
Di saat Helliu dan Halbert dalam perjalanan, Nola kini sudah beristirahat sebentar. Serigala hitam supernatural yang bernama Black itu sudah pergi dengan Moly dan Mola. Antarkan saja ke Organsiasi Fortuna untuk dilatih.
Adapun dia dan Orange berniat kembali untuk menemukan Halbert. Ia tidak tahu apa yang terjadi dengan suaminya saat ini.
"Tuan, pria kekar bertato itu pasti sangat marah saat ini jika tidak anjing hutan itu berkhianat."
Orange merasa bangga setelah membuat kepala Black menjadi botak.
Nola juga mengangguk. Kakinya agak sakit karena berlari sepanjang waktu. Belum lagi ads beberapa lecet. Lagi pula, high heels yang dia pakai sebelumnya hanya bisa dibawa jalan santai.
Tapi dia mencopot tumit sepatu dan berlari tanpa berpikir kakinya akan sakit.
Kemudian dia mendengar teriakan dari kejauhan. Ini persis teriakan Helliu. Aura membunuh yang sangat kuat semakin mendekat, membuat Nola tak bisa tinggal diam lagi.
Namun sebelum dia berdiri, sebuah belati tiba-tiba saja mengarah padanya dengan sangat cepat. Nola menghindar ke samping dan berguling satu kali.
Belati perak yang mengarah padanya kini tertancap di tanah cukup darah.
"Gadis sialan! Aku pasti akan membunuhmu sekarang!" Suara geraman Helliu yang tak jauh dari keberadaan Nola membuat suasana malam menjadi mencekam.
"Helliu! Sepertinya kamu sangat menyayangi anjingmu." Nola tersenyum dingin, bangkit secepat mungkin. Mata abu-abunya berubah menjadi hitam pekat.
Kali ini Nola bisa mengendalikan sisi gen mutasinya setelah latihan yang sangat panjang.
Helliu tidak banyak bicara dan mengambil belatinya yang tertancap di tanah. Ia menatap Nola dengan penuh permusuhan. Kali ini dia tidak peduli apakah harus membawa Nola atau tidak. Dia hanya ingin membunuhnya.
Belati perak kembali diayunkan ke arah Nola dengan kekuatan penuh. Jika terkena sayatan, bukan! Lebih tepatnya memotong, mungkin bisa kehilangan salah satu anggota tubuh.
"Aku tidak tahu berapa banyak orang yang telah kamu bunuh selama ini, Helliu. Namun tubuhmu sangat gelap. Ini lebih gelap daripada melihat aura seseorang yang akan mati."
"Jangan banyak bicara! Membunuhmu kali ini pasti akan menjadi pencapaian luar biasa dalam hidupku!" Helliu terus mengayunkan belati perak dan sesekali menendang.
Pepohonan yang menjadi korban tumbang karena pukulan dan sayatan belatinya.
Orange sudah lama bersembunyi di atas pohon. Orang itu terlalu mengerikan. Kucing ini takut mati, meow!
Bukannya Orange tidak mau membantu, ia hanya kurang kuat. Jika dipaksa maju, mungkin akan membuat Nola kehilangan konsentrasi.
__ADS_1
Nola menghindar dengan cepat setiap kali Helliu melakukan gerakan membunuh. Ia tidak tahu di mana Halbert saat ini.
Adapun Halbert sekarang, dia juga tengah menyusul. Namun kecepatan lari Helliu lebih baik darinya. Jadi Halbert banyak tertinggal.
Halbert bersumpah untuk meningkatkan kecepatan larinya di masa depan.
Suara pertempuran di depan me.buat Halbert berlari lebih cepat lagi. Dia menghindari setiap pohon di depannya dengan mudah.
Kemudian dia melihat Helliu mengayunkan belati ke arah Nola berkali-kali. Gadis itu juga sedikit kewalahan. Halbert menggertakkan gigi dan matanya mengembun (sorot mata dingin).
Dia segera menendang Helliu ke arah lain ketika belati itu hampir mengenai dada Nola.
Helliu menabrak pohon sangat keras hingga batang pohon retak dan tumbang. Dia juga memuntah darah.
Halbert memeriksa keadaan Nola. "Apakah kamu baik-baik saja? Maaf, aku terlambat." Dia memegang kedua tangan Nola dengan erat. Tangannya sudah berkeringat dingin.
"Tidak apa-apa. Aku baik-baik saja." Nola menggelengkan kepala. Ia lega Halbert datang. "Bisakah kamu menyelesaikan ini? Hari sudah malam, aku khawatir kakek akan khawatir jika tidak mendapatkan kabar."
"Jangan khawatir. Aku akan menyelesaikannya." Halbert bertekad untuk bertarung sengit dengan Helliu kali ini.
Tidak peduli apapun, pria berbadan kekar itu harus mati!
"Apakah kamu tahu bagaimana akhir dari seorang penjahat? Aku akan memberitahumu dengan jelas!" Pria itu menyeringai.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kakek Jefford menunggu di ruang utama dengan gelisah. Sudah pukul delapan malam tapi Nola dan Halbert belum pulang. Ponsel mereka bahkan tak bisa dihubungi.
Berulang kali Kakek Jefford menghubungi mereka, namun hasilnya masih sama.
Butler Cello menyajikan secangkir kopi untuk tuan tuanya. "Tuan, mungkinkah terjadi sesuatu pada tuan muda dan nyonya muda?" tebaknya.
Butler Cello adalah butler baru yang dipilih Kakek Jefford satu tahun lalu. Pria paruh baya itu memiliki kinerja yang baik dan bertanggung jawab. Tidak seperti Butler Flir di masa lalu, Kakek Jefford tidak perlu khawatir adanya pengkhianatan lagi.
"Tidak mungkin. Tapi perasaanku memang tidak nyaman. Coba kamu hubungi pria tua Jaley itu. Tanyakan sesuatu padanya."
Butler Cello mengangguk dan menghampiri telepon rumah. Ia menekan nomor Jaley Scott lalu menunggumu terhubung.
__ADS_1
Tak lama kemudian, panggilan terhubung. Orang yang menerima telepon adalah Tom.
"Halo, di sini keluarga Scott. Siapa ini?" tanya Tom di seberang telepon.
"Aku butler keluarga Jefford. Apakah tuanmu ada?" Butler Cello sudah mengenal Tom jadi tidak sopan saat bicara.
"Oh, ternyata kamu, Cello. Tuanku sedang tidak ada di rumah. Tampaknya dia keluar terburu-buru saat mendapat panggilan dari Organsiasi Fortuna. Apakah ada sesuatu?"
"Tanyakan padanya apakah tuan muda dan nyonya muda keluarga kami pernah ke sana atau ke organisasi? Mereka belum pulang sampai sekarang."
"Belum pulang?" Tom terkejut. "Mereka tidak datang ke sini. Tapi tuanku tahu ada pesta pernikahan asisten dan sekretaris tuan muda Halbert. Seharusnya berakhir sore tadi. Mereka belum kembali?"
"Belum."
"Kalau begitu tunggu sebentar. Aku akan menghubungi tuanku lebih dulu."
Tom menggantung telepon dan tampaknya sedang menghubungi Jaley Scott dengan ponselnya sendiri. Tak lama kemudian, Tom selesai bicara dan memberi tahu sebisanya.
"Tuanku berkata jika menjelang malam tadi, Mola dan Moly kembali dengan seekor serigala hitam yang kepalanya setengah botak. Tuanku tahu kedua macan tutul itu mengikuti tuan muda dan nyonya mudamu ke pesta sebagai pelindung. Tampaknya ada sesuatu yang terjadi."
Penjelasan Tom tentu saja hanya berdasarkan apa yang dikatakan Jaley Scott. Lagi pula, Jaley Scott juga tidak tahu apa yang menimpa keduanya.
Belum lagi, serigala hitam supernatural yang dibawa kedua macan tutul supernatural itu baru saja melepas kontrak secara paksa. Jaley Scott menebak, pasti Nola yang melakukannya.
Butler Cello tahu jika semua ini tidak sederhana. Dia mengatakan beberapa patah kata pada Tom dan menutup telepon. Ia kembali lagi ke sisi Kakek Jefford.
"Tuan Tua ..." Butler Cello mengatakan apa yang dijelaks Tom di telepon.
Kakek Jefford terkejut. Lalu khawatir lagi. Nola pasti diincar Organsiasi Supernatural Dunia lagi. Kali ini tidak tahu siapa lawannya.
Karena kedua macan tutul itu kembali membawa seekor serigala berkepala botak, harusnya tidak ada masalah besar.
"Ngomong-ngomong, kenapa kepala serigala hitam itu bisa botak?" Kakek Jefford penasaran.
Ia pernah melihat serigala hitam sebelumnya. Tapi serigala dengan kepala botak tidak pernah sama sekali.
Butler Cell berpikir dalam. "Mungkin serigala juga memiliki tekanan pekerjaan yang tinggi?"
__ADS_1
"..." Sepertinya serigala tidak perlu uang untuk mendapatkan sepotong daging, bukan?
Kakek Jefford akhirnya terdiam.