
Beberapa hari setelah kejadian itu, Nola dan Halbert jarang keluar rumah. Berita tentang keluarga Kei sebelumnya juga telah mereda. Badai di internet kembali tenang.
Halbert benar-benar mencari mantan anggota klan penyihir atau pemuja iblis yang telah bertobat. Cukup sulit untuk menemukannya. Namun karena dia tidak ingin mengenakan Nola, akhirnya Halbert berhasil menemukan satu orang yang mudah diajak bicara.
Kebetulan orang itu juga mengenal keluarga Kei sebelumnya. Memastikan bahwa orang itu tidak bersekongkol dengan siapapun, Halbert membawanya.
Ketika tiba di apartment, Nola melihat suaminya membawa seorang ibu-ibu berpakaian sederhana. Wanita itu memiliki beberapa kerutan. Selain disebabkan karena faktor usia, ada juga karena sebab dan akibat.
"Siapa yang kamu bawa ini?" tanyanya.
"Ini Nyonya Nue, mantan pengikut penyihir di masa lalu."
Nola menaikkan sebelah alisnya. Dia menyediakan tiga cangkir teh dan ketiganya duduk di ruang tamu. Nyonya Nue masih berada di bawah usia lima puluh tahun. Ia ramah saat menyapa Nola, bahkan seidmit terkejut saat mengetahui jika gadis itu buta.
Menyesap teh, Nyonya Nue menghela napas. "Kudengar dari suamimu, kamu ingin tahu tentang klan penyihir?" tanyanya langsung.
"Benar. Karena Nyonya Nue telah bersedia untuk datang, maka harusnya tidak keberatan untuk menceritakannya bukan?"
__ADS_1
"Tentu saja, jangan khawatir. Aku memiliki sedikit dendam pada keluarga Kei."
Halbert tidak menyela atau mengganggu pembicaraan keduanya. Dia juga ingin tahu tentang masalah ini. Nyonya Nue menjelaskan awal dan akhir perjalannya saat menjadi pengikut sekte iblis.
Awalnya Nyonya Nue hanya melakukan beberapa kegiatan anggota di gereja karena tidak mungkin untuk melakukannya di kuil. Kegiatannya sangat beragam. Tapi satu hal yang pasti, mereka harus melakukan perjanjian dengan iblis lebih dulu jika menginginkan sesuatu. Lalu untuk membayarnya juga agak mengerikan. Meski begitu, keinginan apapun pasti terwujud.
"Lalu kenapa kamu memutuskan untuk berhenti?" Nola semakin penasaran.
"Itu karena putraku jatuh sakit sebelumnya. Awalnya aku membawanya ke rumah sakit. Tapi dokter berkata bahwa putraku tidak mengalami sakit apapun selain kelelahan karena anemia. Jelas aku tidak percaya karena tidak ada anggota keluargaku atau keluarga suamiku yang memiliki riwayat penyakit tersebut ...."
Nyonya Nue seperti bernostalgia. Pada masa itu putranya semakin memburuk. Bahkan saat dia pergi untuk melakukan kegiatan anggota sekte, ia meminta kesehatan untuk putranya. Tapi apa yang dikatakan pemimpin anggota saat itu bilang jika putranya terpilih sebagai tumbal murni berikutnya.
"Putraku rupanya sensitif dan mampu melihat sesuatu yang tak bisa dilihat orang lain. Ia sudah tahu sejak aku berkontrak dengan iblis. Namun ia tidak mengatakan apapun karena khawatir aku marah padanya." Nyonya Nue tiba-tiba saja menangis. "Pada saat itulah aku memutuskan untuk keluar dari kegiatan pemujaan iblis dan tidak ingin putraku menjadi tumbal. Tapi sayang ... semuanya terlambat."
"Terlambat? Apakah ini ada hubungannya dengan keluarga Kei?"
Ditanyai seperti ini, Nyonya Nue tidak bisa menyembunyikan kebenciannya terhadap keluarga itu.
__ADS_1
"Benar! Semua itu gara-gara wanita tua itu! Mengetahui jika aku akan keluar daru anggota pemujaan iblis, dia memberi tahu pemimpin dan khawatir putraku gagal menjadi tumbal! Ketika putraku meninggal di saat sebelum aku memutuskan kontrak perjanjian iblis, suamiku tahu tentang masalah ini dan menceraikan ku," tuturnya sangat sedih.
Wanita itu seperti mengingat semuanya dari awal hingga akhir. Bahkan tak segan untuk membocorkan semua yang diketahuinya. Jika ritual pemujaan iblis yang dilakukan pada hari-hari tertentu gagal atau tidak berhasil, maka dianggap mengingkari perjanjian.
Setelah kejadian tahun itu, Nyonya Nue sangat membenci keluarga Kei. Dia pergi ke salah seorang biksu di kuil untuk bertobat dan menembus dosa-dosa lamanya. Biksu berkata jika kematian putranya karena faktor sebab akibat.
"Tapi bagaimana keluarga Kei begitu khawatir jika putramu gagal menjadi tumbal?" Halbert akhirnya angkat bicara.
Nyonya Nue menyesap tehnya lebih dulu. "Jika tidak, putranya sendiri yang akan menjadi tumbal. Putra wanita tua itu dan putraku sama-sama lahir pada hari Yin. Hari yang dipercaya bahwa hantu menyukainya. Wanita tua itu tidak mau putranya menjadi tumbal."
"Bukankah akan ada hari di mana puranya akan menjadi tumbal?"
"Memang. Tapi mungkin masih agak lama jika itu terjadi. Tumbal nyawa manusia tidak sering diambil. Ini akan terlalu mencolok."
Nyonya Nue menjelaskan kenapa klan penyihir bisa terlihat dalam pemujaan iblis. Dia tidak tahu di mana mereka tinggal selama ini, namun mereka bukan orang biasa. Ada semacam kekuatan anehnyang dimiliki orang-orang itu. Sangat persis seperti penyihir.
Keberadaan penyihir terisolasi dari orang-orang karena imejnya yang buruk. Jadi tentu saja mereka tidak akan muncul dengan pakaian yang aneh.
__ADS_1
Nola akhirnya memberi tahu Nyonya Nue jika sebelumnya ia dan Halbert mengetahui tentang keluarga Kei. Anak Matsuyama Kei telah meninggal karena terkait dengan klan penyihir dan pria itu sendiri juga bergabung menjadi anggota.