Istri Buta Pembawa Keberuntungan

Istri Buta Pembawa Keberuntungan
Terjebak Bersama


__ADS_3

Halbert memikirkan anak buahnya yang mati dan keracunan akibat kalajengking hitam supernatural. Dia mempercayakan semuanya pada Frangky saat ini. Berharap saat dia kembali ke sana, semuanya sudah baik-baik saja.


"Aku ingin tahu siapa yang membantu mereka di belakang. Ini tidak akan ada hubungannya dengan Organisasi Supernatural Dunia kan?"


Tangan Solachen yang memegang rokok sedikit kaku lalu menggelengkan kepala. "Mereka tidak akan berani bertindak seperti itu. Mungkin orang yang di belakang nya adalah bos tersembunyi yang memiliki sedikit bakat ...."


Jika Nola mampu mengolah kalajengking hitam supernatural menjadi raja kalajengking, maka Solachen akan sangat bangga. Ini membuktikan jika putrinya mampu dan tidak mudah ditindas. Bahkan mungkin bisa mengebiri Halbert jika suatu hari nanti selingkuh.


Apa yang dipikirkan Solachen tidak diketahui oleh Halbert.


Mark sudah membuat api unggun yang sia digunakan untuk memanggang ikan.


"Tuan, ini sudah waktunya minum obat," kata Mark seraya mengeluarkan botol pil obat kecil dari saku jasnya.


"Kenapa kamu mengingatkanku tentang ini? Aku sangat tidak ingin minum obat," ucap Solachen tidak suka.


"Tuan, tubuhmu harus tetap stabil sepanjang waktu. Jika tidak, dokter akan berkata bahwa kamu sakit karena usia tua," canda asistennya.


Solachen memelototinya. "Beraninya berkata aku sudah tua?!"


"Tuan ... Ingat umur ..." Mark hanya mengingatkan nya.


Solachen mendengkus dan mau tidak mau menelan dua pil obat.


"Obat apa yang kamu minum?" tanya Halbert.


"Hanya obat untuk menjaga keseimbangan tubuh. Aku datang ke rumah sakit hanya untuk membeli ini. Kerusakan organ internal ku disebabkan oleh serangan balik kemampuanku. Rumah sakit tidak akan mampu mendeteksinya." Solachen menjelaskan kembali agar Halbert tidak salah paham.


Setelah minum obat, Solachen merasa lebih baik.


Tak lama setelah itu, Nola datang membawa ikan yang telah dibersihkan dan diberi bumbu. Halbert mulai memanggang ikan satu persatu dan menunggu hingga matang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Saat malam tiba, api unggun yang baru telah dibuat dan keempatnya duduk di dekat sumber api untuk menghangatkan tubuh. Masing-masing memiliki sekaleng bir, kecuali Nola yang memilih untuk meminum segelas susu. Halbert tidak mengizinkannya untuk meminum kopi karena khawatir membuatnya sudah tidur.

__ADS_1


Suasana di dekat danau tidak terlalu mencekam tapi embusan angin dingin masih terasa. Tiba-tiba saja Mark berteriak karena terkejut melihat seekor kalajengking hitam supernatural muncul di bahu Nola.


"Ah? Kalajengking? Dari mana asalnya?" Mark lupa jika kalajengking hitam supernatural itu milik Nola saat ini.


Nola melihat ke bahunya sendiri. Kalajengking hitam supernatural mendesis kecil dan melompat turun dari bahu gadis itu. Lalu pergi menuju arah kegelapan dengan cepat. Nola mengerutkan kening saat ini dan mengikutinya.


"Hei, Nona Muda, kamu mau ke mana?" Mark masih terkejut dan akhirnya khawatir gadis itu tersesat.


Halbert tidak senang dengan Mark yang menyebut Nola dengan kata 'Nona Muda'.


"Panggil dia Nyonya Muda di masa depan. Dia adalah isteri Halbert Jefford ku. Nyonya Jefford ...," protesnya.


Mark sedikit menyesal. "Aku tahu, maaf, maaf," katanya. Setidaknya Halbert adalah menantu tuannya saat ini. Dan tuannya juga mengakui menantu ini.


Pada akhirnya Mark tidak menyadari jika Solachen juga sudah pergi. Dia mengutuk dalam hatinya dan pasti pria itu mengejar Nola saat ini. Halbert masih bersikap tenang saat ini setalah mengingat jika Nola bukan gadis penakut seperti di masa lalu.


"Ke mana mereka pergi?" Mark penasaran. "Kenapa kita tidak menyusul mereka?"


"Jangan berisik dan tunggu sebentar. Jika mereka tidak kembali, kita mencari."


"Ini wilayah keluarga Jefford. Ada pagar pembatas besar yang membatasi antara hutan dan perkebunan."


"..." Kenapa kamu sangat kaya? Mark cemburu.


Tapi Solachen juga tidak miskin sebenarnya. Setelah mengumpulkan banyak kekayaan selama bertahun-tahun, Solachen berhasil menjadi orang sukses.


......................


Saat ini, Nola mengikuti kalajengking hitam supernatural ke perkebunan yang cukup rimbun. Dia bahkan harus mengandalkan kemampuan auranya untuk menentukan lokasi di mana kalajengking itu berada.


"Ke mana kamu ingin pergi?" gumamnya.


Kalajengking hitam supernatural mendesis lagi dan akhirnya tak terlihat setelah melewati jalanan menurun. Nola tidak berpikir banyak dan mengira jika turunan itu tidak terlalu dalam.


Namun saat gadis itu menginjaknya, tiba-tiba saja terpeleset. Nola terkejut. Tubuhnya seketika hilang keseimbangan dan dipastikan jatuh ke tempat yang gelap. Di saat Nola terjatuh, seseorang juga ikut jatuh bersamanya. Orang itu memeluknya untuk menggantikan posisi jatuh lebih dulu.

__ADS_1


Teriakan Nola saat jatuh ke lubang yang cukup dalam menggema. Halbert dan Mark langsung menyusul dan pergi ke arah teriakan itu berada.


Sementara Nola yang jatuh ke dalam lubang, tidak merasa tubuhnya terlalu sakit. Tapi dia mendengar suara Geraman kesakitan di bawanya.


"Kenapa kamu juga mengikutiku?" tanyanya kesal.


Nola merasakan aura Solachen di dekatnya dan seketika kesal. Tidak tahu kenapa dia kesal. Yang pasti Nola tidak suka jika Solachen menggantikan posisinya saat terjatuh. Lagi pula, dia tak akan mati juga saat jatuh dari ketinggian tidak lebih dari lima meter.


Tidak menunggu Solachen menjawab, Nola melihat kalajengking hitam supernatural sudah memasuki lubang di salah satu dinding lubang yang terbuat dari tembok. Lubang galian di sini tampaknya sengaja dibuat untuk menampung air hujan.


Nola pindah dari tubuh Solachen dan memastikan jika pria itu baik-baik saja.


"Kamu ... Apakah kamu baik-baik saja?" Pada akhirnya Nola masih bertanya. Dia masih tidak mau memanggilnya 'ayah'.


Solachen bangun. Walaupun punggungnya sakit dan rasanya ada yang patah, dia tidak menunjukkannya di depan putrinya sendiri.


"Tidak apa-apa. Kenapa kamu berjalan tanpa melihat apa yang ada di depan? Bagaimana jika itu jurang yang sangat dalam?" Solachen sedikit kedinginan di hatinya saat membayangkan gadis itu jatuh ke tempat yang sangat berbahaya.


Nola cemberut. "Aku buta," jawabnya sengaja.


Lagi pula dia tidak menyadari jika di depannya ada lubang. Perkebunan di sini terlalu gelap dan tidak ada sumber penerangan sama sekali. Hanya dengan mengandalkan kemampuan mata keberuntungannya, Nola masih tidak bisa menebak jalan seperti apa saja di depan.


"Kita terjebak di sini? Apa yang akan kamu lakukan?" Solachen tidak melihat ada tangga untuk naik. Jadi dia hanya bisa menunggu Halbert dan Mark datang.


"Aku akan mengikuti kalajengking hitam tadi. Dia mungkin menemukan sesuatu," jawabnya.


Tak lama, kalajengking hitam supernatural muncul lagi seolah-olah menunggu Nola untuk mengikuti.


"Apakah ada pintu di sini?" Nola memeriksa sekitar.


Solachen juga membantunya untuk mencari pintu yang mungkin saja tersembunyi. Faktanya, memang ada pintu yang menghubungkan ke terowongan bawah tanah. Hanya saja pintunya terbuat dari besi dan sudah berkarat.


"Pintunya tidak dikunci tapi macet," ujar Solachen. "Aku akan mencoba untuk membukanya."


Walaupun Solachen tidak memiliki kekuatan lain selain memanipulasi pikiran orang lain, dia masih seorang pria yang banyak tenaga. Sementara, kalajengking hitam supernatural keluar-masuk dari lubang di bawa pintu.

__ADS_1


__ADS_2