Istri Buta Pembawa Keberuntungan

Istri Buta Pembawa Keberuntungan
Halbert Menyusul


__ADS_3

Nola yang telah berada di tempat yang cukup jauh dari kediaman keluarga Kei akhirnya tak bisa menahan diri untuk muntah darah. Organ dalamnya terasa sakit semua. Menggunakan teknik terlarang keluarga Whitemir memang tidak membahayakan nyawa, tapi menguras aura supernatural.


Ini agak menyebalkan. Jika dia tidak memiliki sisa kekuatan terakhir untuk melarikan diri, mungkin hanya menunggu untuk ditangkap. Untungnya ruang bawah tanah berhasil terbakar berkat dirinya yang memperbesar api dengan aura supernatural. Nola membuat apinya tak mudah untuk dipadamkan.


Dalam sekejap, kedamaian di rumah keluarga Kei pecah dengan terbakarnya ruang bawah tanah. Para pelayan yang penjaga yang bertugas segera bergegas untuk memadamkan api. Nyonya tua Kei serta putranya langsung melihat api membakar ruang bawah tanah, mau tidak mau hampir pingsan.


Terutama wanita tua Kei yang tak bisa membayangkan apa yang terjadi sebelumnya.


"Kenapa semuanya terbakar seperti ini? Siapa yang berani melakukannya?!" teriak wanita tua Kei agak serak. Dia seperti akan terkena serangan jantung di tempat.


Tidak ada yang tahu rahasia di ruang bawah tanah kecuali anggota keluarga kepercayaannya. Bahkan Matsuyama Kei sendiri tahu ibunya memuja iblis untuk membuat ilmu sihir. Ruang bawah tanah adalah ruang pemujaan.


"Bu, tenanglah. Kita akan mencari tahu setelah memadamkan apinya lebih dulu."


"Tidak perlu dipadamkan dengan sia-sia!" Wanita tua Kei menghentakkan tongkat jalannya. "Ini bukan api biasa."


Hanya dengan melihat seberapa besar si jago merah melalap ruang bawah tanah, wanita tua Kei sudah mencium napas yang bukan milik api alami. Tapi api supernatural! Seorang ahli baru saja menyelinap ke kediamannya.


Wanita tua Kei mengkritik para bawahan samurai yang berada di bayang-bayang. Bukanny menjaga lingkungan tetap aman dari penyusup, ini malah kecolongan. Tapi wanita tua Kei juga tidak bisa menyalahkan mereka. Ahli seni bela diri berbeda dengan ahli supenatural.


"Kali ini aku tidak beruntung karena bertabrakan dengan seorang ahli," gumamnya seraya melihat api besar yang menyala-nyala di depannya.


"Bu ...?" Matsuyama Kei bingung dengan ketenangan ibunya.

__ADS_1


Sementara itu di sisi lain. Wajah Nola di balik kegelapan mulai pucat. Dia bersandar di balik pohon untuk menenangkan dirinya. Untungnya para samurai itu tidak memiliki kemampuan supernatural sehingga tidak akan menemukannya begitu cepat. Sekarang dia mengkhawatirkan pelacakan wanita tua Kei.


Nola berharap jika wanita tua Kei itu tidak membuat gerakan besar malam ini hanya untuk menemukannya. Namun tampaknya Nola terlalu berharap tinggi. Dia mendengar suara lari seekor anjing tak jauh di belakangnya.


"Reaksi wanita tua itu lumana juga," gumamnya langsung tersenyum.


Nola menajamkan indera pendengarannya dan mulai menganalisis sekitar. Setelah beristirahat sebentar untuk memulihkan diri, ia bersiap untuk meninggalkan tempat tersebut. Namun tanpa diduga, sosok jangkung muncul tiba-tiba di depannya.


Sebelum Nola bereaksi terhadap pihak lain yang muncul begitu saja, tubuhnya mendadak ringan. Pihak lain membawanya meninggalkan tempat itu tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


Tepat setelah keduanya pergi, seekor anjing yang mirip serigala juga tiba. Binatang buas itu menggeram dengan mata merah menyala, menunjukkan gigi runcingnya. Sekilas, dia bukan anjing biasa tapi jenis iblis.


Di sisi Nola saat ini, pria yang membawanya pergi tak lain adalah Halbert yang baru saja menyusulnya. Mengetahui cerita dari Sekretaris Eli, ia hampir tak bisa menahan diri untuk marah padanya.


"Halbert? Kapan kamu tiba di negara ini?" Nola terkejut. Dia masih dalam pelukan pria itu saat meninggalkan kediaman keluarga Kei.


Nola mengalami luka dalam dan muntah darah. Halbert bisa mencium batu darah dari tubuhnya. Jika dia tidak muncul teoat waktu, anjing iblis itu akan segera mencabik istrinya. Bagaimana mungkin Halbert tidak merasa kedinginan di hatinya.


Andai saja dia masih manusia biasa tanpa kekuatan, bahkan jika dirinya seorang bos mafia, tidak mungkin bisa membawa Nola dengan santai dari pelacakan anjing iblis wanita tua Kei. Jadi setelah tiba di tempat yang aman, dia memeluknya dengan erat.


"Nola, jangan membuatku takut sepanjang waktu. Seberapa jahat dan kejamnya aku, hatiku tidak terbuat dari batu," bisiknya. Intinya, ia juga memiliki perasaan. Melihat orang yang dicintainya dalam bahaya, ia juga tegang.


"Kamu tahu kemampuan ku. Aku tidak bisa mati."

__ADS_1


"Ini bukan intinya. Bisakah kamu mengerti?"


Nola terdiam untuk waktu yang lama dan memeluknya. "Aku tahu," bisiknya.


Nola terbiasa dikucilkan dan disika oleh para pelayan saat masih menjadi seorang pengecut di keluarga Neilson. Ia hampir mengandalkan dirinya sendiri untuk bertahan hidup. Ia tidak pernah membayangkan hidupnya akan berubah setelah bertemu dengan Halbert.


Keduanya segera kembali ke apartemen secara diam-diam. Karena Halbert membeli kepemilikan gedung apartemen, kamera pengawas dia setiap lorong yang merekam keduanya juga dihapus.


Sekertaris Eli sudah menunggunya cukup lama dengan perasaan cemas. Setelah melihat keduanya, ia akhirnya menghela napas lega.


"Kamu kembali dulu dan bicarakan besok," kata Halbert pada Sekretaris Eli.


Wanita itu mengiyakan dan segera meninggalkan ruangan tersebut. Di luar, ternyata Asisten Jae sudah menunggunya. Pria itu tanpa basa-basi meraih tangan Sekretaris Eli dan membawanya ke pintu lain yang ditempati olehnya.


Asisten dan Sekretaris bos saling menggulung selimut untuk bertukar rasa rindu yang telah lama terpendam.


Nola dan Halbert tidak memedulikan urusan percintaan para bawahan. Gadis itu mencoba memulihkan diri saat ini. Tapi mungkin karena organ internalnya mengalami kerusakan yang cukup parah, Halbert tidak bisa berbuat banyak.


"Katakan, bagaimana aku harus menyembuhkanmu?" tanya pria itu.


"Aku akan sembuh sendiri. Jangan khawatir. Lukanya hanya terlalu dalam, butuh waktu." Nola terbaring di tempat tidur tanpa mengganti pakaiannya lebih dulu.


"Kamu sangat berani membakar ruang bawah tanah keluarga Kei. Tidakkah kamu menunggu aku datang terlebih dahulu dan diskusikan?"

__ADS_1


"Ini sangat mendadak. Aku juga terpaksa melakukannya."


"Apa yang kamu temukan, mari bicarakan setelah kamu pulih." Halbert tidak memaksanya untuk bercerita saat ini. Ia tidak bisa menganiaya istrinya.


__ADS_2