Istri Buta Pembawa Keberuntungan

Istri Buta Pembawa Keberuntungan
Teman Lama


__ADS_3

Halbert tidak tahu apa yang dimaksud Nola saat ini. Tapi melihat gadis itu memiliki tekad yang kuat dalam ekspresinya, Halbert tersenyum penuh arti. Dia menyentuh kepalanya dan menghela napas.


"Benarkah? Kalau begitu, aku akan menunggu dan melihat. Istri Halbert Jefford ku tidak bisa lemah," ujar Halbert menanggapi perkataannya.


"Yakinlah, aku tidak akan pernah menjadi beban bagimu."


Halbert terkekeh. "Memiliki istri adalah beban yang harus kutanggung. Mengurus istri itu cukup merepotkan," katanya. "Bangun-bangun sudah mengatakan hal seperti ini. Apa yang terjadi saat kamu koma?" tanyanya.


"Koma?" Nola akhirnya ingat jika Halbert bilang dirinya koma selama seminggu. "Apakah racun di tubuhku sudah dikeluarkan?"


"Ya. Saat dikeluarkan, dokter bilang racunnya berkurang perlahan. Dia merasa ini keajaiban. Tapi aku tidak berpikir begitu. Kalajengking hitam yang bodoh itu mungkin mengeluarkan racunmu," jelasnya.


Nola tidak menanggapi perkataan Halbert lagi. Dia berpikir saat ini. Mimpi itu ....


Mimpi yang baru saja dialami Nola rasanya sangat panjang. Semuanya berisi kenangan masa kecil dan perkataan ibunya yang hampir terlupakan selama ini.


Karena mimpi itu terjadi, dia bisa mengingat semua apa yang dikatakan ibunya.


Selama ini, Nola terlalu pengecut dan menyendiri. Dia selalu ingin memiliki cinta ayahnya dan hampir lupa jika ibunya pernah mengatakan banyak hal yang hampir tak bisa diingat.


Ibunya memiliki mimpi untuknya tapi dirinya sendiri masih bergelut dengan kasih sayang yang ingin didapat dari keluarga Neilson.


Sungguh konyol!


Lalu saat dalam mimpi dia terjatuh ke air es yang dingin, suara anak laki-laki misterius membangunkannya. Dia ingin tahu siapa anak laki-laki yang misterius itu.


"Kamu pasti lapar. Asisten Jae sedang mengambil makanan dari rumah. Tahanlah sebentar lagi," kata Halbert.


Bangunnya Nola dari koma tidak diduga oleh Halbert sehingga tidak menyiapkan makanan lain. Untungnya Nola hanya keracunan sehingga makanan yang bisa dicerna juga tidak terlalu ketat.


Halbert segera memanggil dokter untuk memeriksa kondisi Nola saat ini. Semuanya normal. Bahkan racun kalajengking juga sudah hilang sepenuhnya.

__ADS_1


Dokter percaya jika di dunia ini ada banyak keajaiban.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Selama seminggu terakhir, Juliana yang telah sial di perusahaan tiba-tiba saja merasakan firasat buruk akan datang. Dia sudah dimarahi oleh manajer departemen periklanan beberapa kali. Tapi untungnya tidak dipecat.


Dia hanya perlu mengoreksi ulang laporan yang telah dibuatnya.


Tapi Juliana tidak bisa duduk santai. Meski selama seminggu terakhir ini Halbert tidak masuk kantor karena keracunan makanan, tapi belum mati.


"Kenapa pria itu tidak mati? Dan bagaimana bisa wanita itu yang keracunan lebih parah daripada Halbert? Ini tidak masuk akal!" gumamnya seraya berjalan menuju toilet wanita.


Tiba-tiba saja dia merasakan darah naik ke tenggorokannya. Juliana langsung muntah darah dan kepalanya pusing. Dia muntah lagi hingga tubuhnya lemas.


Kedua kakinya tak mampu menopang tubuhnya. Juliana pun terhuyung ke samping dan berusaha menopang tubuhnya di dinding.


"Tidak mungkin!" geramnya. "Bagaimana bisa seperti ini?!"


Juliana ingin berteriak minta tolong. Tapi tubuhnya sangat lemah dan kesadarannya mulai menghilang perlahan hingga akhirnya pingsan.


Tak berselang lama, seorang pria berpakaian petugas kebersihan kantor datang. Dia memakai masker dan topi serta memiliki tato kalajengking hitam di salah satu punggung tangannya.


Melihat Juliana yang pingsan karena keracunan, pria itu mencibir. Dia melepaskan masker dan wajah tampannya yang masih tergolong muda terlihat jelas.


"Dasar wanita bodoh! Tugas seperti ini saja benar-benar membuang banyak waktu. Tidak berguna!" gumamnya.


Namun meskipun begitu, dia membawa Juliana ke suatu tempat untuk disembuhkan lebih dulu. Sayangnya tidak ada yang mengetahui tentang kedatangan dan kepergian pria berpakaian petugas kebersihan itu dari awal hingga akhir.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di rumah sakit, Nola sudah diperbolehkan pulang setelah dilakukan pemeriksaan ulang. Dokter paruh baya yang memeriksa Nola sebelumnya merasa tidak percaya jika racun kalajengking aneh yang ada di tubuhnya bisa hilang dengan satu kali suntikan penawar.

__ADS_1


Meski ada sesuatu yang mengganjal, sikap dokter pada Nola jelas terlihat ramah dan bersahabat. Dokter Visco yang menangani Nola sejak hari pertama hingga hari ini menyerahkan lembaran kertas laporan tentang kondisi Nola saat ini.


“Karena kondisi Anda telah stabil, maka hari ini bisa pulang. Ini menjadi pengalaman berharga bagi saya karena menangani kasus keracunan kalajengking yang aneh. Tuhan memberkati Anda,” kata Dokter Visco.


Nola duduk di seberang Dokter Visco dengan Halbert di sampingnya. Dia menerima lembaran kertas laporan tersebut. “Terima kasih.”


Tanpa sadar, Nola yang merasa aneh mau tidak mau menatap Dokter Visco cukup lama. Rasanya ada sesuatu yang aneh ketika mendengar suara Dokter Visco serta aroma tubuhnya yang menguar di ruangan.


Dokter Visco hanya tersenyum padanya. Karena Nola tidak yakin dengan apa yang dirasakannya, dia hanya bisa bangkit dan berniat meninggalkan ruangan Dokter Visco. Tapi baru saja memegang gagang pintu, Nola tiba-tiba saja berbalik dan tersenyum penuh rasa terima kasih padanya.


“Keluarga Anda akan selalu diberkati oleh Tuhan,” katanya. Nola setengah membungkuk padanya, lalu keluar ruangan bersama Halbert yang masih bertanya-tanya.


Ketika pintu ruangan ditutup, Dokter Visco yang telah mempertahankan sikap tenang nya pun akhirnya pecah. Dia melepas kacamatanya dan terkekeh pelan, penuh kesedihan.


“Akhirnya dia mengenaliku,” gumamnya.


Dokter Visco menarik napas dalam-dalam dan mengembuskannya perlahan. Dia membuka salah satu laci meja kerjanya dan mengeluarkan foto berbingkai yang cukup usang. Dalam foto tersebut ada beberapa anak remaja tersenyum ke arah kamera dengan latar pantai yang indah di musim panas.


Tatapan Dokter Visco terfokus pada salah satu gadis berambut bergelombang indah di tengah-tengah. Gadis dalam foto itu memiliki mata abu-abu yang tampak lembut namun penuh misteri.


“Noria, putrimu sudah dewasa sekarang. Dia benar-benar persis seperti dirimu. Jika bukan karena kamu di masa lalu, istri dan anak-anakku mungkin tidak akan hidup sampai sekarang. Aku berhutang budi padamu. Mungkin … sudah waktunya untuk membayarnya kembali,” gumamnya, matanya mulai memerah.


Dokter Visco dan ibunya Nola merupakan teman lama yang tidak lagi banyak berhubungan. Tapi kebaikan ibunya Nola selalu diingat oleh Dokter Visco.


Lalu pandangan Dokter Visco beralih pada seorang laki-laki tampan berkemeja hitam yang tepat berdiri di belakang gadis bernama Noria. Dalam foto tersebut, laki-laki berkemeja hitam itu memakai anting salib perak, terlihat dingin dan pelit senyum. Namun jelas kedua tangannya menyentuh pundak Noria.


Dokter Visco tersenyum tidak berdaya. Dia juga mengeluarkan kotak beludru hitam yang sudah lama tidak disentuhnya. Di dalamnya ada anting salib perak, sama seperti yang dipakai laki-laki berkemeja hitam dalam foto. Hanya saja anting itu tinggal sebelah.


“Benar-benar pria tanpa hati nurani,” gumamnya sedikit kesal setiap kali mengingat laki-laki berkemeja hitam yang ada di foto. “Gadis itu tidak bisa terus menderita di keluarga Neilson. Kapan kamu kembali? Noria sudah pergi, apakah kamu tidak peduli pada gadis itu?” imbuhnya.


...****************...

__ADS_1


NB: Menurut kalian, apa hubungan mereka semua? Tidak ada salahnya menebak-nebak seraya menunggu kelanjutan plotnya.


__ADS_2