
Nola tidak senang dengan perkataan Halbert. Kali ini dia tidak peduli sama sekali dengan pria itu dan berteriak untuk pergi.
"Pergi! Pergi dari sini dan tinggalkan aku sendiri. Masalah perasaanku bukan urusanmu!"
Halbert tersenyum sinis. Kali ini dia tidak membujuknya. "Kalau begitu kamu hiduplah dengan imajinasimu sendiri tentang keluarga Neilson yang mencintaimu dalam mimpi!"
Dia melangkah lebar meninggalkan ruangan tersebut dan menutup pintu agak keras. Nola memejamkan mata dan air matanya turun lebih deras. Kenapa begitu sulit untuk mendapatkan cinta ayahnya? Dia juga putrinya.
Sekali saja, bisakah pria yang disebut ayah itu memanggilnya dengan lembut sebagai putrinya?
......................
Saat ini, Halbert meninggalkan ruamh sakit dan duduk di mobilnya dengan pikiran tenang. Dia tidak pergi setelah meninggalkan Nola yang kini sedang berkecamuk dengan pikirannya sendiri.
Halbert telah menghabiskan dua batang rokok saat ini dan mobil dipenuhi oleh asap rokok.
"Bos, kenapa kenapa tidak membujuk nyonya sebelumnya?" tanya Asisten Jae yang duduk di kursi pengemudi saat ini.
"Dia masih memiliki kasih sayang pada keluarga yang telah berusaha untuk memerasnya hingga mati. Kali ini aku ingin dia sadar bahwa semua itu hanyalah angan-angannya saja."
Halbert bukan pria yang baik. Dia tidak pernah mengampuni siapapun yang melewati garis bawahnya. Dia belum mengambil tindakan saat ini, bukan karena tidak mampu, hanya saja ingin melihat sikap apa yang dimiliki Nola untuk mereka.
Di dunia ini, adakah orang yang tidak bisa mati bahkan mencoba untuk bunuh diri berulang kali?
"Bagaimana situasi keluarga Neilson saat ini?" tanyanya.
"Tuan muda keluarga Neilson mengantar adiknya ke bandara malam tadi dan membiarkan adiknya belajar di luar negeri."
Halbert tersenyum sinis. "Sepertinya Clive ini ingin menyelamatkan adiknya dari masalah. Tapi tidak peduli apa, di mana pun mereka berada, tidak akan pernah bisa lepas dari tanganku. Sudahkah kamu menemukan siapa mata-mata yang mengawasi Nola selama ini?"
"Iya. Dia adalah orang kepercayaan Clive itu sendiri dan seseorang mata-mata terkenal dari dunia bawah. Bos, orang ini masih ada hubungannya dengan Geng Kalajengking Hitam," jelas Asisten Jae.
"Geng ini adalah musuh lamaku. Karena berani untuk bermain dengan orang-orang ku, maka tunggu saja pembalasan keluarga Jefford."
__ADS_1
Halbert baru saja menghabiskan batang rokok ketiga. Tapi dia tidak berniat untuk menyalakan rokok lain.
"Beri tahu Frangky untuk bergerak sekarang. Istriku tidak bisa menanggung semua penderitaan ini. Bahkan jika dia masih memiliki kasih sayang pada keluarga Neilson, di mataku, itu hanya musuh yang tidak layak dihitung," jelasnya.
"Baik, Bos."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Clive mendapatkan telepon dari Chelsea jika saat ini sudah tiba di Negara S dengan lancar. Gadis itu baru saja tiba di bandara. Sayangnya, waktu di Negara A dan Negara S berbeda. Meski begitu, Clive tidak keberatan jika adiknya memanggilnya pada tengah malam sekali pun.
Mungkin karena Clive terlalu khawatir jika Halbert akan membalas dendam, dia mengirim adiknya keluar negeri lebih cepat. Jika nanti ada masalah, dia cukup menjadi pelampiasan keluarga Jefford.
Sayangnya, dia harus kecewa lagi. Dia tidak tahu bahwa Halbert bukan hanya kejam dan licik tapi juga tak tahu malu.
Saat tahu bahwa Chelsea dikirim ke Negara S untuk belajar, Halbert sudah meminta anak buahnya yang ada di negara itu untuk merencanakan balas dendamnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Beberapa hari kemudian di sebuah apartemen mewah Negara S.
Pria yang dibawanya sangat tampan, jangkung dan berkulit putih. Belum lagi juga merupakan generasi orang kaya kedua yang disukai banyak wanita.
Chelsea merasa beruntung karena dia menjadi satu-satunya wanita yang menarik perhatiannya.
Saat tiba di Negara S hari itu, dia tidak berencana untuk melanjutkan studinya dan berpura-pura belajar di kampus saat kakak dan ibunya menelepon.
Tapi tidak ada yang tahu bahwa dia sama sekali tidak pergi ke kampus.
"Sean, apakah tidak apa-apa? Bagaimana jika kakakku memeriksa apakah aku belajar dengan giat atau tidak di kampus?" Chelsea memiliki sedikit kekhawatiran soal masalah ini.
"Jangan khawatir, aku sudah mengurus segalanya." Pria bernama Sean itu tersenyum lembut padanya dan membuka dua kancing kemeja bagian atas karena terlalu gerah.
Wajah Sean sedikit memerah karena efek alkohol. Chelsea tiba-tiba saja duduk di pangkuannya dengan genit. Pria itu lalu mencium bibirnya dengan antusias dan mengelus paha mulusnya.
__ADS_1
Chelsea mengenakan gaun seksi saat ini, terlihat seperti wanita penggoda yang menunggu pria hidung belang untuk memperkosanya.
Setelah berciuman, Chelsea tampak memerah. "Sean, tubuhku tidak nyaman. Aku ingin sentuhanmu," godanya.
"Kita hanya minum anggur dan bukan obat lain. Kamu sangat tidak tahan dengan tubuhku?"
"Kamu hebat di tempat tidur."
Chelsea awalnya ingin memberikan tubuhnya pada Halbert. Tapi entah kenapa, dia sangat tidak tahan saat melihat pria tampan yang tak beda jauh dengan Halbert. Jadi dia kehilangan mahkotanya sendiri waktu itu.
Siapa tahu, dia ketagihan. Terutama saat bermain dengan pria yang kuat, dia selalu dibawa terbang ke awan berulang kali dan puas dengan mereka.
"Senang dipuji olehmu," kata Sean seraya menyeringai aneh tapi segera berubah menjadi senyuman menggoda.
Keduanya berkompromi dan pergi ke kamar tidur untuk mendayung. Chelsea tampak tidak sabar, membuat semua pakaiannya sendiri dan menempel pada Sean dengan genit.
Ketika keduanya tanpa pakaian, Sean langsung menyerang tubuh Chelsea dengan ganas. Gerakan maju mundurnya membuat Chelsea mengeluarkan suara ambigu berulang kali, meremas seprai dan memejamkan mata dengan pikiran berkabut.
Milik pria itu memuaskan mahkotanya berulang kali. Karena Sean tidak memakai pengaman saat ini, semua benihnya tumpah di dalam.
Chelsea tidak peduli. Selama dia menikmatinya, masalah lain dikesampingkan.
Ketika ronde pertama selesai, Chelsea masih dengan genit merayunya. "Sean, aku masih menginginkanmu. Ayo masuk lagi dan puaskan aku."
Sean menatap Chelsea yang terlihat seperti gadis nympho. "Dasar jalaang," gumamnya.
Jika bukan karena perintah bosnya sendiri, dia tidak mau menyentuh gadis murahan seperti Chelsea. Tapi bosnya penuh kebencian dan sekali dendam pasti akan dibayar mahal.
Siapa yang meminta gadis ini untuk menyakiti istri bos, sungguh cari kematian. Karena wanita sangat menghargai kesucian, maka dia akan membuatnya kotor dan meminta teman-temannya untuk bermain di masa depan.
Pikirannya ini tidak diketahui oleh Chelsea sama sekali. Gadis itu masih tenggelam dalam kenikmatan yang diberikan oleh pria di atasnya.
Barulah setelah bermain cukup lama, Chelsea kelelahan dan pingsan setelah mendapatkan ledakan mauim semi terakhirnya yang panjang.
__ADS_1
Sean mencibir setelah memuaskan dirinya sendiri dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah itu, dia mengirim pesan pada bosnya jika semua berjalan dengan rencana.
Memakai jubah mandi besar yang longgar, Sean melihat Chelsea yang pingsan di tempat tidur. "Wanita ini tidak tahu siapa itu Halbert. Menyinggungnya sama saja dengan meminta kesengsaraan seumur hidup," gumamnya.