua belas malam. Dia kembali diam-diam tanpa membangunkan orang rumah. Nola sudah tidur karena kelelahan setelah pertempuran ranjang dengan Halbert. Sedangkan Halbert sendiri berada di ruang belajar untuk mengurus beberapa pekerjaannya yang tertunda.
Pintu ruang belajarnya diketuk oleh Solachen. Halbert membiarkannya masuk. Melihat Solachen datang, Halbert sedikit terkejut. Lalu Mark menjaga di luar ruang belajar agar tidak ada orang lain yang menguping.
"Apakah ayah mengganggu waktumu?" Solachen melihat Halbert sepertinya sedang melakukan panggilan video dengan mitra-mitra kerjanya di luar negeri.
Halbert mengucapkan beberapa patah kata pada para mitra di video call dengan menggunakan bahasa Negara I lalu mengakhirinya. Dia tersenyum pada ayah mertuanya.
"Tentu saja tidak. Hanya beberapa panggilan kecil. Bukan masalah besar."
Jika Asisten Jae ada di sini dan mendengar perkataan Halbert, mungkin akan menangis dalam hati. Apa yang bukan masalah besar? Halbert sedang mendiskusikan harga proyek kerja sama antar anggota kamar dagang lainnya.
Solachen tidak mau mencari tahu benar atau tidaknya, dia memang ingin membicarakan sesuatu dengannya.
"Kalau begitu, mari bicara sebentar. Ada sesuatu yang penting harus kamu ketahui. Dan kemungkinan besar ini juga membuatmu memilih."
Ekspresi Solachen yang serius membuat Halbert sedikit tegang. Apakah Solachen tahu sesuatu tentang apa yang terjadi malam ini? Tidak tahan melihat putrinya dianiaya di tempat tidur atau ....
Solachen terkekeh saat melihat Halbert sedikit canggung. Lalu mengusap lehernya sendiri setelah duduk di seberangnya tanpa permisi lebih dulu.
"Lain kali, tutupi bekas ciuman panjang saat bekerja. Apakah putriku begitu bernafsu terhadapmu?" Solachen sedikit bercanda langsung 'He he' dua kali, agak malu.
__ADS_1
Dia jadi teringat dengan Noria. Jika wanita itu masih hidup, bukankah hidupnya juga tidak akan kesepian? Setiap bangun tidur, pasti ada wanita yang dicintai berbaring di sampingnya. Saat pulang kerja, pasti ada istri yang menyambutnya. Betapa irinya dia saat ini dan hatinya penuh penyesalan masa lalu.