Istri Buta Pembawa Keberuntungan

Istri Buta Pembawa Keberuntungan
Penuh Keberuntungan


__ADS_3

Asisten Jae melihat pemandangan itu dan menjadi canggung untuk sementara waktu. Kenapa dia tidak tahu bahwa bosnya menjadi begitu romantis di tempat kecelakaan seperti ini? Dia berpura-pura tidak ada di sana, khawatir mengacaukan situasi. Jika tidak, Halbert bisa memotong bonus bulanannya.


Tentu saja baik Nola atau Halbert tidak peduli dengan Asisten Jae.


Halbert membopong Nola untuk dibawa ke rumah sakit. Dia meminta Asisten Jae untuk mencari tubuh dua bodyguardnya yang masih tertimbun. Petugas penyelamat ingin meminta Halbert untuk membiarkan Nola dibawa menggunakan mobil ambulans. Pria itu setuju.


......................


Di rumah sakit, Nola yang tidak menjadi salah satu korban ledakkan hotel segera mendapatkan perawatan yang tebaik. Halbert mengurus semuanya.


Setelah menjalani serangkaian perawatan khusus, gadis itu ditempatkan di ruang perawatan VIP.


Halbert kembali ke ekspresi dingin dan tenangnya. Dia bukan pria yang menitikkan air mata seperti sebelumnya.


"Kenapa kamu tidak menghubungiku sebelumnya?" Halbert menyalahkannya.


Gadis ini telah membuatnya khawatir dan marah berulang kali. Mungkin dia akan menjadi lebih tua dalam waktu dekat bukan?


Setelah mendengar cerita dari Nola, Halbert jelas yakin jika Organisasi Supernatural Dunia telah menatap keluarga Jefford saat ini. Orang-orang dari Organisasi Supernatural Dunia selalu datang dari waktu ke waktu tapi jarang membuat serangan secara langsung.


Mereka ingin menangkap ibunya Nola di masa lalu tapi gagal hingga wanita itu meninggal. Sekarang giliran Nola untuk dikejar. Kakek Jefford menikahkan Nola dengan Halbert, tentu saja untuk melindungi gadis itu.


Halbert awalnya tidak terlalu peduli dan memperlakukan gadis itu dengan dingin. Namun seiring dengan berjalannya waktu, dia benar-benar tergerak olehnya.


"Sekarang setelah kamu memiliki kemampuan untuk melawan mereka tanpa khawatir serangan balik pada tubuhmu, jadi berpikir aku tidak berguna?" Halbert menatapnya tidak puas.


"Tidak seperti itu. Aku hanya ingin mencoba, apakah benar tidak ada serangan balik pada tubuhku. Sekarang aku merasa tubuhku baik-baik saja tapi selalu merasa ada yang hilang," jelasnya.


"Ada apa?" Halbert juga mengkhawatirkan nya.


"Mendekatlah," kata gadis itu.


Halbert mengerutkan kening tapi masih menuruti keinginannya. Dia mencondongkan tubuhnya dan berpikir jika Nola ingin dia memeriksa sesuatu. Tapi tanpa diduga, gadis itu meraih lehernya dan memberikan ciuman di bibir.

__ADS_1


Untuk sementara waktu, Halbert tertegun lagi di saat dia ingin membalas, gadis itu melepaskan ciumannya. Halbert tidak puas tapi tidak menagihnya.


"Apakah kamu mengisi energi dari tubuhku?"


"Ya."


"Kalau begitu, aku harus mendapatkan kompensasi bukan?" Halbert tersenyum penuh perhitungan.


"Semua keberuntungan ku adalah milikmu."


Halbert tidak berkata-kata lagi. Dia tahu gadis itu membutuhkan dirinya untuk menyembuhkan diri. Semakin Nola bergantung padanya, Halbert menjadi lebih arogan.


......................


Beberapa hari kemudian.


Berita tentang selamanya semua orang dalam kecelakaan ledakan hotel, menjadi berita nasional. Mereka percaya bahwa Tuhan memberkati mereka. Semua korban tidak ingat apa yang terjadi selain ledakan gedung hotel yang tiba-tiba. Meskipun agak aneh, tidak banyak juga ahli supranatural yang mengaitkan ini dengan kejadian mistis.


Untuk sementara waktu, aktivitas di bandara internasional juga dihentikan. Pihak berwenang khawatir ada penjahat negara yang datang untuk menyatakan perang.


Karena ada sesuatu yang aneh, pihak berwenang segera memeriksa CCTV, tapi tidak menemukan sesuatu yang aneh. Aktivitas di hotel saat itu biasa saja. Lalu bagaimana orang-orang berjubah hitam itu dibunuh?


Sudah dipastikan jika ledakan hotel ada kaitannya dengan para pria berjubah hitam. Mereka mulai mencari tahu, sekte sesat mana atau organisasi gelap mana yang terhubung dengan masalah tersebut. Jubah mereka menjadi bukti penting yang misterius saat ini.


"Kamera pengawas tidak akan merekam adegan itu?" tanya Asisten Jae saat mengantarkan makanan yang dipesan Halbert sebelumnya.


Nola yang telah membaik langsung menggelengkan kepala. "Tidak. Jangan khawatir tentang ini."


Di baru saja diinterogasi salah seorang polisi yang menangani kasus ledakan hotel. Dia mengatakan sesuatu yang sama dengan korban lainnya.


Asisten Jae juga merasa lega. "Benar-benar penuh keberuntungan. Tuhan memberkati semua orang," gumamnya.


Halbert tidak mengatakan banyak hal dan membiarkan gadis itu makan siang. "Setelah ini, kamu bisa keluar dari rumah sakit."

__ADS_1


"Bagus. Aku sudah bosan di sini."


Nola sebenarnya bisa keluar rumah sakit di hati kedua setelah dirawat. Tapi untuk menghilangkan kecurigaan, dia di sini dengan alasan perawatan luka. Dia juga memiliki beberapa perban di tubuhnya, tapi hanya pura-pura. Semua lukanya sudah sembuh.


Untuk menghilangkan kecurigaan pihak berwenang, dia terpaksa memasang perban sebagai alasan menutupi kebohongannya.


Kakek Jefford mengetahui insiden di hotel dan pergi ke rumah sakit untuk mengunjungi Nola. Karana Nola akan keluar dari rumah sakit, Kakek Jefford memproses surat kepulangan.


Setelah kembali ke rumah Jefford, Nola menjalani hari-hari seperti biasanya. Halbert sibuk di perusahaan dan sesekali harus memperhatikan Geng Kalajengking Hitam yang menyimpan mata-mata di perusahaan.


Untuk saat ini, Juliana selaku mata-mata yang ditetapkan Geng Kalajengking Hitam di perusahaan Jefford, telah waspada sepanjang hari. Dia khawatir Halbert mengetahui sesuatu dan menangkapnya di tempat.


Tapi setelah beberapa hari, tidak ada yang terjadi. Halbert seolah-olah tidak memperhatikannya sama sekali.


"Sin, aku sama sekali tidak menemukan kalajengking hitam yang kamu berikanlah padaku," bisik Juliana saat bicara di telepon. Dia berada di bilik toilet saat ini.


"Sudahkah kamu memeriksa berbagai tempat?" Suara pria itu terdengar di seberang telepon.


"Ya. Dan tidak ada jejak sama sekali."


"Lalu, apakah istri Halbert datang?"


"Tidak. Dia belum datang lagi setelah kejadian keracunan waktu itu. Halbert mungkin tidak membiarkan nya berkeliaran lagi."


Halbert terlihat memanjakan istrinya, wajar jika tidak ingin ada kecelakaan. Kali ini Juliana harusnya bisa meracuni Halbert sampai mati. Tapi di sisi lain, dia juga ingin memanfaatkan kecantikannya untuk merayu pria itu.


"Jika istrinya datang, kamu bisa memulai dengannya."


"Bisakah itu dilakukan? Aku selalu merasa bahwa istrinya tidak biasa."


Sin yang berada di seberang telepon mungkin memasang ekspresi acuh tak acuh. "Apa yang bisa dilakukan oleh wanita buta? Belum lagi, bos besar mampu membunuh orang tua Halbert di masa lalu."


Juliana terdiam. Dia tidak tahu tentang insiden pembunuh orangtua Halbert. Dan dia juga tidak tahu bos besar yang dimaksud Sin itu siapa. Lagi pula, Geng Kalajengking Hitam bisa berdiri hingga sekarang dengan aman karena orang di belakang layar.

__ADS_1


Lalu akhirnya Juliana berkompromi dengannya. Terakhir kali dia terkena sedangkan balik karena kalajengking hitam gagal membunuh Halbert, Sin datang dan menyelamatkannya. Kali ini dia harus berhati-hati.


Setelah selesai berbicara, dia mengakhiri panggilan telepon dan meninggalkan toilet dengan ekspresi tenang.


__ADS_2