Istri Buta Pembawa Keberuntungan

Istri Buta Pembawa Keberuntungan
Akhir Dari Keluarga Kei (2)


__ADS_3

Pria Tua Ren baru saja menutup telepon dan dia tidak merasa ada yang salah dengan kata-katanya. Namun Takahiro Ren hanya bisa geleng-geleng kepala. Niat kakeknya baik tapi sayang sekali caranya kurang tepat.


Bahkan Nola sedikit heran. Hanya Halbert yang tidak menunjukkan ekspresi apapun, seolah-olah semua itu hanyalah tindakan biasa. Tapi, cara Pria Tua Ren dalam memberi tahu Nyonya Rin seperti penculik yang meminta uang tebusan.


Pria Tua Ren menyerahkan ponsel pada Takahiro Ren dan menatap mereka yang memperhatikannya dengan heran.


“Ada apa? Apakah aku salah bicara?”


Takahiro Ren menjadi orang yang pertama yang menggelengkan kepala. “Tidak. Hanya saja Kakek, bisakah kamu mengubah kebiasaanmu saat bicara dengan pihak lain?”


“Memangnya apa yang salah dengan ucapanku?” Pria Tua Ren menatap cucunya sedikit tidak senang.


“Sebenarnya tidak ada yang salah. Hanya saja, bisakah lembutkan nada bicaramu dan ucapkan kata-kata yang lebih sopan? Kamu bertindak seperti seorang penjahat.”


Pria Tua Ren sudah terbiasa dan tidak mau mendengarkan kata-kata cucunya. Namun melihat Nola yang juga keheranan saat menatapnya, ia tidak berada.


“…” Baiklah, apa nada bicaranya sungguh seperti penjahat?


Kemudian Pria Tua Ren menatap Halbert yang menjadi satu-satunya pihak yang tidak terkejut sama sekali.


“Lalu bagaimana denganmu? Apakah menurutmu, aku tampak seperti orang jahat?”


Halbert hanya tersenyum. Tentu saja di matanya, tidak sama sekali. Lagi pula dia adalah bos mafia. Menurutnya, apa yang begitu aneh? Jika dia berada di posisi Pria Tua Ren, mungkin kata-kata yang diucapkannya pada Nyonya Rin akan lebih kejam lagi.


Tapi Nola yang merasakan Pria Tua Ren bertanya pada Halbert, buru-buru berdiri dan terkekeh ragu seraya menghampiri Halbert. Dia segera mewakili suaminya bicara.


“Tentu saja tidak. Halbert hanya tidak suka banyak berkomentar.”


Tidak mungkin dia harus bilang jika Halbert adalah seorang mafia. Meski Pria Tua Ren bisa menebak aura supernatural di tubuh Halbert, tapi masih belum pasti dengan identitas lainnya. Lagi pula, mereka tinggal di negara A dan jauh dari negara J.

__ADS_1


Halbert tidak berdaya ketika Nola berdiri di depannya untuk menutupi kekurangannya saat tidak segera menjawab.


Saat ini di sisi lain ….


Butuh waktu yang cukup lama bagi Nyonya Rin untuk sampai di tempat yang dituju. Ia memarkirkan mobilnya di tempat parkir terdekat, kemudian mencari keberadaan rumah yang dimaksud. Namun ia tidak menyangka jika tempatnya masih cukup jauh.


Tak lama kemudian, ia akhirnya sampai di depan rumah yang dimaksud dalam alamat. Nyonya Rin agak ragu ketika tiba di depan pintu masuk utama. Namun suara seorang pria tua terdengar dari dalam, memintanya untuk masuk.


Jantung Nyonya Rin berdetak kencang. Bagaimana bisa pihak lain tahu dia ada di depan pintu? Melihat sekeliling, tidak ada siapapun. CCTV bahkan tidak terpasang sama sekali. Di saat Nyonya Rin sibuk mencari kemungkinan kamera tersembunyi dipasang, pintu tiba-tiba saja terbuka perlahan.


Di sini, Nyonya Rin semakin berkeringat dingin. Pintu itu terbuka dengan sendirinya tanpa ada siapapun yang membukanya. Kemudian, seekor kucing belang duduk tak jauh dari keberadaan pintu, mengeong padanya. Tidak mungkin kucing yang membuka pintu bukan?


Nyonya Rin akhirnya masuk. Baru saja masuk dan berjalan beberapa langkah, pintu di belakangnya langsung tertutup agak kencang. Dia terkejut dan hampir saja berteriak, memegang tali tas bahunya dengan tangan berkeringat dingin.


Di sisi lain, Takahiro Ren tak bisa menahan diri untuk mengusap wajahnya dengan frustrasi. Dia tidak yakin apakah Pria Tua Ren saat ini sedang bermain hantu atau memang naluriah alaminya saat menyambut tamu.


“…” Takahiro Ren dan Nola yang merasakan kepura-puraannya, tidak mau berdebat.


Takahiro Ren masih pergi ke ruang utama untuk menyambut Nyonya Ren yang berpakaian modis. Nyonya Rin melihat orang datang, akhirnya menghela napas lega, kemudian khawatir lagi.


“Apakah putraku ada di sini?” tanyanya tanpa basa-basi.


Takahiro Ren menatapnya dengan ringan lalu memintanya untuk ikut. Nyonya Rin tidak ragu untuk mengikutinya. Saat melihat Takahiro Ren, ia merasa pihak lain sama sekali tidak berniat jahat. Keduanya tiba di kamar. Di sana, Pria Tua Ren, Nola dan Halbert sudah menunggu.


Nyonya Rin tertegun sejenak lalu melihat Hiiro yang terbaring di tempat tidur, akhirnya tak bisa menahan diri untuk menghampirinya.


“Putraku!” Nyonya Rin memeriksa kondisi Hiiro . Selain demam, tidak ada yang lain. Akhirnya menghela napas lega. Putranya tidak mengalami kecelakaan lain.


Nola tidak menceritakan apa yang terjadi sebelumnya. Nyonya Rin hanya manusia biasa, sehingga biarkan tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya.

__ADS_1


Nyonya Rin menangis senang setelah menemukan putranya lagi. Lalu mengucapkan terima kasih pada mereka. Dia tidak mengenal keluarga Ren. Hanya saja saat melihat Halbert, ia masih terkejut.


“Kamu … apakah kamu Tuan Muda Jefford?” tanyanya seperti melihat adegan berdarah di depan matanya, sedikit takut.


Halbert melihatnya dan hanya tersenyum dingin. Nola justru tidak menyangka jika Nyonya Rin akan mengenal Halbert. Belum lagi, Takahiro Ren dan Pria Tua Ren juga penasaran dengan identitas Halbert.


"Apakah kamu kenal suamiku?" tanya Nola.


Nyonya Rin bingung untuk menjawabnya. Lalu masih mengangguk ringan. Tentu saja dia pernah melihatnya secara langsung saat berada di negara A. Waktu itu dia masih melakukan hubungan diam-diam dengan Matsuyama Kei. Bahkan Miyumi Kei saja tidak tahu.


"Kapan kalian bertemu?" Nola masih penasaran.


Halbert akhirnya tidak mau membahasnya lagi. "Itu sudah lama sekali. Bukan hal yang penting. Sekarang fokusnya bukan masalah ini bukan?"


Tentu saja Halbert tidak akan bilang jika keduanya pernah bertemu di pelelangan gelap. Setidaknya saat itu, Miyumi Kei masih bertindak sebagai orangnya sendiri.


Nyonya Rin juga tidak mau membahas masa lalu. Halbert adalah pria yang kejam. Bahkan suaminya sendiri tidak mau menghadapinya. Kini pria itu muncul bersama istrinya, tidak tahu apa yang dilakukannya. Ia melihat Nola sekilas. Gadis itu sangat cantik. Lebih cantik daripada gadis yang pernah dilihatnya selama ini.


Nola memiliki darah Asia di tubuhnya dan kecantikannya seperti ibunya tapi memiliki wajah khas Asia. Nyonya Rin tidak memedulikan mata Nola yang kemungkinan buta. Penampilan selalu menipu. Jadi jangan percaya jika bertemu hantu yang mengaku sebagai arwah orang baik.


"Sebenarnya, apa yang terjadi dengan Hiiro ?" Nyonya Rin mengalihkan topik.


Pria Tua Ren yang telah lama diam akhirnya angkat bicara. "Bukankah kamu harusnya tahu apa yang menimpa wanita tua itu?" tanyanya.


Nyonya Rin mengerutkan kening. Yang dimaksudkan Pria Tua Ren pasti Wanita Tua Kei. Wanita tua itu dirawat di rumah sakit dan kondisinya semakin memburuk saat ini.


"Apa ... apakah ada hubungannya dengan kondisi Hiiro saat ini?" Dia menebak meski tidak mau memikirkannya.


Wanita Tua Kei sebenarnya tidak terlalu membenci putranya. Tapi semenjak Matsuyama Kei sakit saat itu, sikapnya sedikit berubah. Tiba-tiba saja membawanya ke kuil di malam hari, sungguh tidak seperti biasanya.

__ADS_1


__ADS_2