
Setidaknya Nola telah bersabar untuk menunggu Halbert menghubunginya. Tapi ini sudah lebih dari tiga Minggu. Halbert sama sekali tidak menghubunginya. Kecuali mengirim pesan singkat waktu itu, dia tidak pernah memberi kabar lagi.
Kali ini, Nola jauh lebih kurus dari sebelumnya. Lingkaran hitam di sekitar matanya sedikit terlihat. Dia tidak tidur nyenyak selama tiga Minggu terakhir. Kakek Jefford juga tidak ada di rumah sepanjang waktu. Lalu Nola jarang keluar kamar jadi pelayan tidak tahu banyak tentang Nola yang penuh kecemasan.
Karena itu, Nola bertekad untuk pergi meninggalkan rumah diam-diam. Dia tidak membawa pakaian apapun. Ia hanya membawa tas kecil dan pergi. Ia memiliki alasan untuk berbelanja di luar sehingga pelayan tidak curiga.
Namun hingga malam menjelang, Nola belum kembali. Gadis itu sudah pergi sejak siang hari dan tidak ads kabar sama sekali. Butler Flir khawatir. Dia segera menghubungi Kakek Jefford untuk memberitahukan semua ini.
Nola yang tidak kembali hingga larut malam membuat Kakek Jefford sangat khawatir. Dia berpikir jika Organisasi Supernatural Dunia mungkin akan menyergap diam-diam dan membawa gadis itu pergi.
Tapi itu tidak mungkin. Jika sesuatu terjadi pada Nola, maka Halbert akan tahu. Pria itu memiliki kalung turun temurun milik Nola. Jika gadis itu mengalami kecelakaan, kalung yang dipakai Halbert akan terasa sangat panas.
"Cari! Cepat cari semua jejak Nola dari siang tadi. Periksa semua CCTV umum." Kakek Jefford harus memastikan jika Nola aman saat ini sebelum memberi tahu Halbert.
Anak buah Kakek Jefford segera bertindak. Mereka melacak setiap aktivitas Nola dari siang hingga akhirnya dinyatakan hilang. Hingga akhirnya mereka menemukan daftar perjalanan ke Timur Tengah sore tadi.
Saat mengetahui itu, Kakek Jefford ingin pingsan. Sangat tidak terduga. Gadis itu begitu nekat untuk pergi ke Timur Tengah dan menyusul Halbert. Tidak apa-apa jika itu demi Halbert. Tapi masalahnya, Halbert tidak ada di sana sama sekali!
Kakek Jefford segera menghubungi Halbert tapi ponsel cucunya tidak aktif. Begitu pula dengan Solachen atau asisten pria itu.
"Brengs*k! Apakah mereka kembali ke zaman batu?! Bahkan tidak ada satupun yang bisa dihubungi?!" Kakek Jefford marah.
Mau tidak mau untuk saat ini, ia hanya bisa memerintah anak buahnya untuk segera mengirim beberapa anak buahnya ke Timur Tengah. Untuk sementara ini, dia hanya bisa melakukan tindakan pencegahan selama berusaha menghubungi Halbert.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ponsel Halbert baru bisa dihubungi dua hari kemudian. Halbert tentu saja segera mengangkatnya. Kakeknya tahu tentang kepergiannya sehingga tidak akan menimbulkan curiga.
"Kakek, apakah ada sesuatu?" tanya Halbert seraya merokok.
Kakek Jefford tampak marah-marah di telepon hingga ekspresi wajah Halbert menjadi stagnan sementara waktu.
__ADS_1
"Apakah Kakek yakin?" tanyanya.
"Tentu saja! Aku sudah mencari tahu dan melacaknya dari semua CCTV. Perjalanan yang dituju menuju Timur Tengah! Pokoknya kakek tidak mau tahu, kamu pergi ke Timur Tengah dan susul dia! Bawa dia kembali. Jangan sampai Organisasi Supernatural Dunia mengetahui kepergiannya!" raungan Kakek Jefford tidak kalah dari kemarahan seekor singa jantan tua. Halbert tidak berani melawan kata-katanya.
Setelah dimarahi oleh Kakek Jefford, dia segera menutup panggilan telepon. Solachen cukup jauh dari keberadaannya sehingga tidak tahu apa yang tengah dibicarakan antara cuci dan kakek itu.
"Apakah ada masalah di rumah?" tanyanya.
"Ayah, Nola pergi ke Timur Tengah," jawabnya. "Dua hari yang lalu Nola pergi tanpa pamit. Kakek memintaku untuk menyusulnya sekarang," imbuhnya.
Solachen tidak menunggu lagi dan segera mengajaknya untuk memberi tiket dan pergi. Masalah putrinya, tidak perlu ditunda lagi. Nola adalah satu-satunya kerabat saat ini.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di Timur Tengah yang panas, Nola telah tinggal di hotel selama beberapa hari. Dia tidak tahu harus pergi ke mana. Ia hanya bisa menggunakan keberuntungannya saja. Di negara yang asing ini, Nola tidak mengenal siapapun.
Ia pergi tanpa pamit, mungkin Kakek Jefford khawatir. Namun karena Halbert tidak memberinya kabar yang pasti, dia hanya bisa menyusulnya ke Timur Tengah.
"Nyonya Bos, kenapa ada di sini?" tanya Sean sedikit terkejut. Bahkan Asisten Jae yang ada di sampingnya mau tidak mau berkeringat dingin.
"Nyonya ... Nyonya Muda ..." Asisten Jae bingung. Ia hampir saja menjatuhkan dokumen di tangannya.
Nola tidak terlalu memedulikan ekspresi Asisten Jae saat ini. Dia hanya ingin tahu di mana Halbert.
"Di mana Halbert? Biarkan aku bertemu dengannya sekarang!"
"Ini ... Tuan, tuan sebenarnya—" Asisten Jae bingung dan pikirannya kosong untuk sementara waktu. Nola ada di Timur Tengah, sungguh tidak terduga.
Sebelum Asisten Jae mengatakan sesuatu lebih lanjut, Sean menjawab dengan polos. "Bos tidak ada di Timur Tengah. Hanya kami berdua yang diutus ke Timur Tengah untuk mengurus bisnis."
Asisten Jae langsung mengerang di hatinya. Sudah berakhir! Semuanya berakhir! Ia memberi kode pada Sean untuk berpura-pura jika Halbert ads di Timur Tengah. Hanya saja Sean ini pria pintar tapi bodoh!
__ADS_1
Nola tertegun dan dia tidak mengerti apa maksudnya. Sean berpikir jika Nola mungkin tidak tahu atau salah informasi.
"Bos benar-benar tidak ada di Timur Tengah. Apakah bos datang ke sini? Jika dia datang, pasti akan bersama kami," katanya.
"Tidak ada di sini?" Nola menyipitkan mata. "Jadi dia berbohong jika dirinya pergi ke Timur Tengah untuk mengurus bisnis tambang minyaknya?!"
"Oh, masalah ini, kami baru saja menyelesaikannya. Masalah kecil seperti ini, bos tidak perlu datang sendiri."
Semakin banyak Sean bicara, Asisten Jae semakin dingin di hatinya. Ia merasa jika kematian tak akan jauh dalam beberapa hari lagi. Bahkan Nola mulai marah diam-diam. Halbert berbohong padanya. Lalu ke mana dia pergi?
Sean tidak tahu ke mana Halbert pergi. Ini fakta. Tapi bukan berarti Asisten Jae tidak tahu. Nola akhirnya menatap Asisten Jae yang sudah berkeringat dingin.
"Di mana dia?" tanya Nola lagi, tapi kali nada bicaranya jelas sedikit tajam.
"Ini ... Aku ... Aku ... Sebenarnya, sebenarnya tuan muda—" Asisten Jae tergagap, campur takut dan bingung.
Nola menukasnya. "Lebih baik kamu tidak berbohong! Jika kamu berbohong, aku mengutukmu sial seumur hidup!"
Asisten Jae benar-benar banjir keringat dingin di tubuhnya, tidak berani untuk menatap Nola. "Tuan ... Tuan sebenarnya masih ada di Negara A. Tuan tidak melakukan perjalanan ke luar negeri sama sekali."
"Lalu di mana dia? Kenapa dia berbohong padaku?!"
"Tuan—"
"Istriku ..." Suara Halbert memotong perkataan Asisten Jae yang baru saja hendak menjelaskan.
Mereka semua menoleh ke arah Halbert berada. Pria berjas rapi itu berjalan santai seperti biasanya. Tapi ada jejak kekhawatiran di matanya. Asisten Jae melihat Halbert datang, akhirnya bisa menghela napas lega. Tapi kakinya lemas hingga dia hampir saja duduk di lantai
Jika bukan Sean yang menahan tubuhnya agar tetap berdiri, mungkin Asisten Jae sudah sangat malu saat ini.
Halbert datang tapi Nola tidak terlihat senang sama sekali. Dia justru menyipitkan mata padanya dengan waspada.
__ADS_1
"Siapa kamu? Kenapa kamu memiliki kesamaan dengan Halbert?!" tanyanya dengan nada tajam.