Istri Buta Pembawa Keberuntungan

Istri Buta Pembawa Keberuntungan
Lin Yehua Akan Sial


__ADS_3

Lin Yehua ragu untuk menjawab panggilan telepon yang masuk. Ada dua kemungkinan yang dia takuti saat ini. Pertama adalah istri dari pria hidung belang yang pernah dirayunya hingga tidur. Kedua, penagih utang yang meneror nya.


Ibu Lin Yehua berutang banyak uang pada seorang rentenir. Mirisnya, semua utang itu dilempar padanya untuk dibayar.


Lin Yehua sudah tidak bisa bergantung pada ibunya lagi sekarang. Wanita yang melahirkannya itu hanya menganggapnya sebagai mesin uang. Jika tidak ada uang yang diberikan, ibunya kan berutang. Dan utang akan mengatasnamakan dirinya.


Cepat atau lambat, ibunya akan memaksa dia untuk mati.


"Kenapa kamu tidak menjawabnya?" Yujin kesal dengan suara ponsel yang berdering tanpa henti.


Lin Yehua tertekan. Tapi dia malah memberanikan diri untuk menjawab panggilan telepon.


"Halo, siapa ini?" tanyanya tanpa basa-basi.


"Ini aku, Halbert." Suara pria magnetis di seberang telepon langsung membuat Lin Yehua sedikit pusing.


Halbert? Halbert yang menelponnya? Lin Yehua terdiam sementara waktu, khawatir itu panggilan iseng.


Tapi dia juga tidak memiliki nomor telepon Halbert semenjak meninggalkan negara A tahun lalu. Mungkinkah ini nyata?


"Apakah kamu benar-benar Halbert? Jangan menipuku!" Lin Yehua maksud kurang percaya.


"Bukankah kamu datang ke perusahaan untuk mencariku akhir-akhir ini. Aku sibuk sehingga tidak bisa ditemui. Ada apa kamu mencariku?" Suara Halbert terdengar lagi.


Lin Yehua sangat senang hingga jantungnya berdetak kencang. Ini suara Halbert, bukan palsu. Yujin yang melihat nya seperti itu, diam-diam jijik di hatinya.


Wanita dengan otak cinta seperti Lin Yehua, tak heran organisasi memilihnya. Tapi dia terkejut ketika Halbert menelpon Lin Yehua.


Apakah matahari terbit dari barat hari ini?


"Halbert, bisakah kita bertemu. Ada sesuatu yang ingin ku sampaikan padamu. Ini tidak akan memakan waktu lama." Lin Yehua harus memenangkan pria itu lebih dulu.


Pertama, ajak bertemu, bicara satu sama lain tentang beberapa urusan perusahaan. Pura-pura saja ingin bekerja sama. Kedua, ajak minum anggur hingga mabuk, lalu beri obat dan bawa ke tempat tidur. Ketiga, usahakan untuk hamil dan akhirnya menjadi nyonya.


Ia pasti akan menendang Nola dari rumah keluarga Jefford. Paling buruk, dirinya akan menjadi istri kedua. Tidak masalah.


Lin Yehua penuh dengan berbagai macam rencana dan pikirannya tersendiri. Yujin sama sekali tidak peduli.


Halbert di seberang telepon tampak terdiam untuk sementara waktu.


Lin Yehua mengira pria itu khawatir istrinya akan curiga dan marah, jadi buru-buru menjelaskan.


"Jangan khawatir, beritahu saja istrimu jika kamu ada urusan denganku tentang kerja sama perusahaan. Tak ada yang lain. Istrimu harusnya mengerti bukan?"

__ADS_1


Tak lama kemudian, Halbert tertawa di seberang telepon. Tawa itu seperti suara lonceng yang menyenangkan di telinga Lin Yehua.


"Baiklah kalau begitu. Aku hanya punya waktu sore ini." Halbert di seberang telepon menyetujui Lin Yehua untuk bertemu.


"Kenapa tidak malam ini? Apakah kamu benar-benar sibuk?"


Akan lebih bagus jika keduanya makan malam bersama. Dengan begitu, mudah untuk menemukan hotel dan tidur sampai pagi. Lalu hubungi Nola dan katakan suaminya tidur dengannya. Gadis itu pasti akan kecewa dan marah.


Lebih bagus lagi jika keduanya bercerai!


Lin Yehua kembali memikirkan semua rencana. Pikirannya benar-benar penuh dengan semua trik kotor untuk kebahagiaannya sendiri.


"Malam ini aku punya kencan dengan istriku." Halbert menjawab dengan nada datar.


"Baiklah, sore ini tidak apa-apa. Mari bertemu di kotak pribadi restoran khas negara C. Apakah tidak masalah?"


"Tidak masalah. Kirimkan alamatnya padaku. Aku akan menjemputmu."


Setelah mengobrol cukup lama, Halbert menutup panggilan lebih dulu.


Lin Yehua juga menghela napas. Di sisi lain ia senang Halbert menyetujui untuk bertemu dengannya. Tapi saat ini, dia juga digunakan Yujin untuk mengikat Halbert ke sisinya.


Saat menelpon tadi, ia mengaktifkan loud speaker sehingga Yujin juga tahu apa yang dikatakan Halbert.


Yujin tampak berpikir. Halbert bicara biasa, seperti gayanya yang dingin dan terasing. Ia sama sekali tidak tahu apa yang disukai Lin Yehua dari pria seperti Halbert. Selain punya uang dan tampan, pria itu bukan tipe orang yang akan memanjakan wanita sampai mati.


"Tidak masalah. Saat menemuinya nanti, ingatlah untuk melancarkan tugasmu. Apakah kamu mengerti?" Yujin menyipitkan matanya ke arah Lin Yehua.


Wanita itu mengangguk. "Aku mengerti."


Melihat jam sudah sudah menunjukkan pukul tiga sore, Lin Yehua harus bersiap-siap. Ia harus mengganti pakaiannya lagi dan memakai parfum pemikat pria yang diberikan Yujin padanya.


Sebelum itu, Lin Yehua mengirim pesan pada Halbert berupa alamat tempat tinggalnya saat ini. Ia akan berada atau mobil dengan pria itu. Betapa senangnya!


Saat Lin Yehua melihat ke arah sofa, Yujin sudah menghilang dari tempatnya secara misterius. Ia sempat merinding dan mencoba untuk tenang.


Di dunia ini, ada orang-orang seperti itu. Ia pikir cuma cerita dongeng saja.


Lin Yehua akhirnya mandi dan memakai gaun yang memperlihatkan belahan dada dan punggungnya. Lalu memakai make up dan parfum. Aroma parfum pemikat pria ternyata sangat segar dan manis. Pasti akan membangkitkan hormon pria.


"Halbert, aku pasti akan mendapatkanmu malam kali ini!" gumamnya sangat bertekad.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Sementara itu, di sisi Halbert saat ini.


Ketika Halbert mengambil inisiatif untuk menelpon Lin Yehua, Nola ada di sampingnya. Bukan hanya itu, ide ini juga merupakan milik Nola.


Halbert sangat tidak berdaya. Dia tidak mau nomor teleponnya diketahui wanita lain sehingga menggunakan nomor Sean sebagai tumbalnya.


Sean hanya bisa meratapi nasibnya saat ini. Dia hanya bisa melihat ponselnya digunakan untuk menelpon wanita itu.


"Bos, apakah kamu tidak merasa kasihan padaku sama sekali? Aku bukan penanam benih," ucap Sean dengan ekspresi agak menyedihkan.


Heh, bukannya dia tidak pernah menghubungi banyak wanita dengan satu nomor sebelumnya. Tapi kali ini dia berniat pensiun sebagai pria penggoda. Lagi pula semua itu bukankah hanya untuk misi yang diberikan bosnya.


Dulu ia meniduri Chelsea dari keluarga Neilson dan membuat video panasnya hingga menghasilkan banyak uang. Sekarang dia ditumbalkan lagi untuk melakukan hal yang sama.


Bedanya kali ini, Halbert yang akan bertindak di awal dan dia menjadi penutupnya.


"Pesonamu cocok untuk melakukan pekerjaan ini. Bayaranmu juga yang paling tinggi." Halbert acuh tak acuh dengannya. Ponsel Sean sementara dia pegang lebih dulu.


"..." Sean tak bisa menyangkal.


Bos memberinya banyak uang selama bertahun-tahun. Sudah cukup baginya membangun marga dan mengukir sejarah keluarga baru. Tapi jika suatu hari nanti anak-anaknya tahu dia memiliki sejarah kelam, bukankah sangat memalukan?


Nola kasihan dengan Sean. Tapi dia tidak mau merusak rencana bagus ini. "Jangan khawatir, aku akan memberimu keberuntungan yang bagus. Aku berharap kamu memiliki jodoh segera," ujarnya.


"..." Nyonya Muda, kamu terlalu murah hati.


Sean tidak menganggap serius perkataan Nola. Ia adalah orang yang tak percaya Tuhan, okay?


Halbert melirik jam tangannya. Ini sudah hampir pukul empat sore. Lin Yehua mengirimi pesan alamat sebelumnya. Sekarang wanita itu mengirimi pesan lagi.


—Halbert, aku menunggumu.


...****************...


NB: Hey, Lin Yehua benar-benar akan segera sial. Menurut kalian, kesialan apa yang akan menimpa Lin Yehua?


A. Satu Ranjang Dengan Sean


B. Terjerat Dengan Penagih Utang


C. Satu Ranjang Dengan Yujin


D. Dituduh Merebut Suami Orang

__ADS_1


__ADS_2