
Bagi Nola, siapapun Halbert dan apa misteri keluarga Jefford, tidak terlalu penting. Tapi mungkin ini akan penting bagi keluarga Jefford sehingga Nola meminta neneknya untuk bercerita lebih banyak tentang Esper Moros.
Tidak tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan, keduanya bicara panjang lebar. Sayangnya, Nola tak bisa tinggal lagi di lautan kesadaran wanita tua itu. Sudah waktunya untuk pergi.
Dengan begitu, Nola dan wanita tua itu tidak akan pernah bertemu lagi. Sebelum berpisah, wanita tua tersebut memberikan semua kemampuan yang dimilikinya agar Nola bisa belajar di masa depan. Walaupun Nola tidak menginginkannya, tapi semua ini diwariskan dari neneknya, dia masih menghormati keputusan tersebut.
Saat Nola bangun dari tidurnya, hari masih gelap. Dia melihat jam dinding yang terpasang di dinding, pukul dua belas malam. Dia menoleh ke samping, Halbert tidak tahu kapan sudah berada di sampingnya dan tertidur. Halbert sangat damai saat tidur dan wajahnya yang kelelahan menjadi jauh lebih santai.
Namun saat Nola bergerak sedikit mengebor ke pelukannya, Halbert terbangun dan melihat istrinya terbangun.
“Apakah kamu bermimpi buruk?” tanya pria itu seraya memeluknya.
“Tidak.”
Nola tidak berniat untuk menceritakan apa yang terjadi dalam mimpinya. Dia masih memikirkan Halbert yang kemungkinan besar merupakan keturunan supernatural. Lalu bagaimana bisa redup saat ini, bahkan dia tak bisa merasakan Halbert memiliki darah supernatural di tubuhnya.
Nola tidak memejamkan mata lagi yang membuat Halbert memperhatikan jika gadis itu sedikit linglung setelah terbangun.
“Ada apa?” Dia bertanya lagi.
“Tidak ada apa-apa.” Nola masih menolak untuk membicarakannya. Dia ingin memastikannya dulu.
“Tidak ingin mengatakannya?”
“Aku hanya bermimpi bertemu nenekku,” jawab Nola.
“Nenekmu? Apakah kamu pernah melihat nenekmu semasa hidup?”
Nola menggelengkan kepala. “Aku bahkan tidak pernah melihat kerabat ibuku yang lain selain paman. Tapi kali ini nenek muncul di mimpi untuk pertama dan terakhir kalinya.”
__ADS_1
Halbert memeluknya, mengira jika gadis itu merasa sedih karena merindukan kerabatnya yang tidak tahu seperti apa. Dia bahkan penasaran dengan kerabat gadis itu. siapa Noria dan dari mana asalnya. Tapi tidak pernah ditemukan sama sekali. Mengetahui jika Nola dan Wickson merupakan keluarga yang masih hidup, dia akhirnya yakin jika semua kerabat gadis itu meninggal.
“Jangan sedih, keluarga Jefford masih menjadi pendukungmu,” katanya.
Nola memeluknya. “Halbert, apakah kamu percaya jika di dunia ini ada banyak keajaiban?”
“Kenapa tiba-tiba bertanya tentang ini?”
Istrinya sendiri merupakan keajaiban bagi Halbert. Jika ada banyak keajaiban di dunia ini, maka dia harus percaya walaupun dia tidak percaya adanya Tuhan di dunia ini. Tapi dia percaya pada istri dan kakeknya.
“Bagaimana jika … kamu sendiri sebenarnya masih memiliki darah orang supernatural di tubuhmu misalnya.”
Halbert tidak langsung menanggapi. Dia menyipitkan mata dan berpikir dua kali sebelum mencerna semuanya. Keluarga Jefford tidak pernah terlihat tentang ini. Dia juga tidak pernah melihat orangtuanya memiliki hal aneh lainnya. Tapi ….
Entah kenapa, Halbert tidak tahu banyak tentang orangtuanya. Bukan karena dia masih kecil saat itu, namun sepertinya tidak banyak barang yang dimiliki ayah dan ibunya saat membereskan barang di rumah. Halbert pernah bertanya pada kakeknya tapi pria tua itu juga menggelengkan kepala.
Semasa hidupnya, ayah Halbert tidak memiliki obsesi pada apapun selain mencintai ibunya. Lalu dia ingat tentang terowongan bawah tanah yang ditemukan tak sengaja oleh Nola dan Solachen. Dia juga mampu membaca isi buku usang yang tidak bisa dibaca oleh orang lain. Dia juga meragukan dirinya sendiri.
“Aku tidak tahu harus memberi tahumu dari sisi mana.”
“Kalau begitu langsung saja.”
Nola menghela napas. “Nenekku bilang dia merasa familiar dengan aura di tubuhmu. Dia bilang kemungkinan besar kamu merupakan keturunan Esper Moros.”
“Esper? Apa itu?” Halbert benar-benar bingung sekarang.
“Anggap saja sama dengan orang-orang yang memiliki kemampuan supernatural. Esper Moros ini merupakan julukan untuk orang supernatural yang memiliki kemampuan untuk menjemput ajal dari seseorang yang diinginkannya.”
Lebih tepatnya, orang yang memiliki kemampuan Esper Moros ditakdirkan untuk memiliki nyawa orang lain di tangannya. Mereka dianggap sebagai pembunuh kejam yang disegani oleh kelompok ahli supernatural lainnya. Nola ingat apa yang dikatakan neneknya di dalam mimpi. Kemampuan Esper Moros ditakdirkan untuk hidup dalam kegelapan selamanya.
__ADS_1
Namun Nola tidak ingin membuat Halbert berada di kegelapan. Dia ingin pria itu juga memiliki cahaya dan menghilangkan ingatan buruknya tentang kematian orangtuanya.
Halbert juga tidak bicara saat ini dan tenggelam dalam beberapa kemungkinan. Mungkin dia harus mencari tahu dari beberapa tempat yang pernah menjadi jejak keluarga Jefford sebelumnya.
“Apakah menurutmu, orang yang membunuh orangtuamu tahu tentang ini juga sehingga ingin memutuskan semua ikatan supernatural yang ada pada ayahmu?” tebak Nola.
Pria itu terkejut dan tidak memikirkan ini sama sekali sebelumnya. Tapi sekarang dia harus mulai meragukannya. Jika benar dirinya memang keturunan supernatural yang disegani oleh pihak lain, maka tidak heran jika musuh lamanya terlalu gelisah.
Sepertinya ada banyak rahasia yang masih belum terungkap selama ini. Halbert mencium kening gadis itu dan berterima kasih diam-diam. Berkatnya, dia mulai tercerahkan lagi kali ini. Lalu Nola menunjukkan sebuah kartu berisi alamat yang asing bagi Halbert.
“Dari mana kamu mendapatkan ini?” tanyanya.
“Dari nenekku.”
Halbert tidak meragukannya kali ini. Dia berada di samping Nola sejak awal dan tidak melihat gadis itu pergi atau bertemu seseorang. Tiba-tiba saja Nola memegang kartu berisi alamat asing, Halbert juga tidak banyak bertanya. Nola ingin datang ke alamat tersebut, dia bisa menemaninya ke sana.
Setelah mengobrol untuk waktu yang cukup lama, Halbert memintanya untuk kembali tidur. Sisanya akan dibahas perlahan. Nola memang mengantuk dan mulai tertidur pulas di pelukan Halbert. Sementara pria itu tak bisa tidur sampai jam tiga pagi. Jika identitasnya begitu mengerikan, maka keluarga Jefford memiliki sejarah panjang yang misterius.
......................
Keesokan paginya, Nola dan Halbert bangun agak siang. Kakek Jefford diberi tahu tentang keberadaan keduanya agar tidak khawatir. Namun Halbert masih khawatir tentang keselamatan kakeknya saat mengingat jika musuh ada di dalam keluarga.
Namun tak ada yang bisa dia lakukan juga saat ini.
“Ayo, sarapan dulu sebelum pergi ke alamat yang ada di kartu itu,” kata Halbert seraya menyajikan bubur gandum yang diberi susu serta beberapa potong buah anggur dan stroberi sebagai toping.
“Kita pergi hari ini?”
“Semakin cepat lebih baik. Belum lagi lokasi yang tercantum di kartu cukup jauh dari sini dan tentu lebih jauh lagi jika berangkat dari rumah. Berangkat dari sini, kita bisa menghemat banyak waktu.”
__ADS_1
Nola memakan bubur gandum manis yang enak. “Lalu bagaimana dengan urusanmu di sini?”