Istri Buta Pembawa Keberuntungan

Istri Buta Pembawa Keberuntungan
Pergi Ke Markas Mafia


__ADS_3

Setelah sarapan, Halbert dan Nola pergi ke pusat perbelanjaan terbesar di ibu kota. Pria itu juga memiliki beberapa bisnis di sana. Karena itu, pemilik toko terkait yang ada di sana langsung mengenalinya.


Seorang pria tampan membawa istrinya ke pusat perbelanjaan, banyak wanita yang cemburu saat melihatnya. Mereka menjadi sedikit tidak puas dengan pasangan masing-masing karena tidak bisa menjadi seperti Halbert.


Pria itu membayar apapun yang diinginkan Nola tanpa berkata lebih banyak. Tidak sedikit juga dari pengunjung yang berprasangka bahwa Nola adalah wanita simpanan.


Keduanya tidak peduli dengan perkataan orang-orang dengan pikiran seperti itu. Setelah puas berbelanja, keduanya meninggalkan pusat perbelanjaan dengan pengawalan. Lagi pula, Halbert masih khawatir jika Organisasi Supernatural Dunia akan diam-diam menyerang Nola lagi.


Siapa yang tahu, di saat keduanya pergi ke tempat parkir, seseorang sudah menunggu di sana. Halbert mengerutkan kening ketika melihat siapa yang datang.


"Kalian, tunggu!" Suara Clive yang menahan amarah membuat Nola menebak-nebak.


Sepertinya Clive dan Nyonya Neilson sudah kembali dari Negara S. Mungkin Chelsea sudah siuman saat ini atau belum, Nola tidak peduli.


Clive ditahan oleh bodyguard Halbert saat berniat untuk menghajar Nola secara terang-terangan. Halbert seketika berekspresi dingin saat melihat apa yang ingin dilakukannya.


"Nola!! Ini semua gara-gara kamu! Jika bukan karena kamu, adikku tidak akan terbaring di rumah sakit dan menjadi cacat!!" geramnya seraya menatap Nola dengan niat membunuh.


Dia tidak ragu untuk memukul wanita. Terlebih lagi jam itu adalah Nola. Meski Nola adik kandungnya dan Chelsea anak selingkuhan ibunya, dia lebih memilih Chelsea daripada mengakui orang buta.


Jika bukan karena Sean bermain-main dengan adiknya di Negara S dan bahkan menipu semua aktivitasnya, mungkin semua ini tidak akan terjadi.


Nola tersenyum ringan. Dia sepertinya tidak bersalah akan hal ini sama sekali. "Bagaimana bis situ ada hubungannya denganku?" tanyanya datar.


"Aku tahu ini pasti ada hubungannya denganmu! Kamu penyihir! Kamu pasti mengutuk adikku!" Clive berusaha untuk melepaskan diri dari bodyguard Halbert yang bertubuh kekar. Dia sangat ingin mencekik Nola hingga mati.


Nola terlihat polos dan menggelengkan kepala. "Aku tidak ada hubungannya lagi dengan keluarga Neilson. Jadi apa gunanya aku mencelakai Chelsea? Ini kecelakaan karena kesalahannya sendiri."


"Brengs*k!!" Clive tidak bisa mengalahkan bodyguard hingga akhirnya menyaksikan Nola memasuki mobil mewah Halbert.


Sebelum memasuki mobil, Halbert tersenyum dingin pada Clive. Hal ini membuat Clive semakin gila dan ingin membunuh keduanya untuk melampiaskan semua frustasi selama beberapa hari terakhir.


Nyonya Neilson dikhianati oleh Lerdy. Ayahnya tahu Nyonya Neilson di Negara S bersama Lerdy dan meminta Clive untuk kembali sejenak.

__ADS_1


Tanpa diduga, Tuan Neilson bahkan memblokir semua kartu istrinya itu dan membiarkannya tidak pulang ke Negara A.


Clive tidak berdaya dan tidak ingin melanggar perintah ayahnya. Dia akan menjadi pewaris di masa depan. Setidaknya, dia harus bertahan selama beberapa tahun lagi.


Mobil Halbert meninggal kawasan perbelanjaan. Clive tidak bisa mengejar mereka hanya demi balas dendam. Selalu ada waktu yang pas untuk melakukannya.


"Aku pasti akan membuat kalian membayar harganya." Clive mau tidak mau hanya bisa meninggalkan tempat itu juga dan kembali ke rumah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah berbelanja, Halbert mengajak Nola untuk makan siang di salah satu vila pribadinya. Meski begitu, Halbert masih harus mengurus beberapa dokumen penting secara berkala sebelum akhirnya memiliki waktu untuk bersantai dengan gadis itu.


"Jika kamu sibuk, maka pergilah. Aku akan menunggu di sini," kata gadis itu.


"Tidak apa-apa. Aku berencana untuk mengajak mu ke markas dunia bawah tanahku," ucap Halbert.


"Markas mafia? Hari ini?" Nola sedikit terkejut.


Halbert bilang bahwa dia akan membawanya dalam waktu beberapa hari lagi. Tapi kali ini pria itu berubah pikiran, pasti ada sesuatu yang dikhawatirkan Halbert.


"Ya."


"Kupikir kamu suka membunuh dan tidak peduli dengan anak buahmu ..." Nola sedikit malu.


Saat dulu dia berkata bahwa hati Halbert bukanlah mafia, pria itu marah dan meninggalkannya sendiri di taman. Sekarang pria itu justru memiliki hati kelinci setelah memakai serigala yang mengincar mangsa di kegelapan.


Halbert tidak menanggapinya. Dia makan siang dengan tenang saat ini.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pada sore harinya, Halbert mengajak Nola ke suatu tempat yang merupakan jalan menuju markas rahasianya. Markas mafia Halbert ads di ruang bawah tanah yang jauh dari perkotaan. Suasananya sangat sepi dan ada banyak penjaga berpakaian preman mondar-mandir di sekitar.


Halbert menjelaskan jika mereka adalah penjaga yang mengamankan tempat ini.

__ADS_1


Kedatangan Halbert membuat anak buahnya langsung senang sekaligus tegang. Terlebih lagi banyak anak buah mafia yang keracunan saat ini. Tidak tahu keajaiban apa yang sedang terjadi saat ini, sebagian rekan mereka yang keracunan masih hidup.


Dengan begitu, mereka bisa memanggil dokter keluarga untuk datang.


"Bos!" Anak buahnya yang ada di sekitar langsung menyapa Halbert.


Pria jangkung itu hanya tersenyum dan mengandeng Nola menuju ruangan lain. Mereka terkejut karena melihat Halbert membawa Nola ke tempat yang agak mengerikan ini.


Ruang bawah tanah tampaknya tidak seburuk yang Nola pikirkan. Setiap lorong ditembok dengan baik dan pencahayaannya juga tidak kurang. Sekilas, rasanya speed memasuki laboratorium. Lagi pula Halbert punya banyak uang. Membangun markas yang besar dan luas tentu saja bukan hambatan.


"Biarkan aku melihat orang-orang yang keracunan sebelumnya." Nola langsung meminta pada Halbert.


"Tidak masalah." Halbert juga berniat untuk melihatnya.


Keduanya pergi ke ruangan khusus. Ada banyak pria berbaring di single bed dengan kondisi yang tidak baik atau buruk. Nola mengamati seisi ruangan dengan mata batinnya. Dia memastikan jika racun kalajengking yang ada di tubuh mereka sama.


"Apakah ada korban lainnya hari ini?" tanyanya.


Frangky yang bertanggung jawab atas markas saat ini langsung menjelaskan jika sebagian dari mereka tiba-tiba keracunan saat berjaga di luar markas.


"Kalau begitu, berarti ada kalajengking di sekitar markas."


"Mungkin diam-diam musuh datang dan menaruh racun?"


"Tidak." Nola menggelengkan kepala. Dia tak bisa berkata lebih banyak tentang kejadian supernatural pada orang-orang biasa. "Aku akan memeriksanya sendiri sebelum hari mulai gelap," imbuhnya.


"Aku akan menemanimu." Halbert selalu ingin menempel padanya.


"Oke."


Keduanya segera memeriksa sekitar markas. Ruang bawah tanah yang dibuat Halbert berada di hutan tak jauh dari pinggiran kota tapi masih sering dilalui banyak orang karena tak jauh dari tempat itu terdapat jalan raya.


Nola menggunakan kemampuannya untuk menyapu sekitar dengan aura supernatural. Di akhirnya menemukan beberapa penyebabnya.

__ADS_1


"Beberapa daun kering dsn batang pohon telah dilumuri oleh racun kalajengking. Tidak heran jika anak buahmu yang berjaga akan keracunan." Nola ingin menyentuh batang pohon yang masih terdapat racun kalajengking.


Halbert segera mencegahnya. "Jangan dipegang dengan tangan kosong."


__ADS_2