Istri Buta Pembawa Keberuntungan

Istri Buta Pembawa Keberuntungan
Datang Sebelum Terlambat


__ADS_3

Frangky senang dengan datangnya Sean. Namun ketika melihat Nola, ia terkejut. Halbert sendiri belum kembali saat ini. Sudah cukup lama. Dia menahan rasa sakit di kaki dan kepalanya, enggan pingsan atau tidur sebelum bosnya kembali.


“Bos bilang dia akan melawan Mikeson. Sudah lebih dari tiga jam sekarang dan bos belum kembali. Tidak tahu keadaannya sekarang,” jawab Frangky lemah.


Di luar gua hujan lebat masih belum reda. Jalanan tanya berlumpur penuh air dan beberapa binatang malam yang suka air mungkin berkeliaran.


Nola keluar gua dan melihat sekitar dengan mata supernatural nya. Sangat gelap di mana-mana hingga ia merasa curiga. Bahkan kabut hitam yang muncul bukan kabut alami.


Kemudian Nola ingat jika Halbert menggunakan kabut hitam pekat untuk mengelabui musuhnya.


Tanpa sadar, Nola berkonsentrasi pada udara sekitar. Mencoba menangkap aura dari kabut hitam milik Halbert. Kabut hitam ini tampak lemah dan tidak berdampak sama sekali pada manusia atau hewan apapun.


Apakah terjadi sesuatu ada Halbert?


Nola kembali masuk gua dan memberi tahu mereka.


"Kalian tetaplah di sini. Aku akan mencari Halbert."


Sean mengangguk. Ia sudah berjanji hanya akan mencari Frangky. Kemudian gadis itu pergi meninggalkan mereka. Frangky jelas awalnya tidak setuju. Ia menatap Sean.


"Bagaimana kamu dan nyonya bisa bersama?" tanyanya.


"Awalnya hanya aku yang berniat mencari kalian. Tapi nyonya bos menelepon dan mengajakku mencari bos. Karena tujuan kami sama, jadi bersama saja. Tidak ada gunanya jika aku menghentikan nyonya bos."


Frangky terdiam. Ini memang fakta. Keduanya hanya orang biasa, tapi Nola dan Halbert adalah ahli supernatural.


"Apakah ponsel kalian mati?" tanya Sean mematikan.


"Tidak ada sinyal dan habis baterai. Coba cek ponselmu sendiri."


Sean mencoba melihat sinyal ponselnya. Kosong. Ia bingung. Seharusnya masih bisa menangkap banyak sinyal di sini. Sepertinya ada gangguan elektromagnetik di sekitar sini bukan?


Tidak heran jika Frangky dan Halbert tidak bisa mengirim pesan.


"Aku harap bos dan nyonya bos baik-baik saja," ucap Frangky.

__ADS_1


"Mereka pasti baik-baik saja. Aku sudah menghubungi yang lain untuk datang dan mengepung Geng Kalajengking Hitam. Harusnya berhasil kali ini."


"Bos bilang jika bisa keluar dari sini hidup-hidup, aku akan punya pacar dan menikah."


"Kamu memang sudah lama kesepian." Sean mengangguk.


"Lalu bagaimana denganmu, Bos Playboy?" goda Frangky.


"Aku dan Suyue baik-baik saja."


"Ck, kamu suka wanita Asia. Ini mengejutkan."


Keduanya tertawa untuk menghilangkan kecanggungan dan rasa khawatir.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara itu, Nola yang sibuk berlari mencari Halbert di kegelapan. Semakin jauh memasuki lembah, aura Halbert mulai terasa lebih jelas tapi juga lemah. Nola tidak tahu apa yang terjadi dengan pria itu. Mungkin Mikeson memiliki kecurangan untuk melawannya.


Kabut hitam semakin tebal dan sekarang Nola memasuki bidang kesunyian.


"Halbert!" teriaknya.


Nola berjalan lebih jauh dan kali ini tekanan di udara semakin jelas. Namun ini bukan milik Halbert, tapi musuh. Nola menyipitkan mata, diam dan mengamati sekitar dengan saksama. Kemudian mendengar suara tawa yang menggelegar, membuatnya segera berlari ke arah suara tersebut.


Di sisi lain, Halbert yang telah kelelahan bertarung memuntahkan darah dan jatuh berlutut tak jauh dari keberadaan Mikeson yang bermutasi.


Raja Kalajengking Hitam sudah tak berdaya, sama-sama kehabisan tenaga. Ia berwujud kalajengking hitam yang besar, berdiri di depan Halbert sebagai pelindung. Ekornya mungkin patah dan capitnya telah hilang satu.


"Oh, raja kalajengking hitam supernatural ternyata juga tidak sekuat yang kubayangkan. Ketika kamu pergi, kupikir menemukan tuan yang lebih kuat. Ternyata hanya begini-begini saja?" Mikeson mengejek. Tubuh mutasinya tidak terlihat berbeda dari sebelumnya.


Ia sudah meminum ramuan penambah tenaga lebih dari lima kali. Karena itu tenaganya tak pernah habis. Ia curang tapi masa bodoh. Selama bisa mengalahkan Halbert, lakukan saja.


Halbert menatap Mikeson dengan tatapan membunuh. Keringat dan air hujan bercampur menjadi satu hingga kulitnya yang pucat sedikit mengkhawatirkan.


Jika dia memaksakan diri untuk menggunakan aura supernaturalnya lagi, mungkin tubuhnya akan roboh. Tidak tahu apakah dia bisa hidup atau tidak. Yang jelas, ia tak bisa jatuh ke tangan Mikeson.

__ADS_1


Mikeson tertawa dan mengibaskan ekor buayanya ke arah Raja Kalajengking Hitam supernatural. Kali ini kalajengking hitam supernatural tak bisa menahan ekornya lagi dan akhirnya terpental ke sisi lain. Tubuhnya berubah lagi menjadi kecil.


"Dasar licik! Pengecut!" Raja Kalajengking Hitam supernatural marah dan kesal hingga semua kakinya mati rasa.


Mikeson mengabaikan binatang kecil yang tak berdaya itu dan menghampiri Halbert selangkah demi selangkah. Tangan berkuku panjangnya tidak sabar untuk mencabik pria itu.


Dia menahan tubuh Halbert dengan ekor buayanya yang besar. Halbert ditekan di tanah berumput yang basah, tak bisa bergerak. Tubuhnya lemah sekarang. Tapi tekad di matanya tak bisa disembunyikan. Bahkan jika harus mati, matilah tanpa rasa takut.


"Ketika kelompok mafia terbesar di negara ini hancur, maka Geng Kalajengking Hitam akan naik ke puncak. Aku akan menggantikan posisimu sebagai penjahat paling ditakuti di negara ini," ucap Mikeson sangat percaya diri. "Halbert, pergilah ke neraka dan temui Tuhan untukku!" teriaknya.


Ekor buaya nya yang runcing ingin menusuk punggung pria itu dengan sekuat tenaga. Namun ia merasakan lonjakan aura supernatural yang sangat kuat dari arah lain.


Sebelum Mikeson bertanya-tanya, gelombang udara yang sangat besar menghantam tubuhnya hingga terpental menabrak pohon besar di belakang.


"Halbert!!!" teriak Nola yang berlari dengan panik ke arah pria itu.


Ia memikirkan kembali mimpi berdarah di mana Halbert dipenuhi darah dan terluka di sekujur tubuhnya. Melihat pria itu tengkurap tak berdaya dengan kondisi tak diketahui, Nola sangat marah dan menyesal. Ia harusnya pergi lebih awal.


"Halbert!" Nola menghampirinya dan memeriksa keadaan pria itu.


Halbert yang batuk darah akhirnya mendengar suara Nola di sampingnya. Ia terkejut dan juga takut di hatinya.


"Kenapa kamu di sini? Pergilah!" Halbert tidak ingin melibatkan Nola.


Gadis itu menggelengkan kepala. "Lihatlah dirimu. Jika aku terlambat, bukankah kamu akan mati? Bukankah kamu akan meninggalkanku dan Lucas sendiri," katanya langsung menangis. "Aku bermimpi kamu meninggalkanku dan mati dalam genangan darah. Aku tidak mau itu terjadi," gumamnya.


Halbert sedikit gemetar. Tapi dia tak bisa mengatakan apa-apa. Ia jelas membayangkan tubuhnya akan dilubangi oleh ekor buaya Mikeson.


Ia menatap Nola yang bermata hitam pekat hingga eritema di wajahnya terlihat. Kuku-kuku nya juga runcing, bisa melukai kulit jika tak sengaja menggoresnya.


Gadis itu kehilangan kendali lagi saat ini.


"Istriku, maaf ...," gumam pria itu. "Kamu selalu terluka karena aku."


Nola menggelengkan kepala. "Tidak, aku berjanji akan selalu melindungimu. Selama kamu tidak meninggalkanku."

__ADS_1


Mikeson sendiri yang menabrak pohon memuntahkan darah. Ia bangkit dan melihat seorang gadis menangis memeluk Halbert di bawah hujan. Jika tidak salah, gadis itu adalah Nola.


"Nola Neilson? Gadis buta sepertimu ternyata juga seorang ahli supernatural," katanya langsung menyeringai.


__ADS_2