
Di perusahaan Jefford, Halbert sedang sibuk dengan pekerjaannya yang biasa. Ini sudah tengah malam tapi dia tidak berniat untuk pulang. Asisten Jae selalu menemaninya sehingga dia tidak kesepian.
"Bos, ini sudah tengah malam. Tidakkah harus ke rumah sakit untuk menemani nyonya muda?" tanyanya.
"Dia harusnya sudah tidur. Jangan mengganggunya."
Dokter memperkirakan Nola akan melahirkan dalam seminggu lagi. Itulah kenapa dia begitu sibuk akhir-akhir ini. Jika semua pekerjaan di perusahaan sedikit longgar, ia bisa pergi ke rumah sakit untuk menemaninya sampai melahirkan anak itu.
Tapi tak lama kemudian, Halbert mendapatkan telepon dari Nola. Ia tanpa ragu menerima panggilan teleponnya.
"Sayang, apakah ada sesuatu?" tanyanya.
"Halbert, aku merasa tidak nyaman. Bisakah kamu datang sekarang?"
Suara Nola benar-benar tampak khawatir.
"Ada apa? Apakah kamu akan melahirkan?"
"Tidak, tapi perutku tidak nyaman. Dokter bilang tak ada yang salah dengan tubuhku. Tapi aku benar-benar tidak nyaman. Kakek Scott tak bisa dihubungi. Telepon rumah dan ponselnya mungkin mati. Awalnya aku ingin memberi tahu dia, mungkin dia tahu sesuatu."
Penjelasan Nola membuat Halbert tegang. "Jangan khawatir, aku akan segera ke sana setelah memastikan kondisi pak tua itu."
Nola mengiyakan dan panggilan berakhir. Halbert tidak berniat melanjutkan pekerjaannya. Dia langsung melemparkan tugas itu pada Asisten Jae.
Jelas Asisten Jae ingin protes tapi Halbert berkata.
"Gaji lembur dua kali lipat untuk membeli susu bubuk!"
"..." Asisten Jae tutup mulut.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di mansion keluarga Scott, Jaley Scott memegang senter dan memeriksa apa yang salah dengan sakelar utama. Rumah besar itu kini gelap gulita. Bahkan lampu taman tak terkecuali.
Tom sudah menyalakan lilin di rumah utama dns meminta para pelayan menyebarkannya juga di berbagai tempat agar tidak terlalu suram.
"Ponsel kehabisan daya dan telepon rumah bahkan tak bisa digunakan." Tom menggelengkan kepala. Dia menghampiri Jaley Scott di ruang kelola listrik. "Tuan, sepertinya mungkin masalahnya bukan di sakelar utama."
Jaley Scott juga hampir frustasi. "Ya, tampaknya begitu. Aku bukan ahli perbaikan di bidang ini. Minta tukang untuk datang sekarang. Aku tak bisa hidup tanpa ponsel. Bagaimana jika gadi situ menelpon atau ada keadaan darurat?"
"Tuan, ini sudah tengah malam. Apakah yakin ingin memanggil tukang?" Tom tampak tidak yakin.
__ADS_1
Terakhir kali dia meminta tukang untuk datang, mereka ketakutan saat keluar dari wilayah mansion. Di mata mereka, tak ada rumah besar, hanya hutan yang rimbun. Mengira jika tempat mereka adalah rumah hantu.
"Kalau begitu kamu cek satu persatu. Mungkin ada kabel putus atau semacamnya."
"Ya, aku akan memeriksanya dulu."
Tom pergi untuk mengecek jalur kabel yang menghubungkan semua aliran listrik di rumah tersebut. Jaley Scott menghela napas tidak berdaya.
Kenapa listrik harus mati ketika baterai ponselnya habis?
Pria tua itu berniat untuk kembali ke dalam rumah, menunggu Tom selesai memeriksa. Baru saja berbalik dan mengambil beberapa langkah, dia terkejut hingga hampir berteriak.
Lampu senter menyorot sosok jangkung yang sudah berdiri di belakangnya tanpa suara. Jaley Scott untuk marah ketika tahu siapa itu.
"Halbert! Apa yang kamu lakukan berdiri diam seperti setan? Kamu membuat jantung tuaku hampir copot!" Jaley Scott mengelus dadanya, lega.
Halbert tidak bisa menganggu pria tua itu saat sibuk. "Sengaja agar tidak mengganggumu."
"Kenapa kamu di sini? Listrik di rumahku mati, sepertinya ada kabel yang bermasalah."
Halbert juga melihat mansion itu gelap saat dia pertama datang, tidak heran.
"Nola menghubungimu tapi ponselmu mati. Jadi aku datang untuk mengeceknya."
"Kehabisan daya. Ponsel terbaru yang paling bagus tahun ini, kenapa begitu mudah kehabisan daya?" Halbert mengerutkan kening.
Jaley Scott batuk kecil. "Aku ... Aku terlalu fokus bermain game menembak dan kalah setelah beberapa kali."
"..." Pak tua itu juga suka bermain game? Halbert menaikkan sebelah alisnya.
Jaley Scott mengubah topik. "Kenapa menghubungi ku? Apakah dia yang salah?"
"Nola bilang perutnya sakit tapi dokter berkata tak ada yang salah dengan tubuhnya. Mungkinkah ada sesuatu dengan anak di perutnya?"
"Kupikir kamu mau bertanya apa. Tak perlu khawatir, ini normal untuk seseorang mengandung anak supernatural. Gadis itu akan segera melahirkan, paling lambat hari ini atau ...."
Jaley Scott belum selesai bicara dan Halbert sudah pergi dengan langkah lebar. "Kamu mau ke mana?"
"Ke rumah sakit."
"Beri tahu aku setelah anak itu lahir. Aku akan menyelesaikan masalah mati lampu di sini lebih dulu."
__ADS_1
"Ya." Suara Halbert mengecil ketika hilang dari pandangan Jaley Scott.
Jaley Scott bergumam. "Anak itu harusnya sudah lahir bukan?"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sesuai dengan perkiraan Jaley Scott. Nola yang mengeluh sakit sebelumnya kini memang sudah dibawa ke ruang bersalin. Ketika Halbert dalam perjalanan, ia mendapatkan telepon dari pihak rumah sakit jika istrinya akan segera melahirkan..
Halbert mempercepat laju mobil dan tiba di rumah sakit kurang dari seperempat jam. Polisi lalu lintas bahkan tak akan mengejar kecepatan mobilnya.
Ketika tiba di rumah sakit, Nola masih di rumah bersalin. Halbert menatap pintu berdaun dua itu dengan gugup. Suara Nola yang berteriak kesakitan membuat jantungnya seperti diremas.
Halbert menghubungi kakeknya dan Solachen jika Nola sedang berada di ruang bersalin saat ini. Tentu saja keduanya langsung datang.
"Bagaimana dengan Nola? Apakah bayinya sudah lahir?" Solachen langsung bertanya pada Halbert.
"Belum." Halbert masih gugup. Dia sudah duduk dan berdiri berulang kali hanya untuk meredakan ketegangan di tubuhnya.
"Kenapa begitu lama? Apakah ada yang salah dengan posisi bayi di perutnya?" Kakek Jefford menebak.
"Tidak. Harusnya tidak." Halbert juga bingung.
Pihak rumah sakit bahkan tak bisa melihat gender bayi itu. Tapi bukan berarti tak bisa melihat posisi janin dalam kandungan. Posisinya baik-baik saja.
Ini juga pertama kalinya Nola melahirkan. Jalan lahirnya mungkin agak kecil atau bayinya terlalu gemuk?
Orang lain mengatakan jika wanita saat melahirkan itu seperti sedang melewati gerbang kematian.
Setelah perjuangan yang cukup lama, akhirnya tangisan bayi terdengar, memecahkan kesunyian di koridor. Nola juga tidak lagi berteriak. Dia langsung pingsan ketika bayi itu lahir. Energi di tubuhnya terkuras oleh bayi itu.
Kakek Jefford, Solachen dan Halbert menunggu pintu ruang bersalin dibuka. Saat perawat keluar dengan bayi yang baru saja dibersihkan, bayi itu ternyata agak gemuk. Kenapa begitu sulit untuk lahir lebih awal? Pikir mereka.
"Selamat, Tuan Muda Jefford. Ini anak laki-laki yang gemuk dan sehat."
Halbert terdiam dan tidak langsung memperhatikan anak itu. Dia harus kecewa karena yang lahir bukan anak perempuan yang diinginkannya.
Kenapa harus bayi laki-laki? Tidak heran membuat istrinya kesakitan saat melahirkan. Putra ini pasti sengaja ingin memprovokasinya.
"Bagaimana dengan istriku?" tanyanya.
"Nyonya Muda baik-baik saja, hanya pingsan karena kelelahan."
__ADS_1
Perawat yang mendampingi dokter saat membantu persalinan merasa bingung. Tampaknya Halbert ini tidak menyukai anaknya yang baru lahir. Dia ingat jika Halbert berkata jika itu pasti anak perempuan.
Tidak heran ....