Istri Buta Pembawa Keberuntungan

Istri Buta Pembawa Keberuntungan
Keluarga Kei


__ADS_3

Selama beberapa hari, Nola tidak meninggalkan apartemen sedikitpun. Dia hanya mendengarkan apa yang dijelaskan oleh Sekretaris Eli tentang budaya negara J, bahasa serta kebiasaan orang-orangnya.


Meskipun tujuan Nola ke negara J hanya untuk mencari tahu tentang ilmu sihir, menang tak dipungkiri bahwa pemandangannya bagus. Ada beberapa tempat yang wajib dikunjungi. Nola akan jalan-jalan sebentar untuk melihat situasi.


Mungkin ia bisa menemukan saat berjalan-jalan.


Nola dan Sekretaris Eli tidak mengendarai mobil tapi berjalan-jalan santai sepanjang trotoar yang tidak terlalu ramai. Orang-orang di sini sama sibuknya dengan penduduk negara A.


"Aku bisa menemukan beberapa orang yang sama denganku," ujar gadis itu.


"Hah? Seperti apa?" Sekretaris Eli sedikit tidak mengerti dengan kata-katanya.


Nola baru ingat jika Sekretaris Eli tidak banyak tahu tentang kemampuan supernatural dan orang-orang seperti apa. Jadi dia tidak mengatakannya.


"Sudahkah kamu menemukan di mana rumah keluarga Kei?"


"Ya, cukup jauh dari sini dan lokasinya tidak dekat dengan perumahan lain."


Sebagai keluarga besar yang dihormati banyak kalangan, keluarga Kei sebenarnya tidak terlalu buruk. Namun jika bercampur dengan ilmu sihir, pasti akan merepotkan.


Sudah cukup lama orang-orang dari Organisasi Supernatural Dunia mengintainya. Tapi mereka belum mengambil tindakan apapun. Nola tidak yakin apa yang diinginkan mereka saat ini. Namun yang pasti, kekuatan pihak lain tidak kecil.


Karena dia berada di tempat ramai, orang-orang itu tidak berani memulai. Lalu kenapa mengapa mereka tidak langsung melancarkan aksinya?

__ADS_1


Nola tesus berpikir tanpa bertanya apapun lagi. Dia terkejut karena tidak tahu berapa lama berjalan, kakinya agak sakit.


"Kita sampai."


Nola berhenti cukup jauh dari keberadaan bila besar dan mewah keluarga Kei. Hanya sekilas saja, Nola tahu jika aura di rumah tersebut telah dipenuhii dengan kabut hitam misterius. Ini bukan kabut hitam supenatural.


"Yah, ini memang agak merepotkan," gumam gadis itu. Dipastikan dengan aura yang terkandung di udara, sepertinya adalah sihir, bukan aura supenatural.


Rumah keluarga Kei agak besar dan pintu gerbangnya juga dijaga. Belum lagi, rumahnya juga jauh dari pemukiman, agak merepotkan jika sesuatu terjadi dan meminta bantuan.


"Nyonya, apa yang akan kita lakukan?" tanya Sekretaris Eli.


"Tidak ada. Kita hanya melihatnya dan pergi." Nola tidak ingin bertindak sekarang. Setelah melihat rumah itu, ia berbalik dan kembali ke apartment.


Selama beberapa hari, Nola berjalan dan melihat rumah keluarga Kei sebelum akhirnya kembali seperti biasanya. Meski Sekretaris Eli agak bingung dengan apa yang dilakukan gadis itu, namun melihat Nola berpakaian serba hitam di malam harinya, Sekretaris Eli masih bingung.


"Nyonya Bos, apa yang akan kamu lakukan?" Dia terkejut.


"Tentu saja, waktunya untuk mencari tahu tentang penyihir ini." Nola tersenyum.


"Tapi ..." Sekretaris Eli tidak yakin. Dia berniat untuk mengikutinya juga tapi ditolak Nola. Mau tidak mau, dia akhirnya hanya bisa menunggu.


......................

__ADS_1


Pada malam hari, rumah keluarga Kei, wanita tua Kei duduk sambil mencicipi secangkir teh. Suasana agak aneh untuk sementara waktu. Bahkan Nola yang berada di kegelapan tak jauh dari keluarga Kei pun bisa merasakan aura wanita tua itu.


Untungnya, wanita tua Kei tidak menyadari kehadirannya saat ini. Setelah menyesal teh, wanita tua Kei meletakkan cangkir dengan hati-hati.


"Bagaimana dengan kondisi di Negara A, apakah semuanya baik-baik saja?" tanya wanita tua Kei agak bermartabat.


Matsuyama Kei menghela napas. "Ibu tidak perlu khawatir, semuanya baik-baik saja. Kematian Miyumi tidak akan menarik kecurigaan kecuali ...."


"Kecuali apa?"


"Kecuali jika Halbert peduli tentang masalah ini."


"Kenapa pria itu harus peduli dengan kematian putrimu yang bahkan tak bisa merayunya?" Wanita tua Kei itu mencibir. Walaupun kulitnya sudah mengeriput, tapi dengan teknik yang dimilikinya, ia bisa terlihat sedikit lebih muda.


Matsuyama Kei juga tahu ini. Dia hanya sedikit gelisah akhir-akhir ini. Merasa ada sesuatu yang akan terjadi. Tapi dia tidak tahu apa yang akan terjadi. Inilah yang membuatnya merasa tidak sehat sepanjang hari.


Nola tidak mau mendengarkan perkataan keduanya lebih jauh lagi. Dia menyelinap ke suatu ruangan yang ada di rumah tersebut. Dia sangat berhati-hati saat menyelinap agar tidak ketahuan.


Wanita tua Kei dan Matsuyama Kei tidak tahu jika saat ini, salah satu ruangan tertutup yang tidak bisa dikunjungi sembarangan orang, telah dilanggar.


"Ibu, apa rencanamu sebenarnya selama ini? Menggunakan sihir untuk berurusan dengan orang-orang supenatural, bukankah itu tidak dibenarkan? Sihir sangat dilarang. Jika orang lain tahu tentang ini, maka—"


Wanita tua Kei mengangkat tangan, membiarkan pria itu berhenti bicara. "Matsuyama, kamu masih belum mengerti. Baik sihir ataupun aura supenatural, pada dasarnya sama. Keduanya mengandung hal-hal magis yang tak bisa diterima orang biasa."

__ADS_1


__ADS_2