
Halbert pergi mencari kayu bakar bersama Takahiro Ren. Persediaan makanan yang dibawa Nola cukup banyak. Bahkan bubur instan siap seduh pun dibawanya tanpa banyak berpikir. Hanya perlu menambahkan air panas dan bubur pun jadi.
Ketika malam tiba, api unggun sudah menyala dan mereka semua menyeduh bubur instan tanpa topping. Walaupun terlihat sederhana, rasanya menjadi lebih mewah ketika jauh dari rumah.
“Istirahat lebih awal malam ini dan kita harus pergi ke pantai besok.” Elvada menghabiskan makanannya.
Ada sungai terdekat di sekitar hutan bambu, dia akan pergi membersihkan semua mangkuk plastik kotor mereka. Namun Takahiro Ren yang pergi melakukannya. Ia sepertinya tidak melakukan banyak hal selama perjalanan kali ini, sedikit tidak nyaman di hatinya.
Di antara mereka, mungkin hanya Nola yang tidak memiliki banyak kegiatan. Nola memang tidak bisa melakukan banyak hal. Tapi meski demikian, kemampuannya dekat dengan binatang supernatural tidak diragukan lagi.
Satu hal lagi, dia tidak bisa dibuat marah. Gadis itu masih bisa kehilangan kendali saat marah meski sudah mampu mengendalikan dan mengingat apa yang dilakukannya.
Orange sedang bermain dengan kedua anak macan tutul itu. meski Orange adalah kucing jantan, ia menghibur kedua anak macan tutul seperti induk yang penyayang.
Mereka semua tidur mengelilingi api unggun. Elvada dan Jaley Scott mungkin bisa begadang lebih lama dibandingkan yang lain. Mungkin karena pelatihan di masa lalu. Nola sudah tertidur di samping Halbert dan selimut menghangatkan tubuhnya.
Halbert sendiri sudah terbiasa tidur tanpa selimut. Dia dulu juga tidur di hutan bahkan terluka ketika memburu musuhnya. Semakin lama, dia merasa tidak lagi menjadi bos mafia, tapi CEO yang jujur di perusahaan dan membesarkan istri kecilnya.
...----------------...
Pada keesokan harinya.
Setelah sarapan sederhana, mereka melanjutkan perjalanan menuju pantai yang akan menghabiskan waktu setengah hari perjalanan. Jaley Scott menggendong keranjang berisi dua anak macan tutul yang melihat sekitar dengan penuh keingintahuan.
Tidak banyak bahaya yang ditemukan di jalan. Entah karena keberuntungan Nola atau memang binatang supernatural di sekitar enggan menyentuh mereka. Tapi mereka mendengar suara pertarungan di depan.
“Apakah ada kelompok lain yang datang selain kita ke sini?” Takahiro Ren menebak.
“Setidaknya ini bukan suara butler Flir,” jawab Nola.
“Ayo kita lihat dulu dan amati,” kata Elvada berjalan menuju sumber suara dan bersembunyi di semak-semak.
__ADS_1
Yang lain mengikuti. Dua puluh puluh meter dari keberadaan mereka, ada tiga orang dewasa yang bertarung dengan bunga karnivora raksasa. Bunga itu bukan hanya bisa menelan mangsa dan mencernanya sebagai makanan bahkan tidak akan memuntahkan tulang sama sekali.
Sangat ganas!
Di antara tiga orang dewasa itu, salah satunya adalah seorang wanita berambut sebahu, pakaiannya agak tomboy dan terlihat energik. Sedangkan dua pria sisanya adalah pria paruh baya.
“Ketiganya tidak terlihat seperti orang-orang dari Organisasi Supernatural Dunia,” ucap Jaley Scott. “Mungkin orang yang masuk dan mencari jalan keluar,” imbuhnya.
“Haruskah kita membantu mereka?” tanya Takahiro Ren.
Jaley Scott menggelengkan kepala. “Tunggu saja, jika ada bahaya hidup, kita bisa membantu mereka. tapi mereka bisa mengatasinya, maka kita tidak perlu berpapasan dengan mereka. Lagi pula tujuan kita berbeda dengan mereka,” jelasnya.
“Benar juga.”
Jadi kelimanya menonton pertarungan dengan santai dan penuh minat. Tiga orang supernatural melawan satu tanaman bunga karnivora raksasa. Pihak mana yang akan menang kira-kira?
Bunga karnivora itu jelas memiliki kelopak besar yang menguncup ketika menyerang mangsanya. Namun meski tidak terlihat menyeramkan, jelas memiliki banyak racun di dalamnya.
Ketiga orang yang berbaring melawan bunga itu mau tidak mau hampir kehabisan energi.
Ketiganya adalah orang negara C yang sengaja memasukkan hutan misterius tersebut secara diam-diam. Bukan tanpa alasan, mereka ingin mencari tahu tentang tempat tersebut. Selebihnya lagi karena mereka tidak menyukai orang-orang dari Organisasi Supernatural Dunia.
Suyue melihat pedang yang dipegangnya, mau tidak mau berpikir. Dua pria paruh baya yang bersamanya adalah pamannya sendiri.
Paman Sumin dan Paman Suchang adalah saudara kembar. Keduanya hampir memiliki sifat yang sama tapi ada pada dasarnya berbeda.
"Tapi kita tidak bisa pergi dari sini. Tempat ini adalah wilayah tanaman ini," ungkap Suyue merasa tidak berdaya.
Dia tidak tahu jika bunga karnivora sangat kuat. Bahkan kulitnya keras, daunnya licin dan kelompoknya keras seperti batu saat dipukul. Apakah ini masih bunga dan bukan batu hidup?
Ketiganya tidak tahu keberadaan Nola serta yang lainya saat ini. Ketika kelompok Nola mendengar isi percakapan mereka, ada rasa tidak percaya. Tempat ini merupakan wilayah bunga karnivora? Kenapa mereka tidak merasakan ada yang aneh sebelumnya?
__ADS_1
Tanpa sadar, Elvada melihat pepohonan yang ada di sekitar. Ada banyak sulur hijau atau akar yang melilit batang pohon. Awalnya dia mengira semua itu hanyalah sulur bisa. Tapi tidak memikirkan kemungkinan lain.
Ada pohon besar di dekat mereka. Takahiro Ren mencoba menyayat salah satu sulur hijau yang gemuk menggunakan belati. Seketika, sulur yang disayat itu terlihat bergerak sedikit. Sayatan yang dibuatnya pulih dengan dapat.
"Bunga monster apa ini? Penyembuhannya begitu cepat?" Takahiro Ren merasa tertekan dalam hatinya.
Jaley Scott dan Elvada tidks terkejut sama sekali edutama Jaley Scott.
"Tanaman supernatural sebagian besar terkenal dengan proses penyembuhan diri yang kuat. Karena itu, orang-orang supernatural yang memiliki kemampuan penyembuhan sangat langka." Jaley Scott menjelaskan.
Nola menyentuh sulur yang melilit pohon, merasakan auranya. Dalam sekejap, Nola dapat melihat aura supernatural yang terkandung di dalamnya. Matanya menangkap semua aliran energi itu di sekitarnya. Lalu terkejut.
Semua sulur yang melilit pohon dan yang ditanam sekalipun sebenarnya berasal dari sumber yang sama. Kemudian Nola melihat ke arah bunga karnivora yang sedang menyerang kelompok Suyue.
Sumber energi itu berasal dari bunga karnivora.
"Nyonya Muda, apa yang kamu lihat?" tanya Elvada.
"Bunga itu tidak akan bisa dikalahkan jika sumber energinya tidak putus," ucap gadis itu menyimpulkan.
Bunga karnivora menggunakan sumber energi dari pepohonan dan juga bawah tanah. Selama tidak diputus, bunga karnivora itu tidak akan kehilangan kekuatannya sama sekali. Perkuangan Suyue dan kedua pria paruh baya itu jelas sia-sia.
Dengan kemampuan Nola, dia menggunakan sedikit sentuhan kesialan pada bunga karnivora tersebut. Kesialan yang dia maksud tentu saja ada masalah dengan tanah dan pepohonan yang dimanfaatkan oleh bunga besar itu.
Ini hanya sentuhan kecil sehingga tidak menguras energinya sama sekali.
"Ayo hampir mereka." Nola bangkit dan tidak bermaksud untuk bersembunyi lagi.
Elvada juga merasa ketiganya bukan orang jahat jadi setuju. Halbert tidak banyak bicara tapi mengikuti istrinya dengan tenang. Kucing jingga itu sudah berlari lebih dulu dan mengeong pada bunga jelek bermulut bau. Tentu saja bunga karnivora memiliki bau yang menyengat di antara kelopaknya.
Suara seekor kucing membuat Suyue dan Keuda pamannya menoleh. Ketiganya terkejut. Ada orang lain selain mereka di pulau ini. Sungguh mengejutkan.
__ADS_1
"Siapa mereka?" Paman Suchang mengerutkan kening.
Kembarannya menggelengkan kepala.