
Sin memikirkan segala kemungkinan. Mungkin saja Nola selama ini bukan gadis biasa, melainkan seorang ahli supernatural khusus? Jika tidak, mata abu-abu pucatnya tidak akan berubah menjadi kehitaman.
Tapi kemampuan apa yang dimiliki gadis itu hingga mampu membuat orang lain tak bisa melihat ketiganya?
Seberapa terkejutnya Sin, ia tak bisa berpikir jernih lagi. Mau tidak mau, ia hanya bisa mengerahkan semua kemampuannya untuk lepas dari sihir ilusi terlebih dahulu. Lalu berencana untuk pergi dan bersembunyi.
Setidaknya, Sin tidak ingin menjadi pengecut. Namun baik Nola maupun Halbert bukan manusia biasa. Ia harus kembali untuk melapor pada ketua.
Tapi, bagaimana mungkin Nola dan Halbert akan membiarkannya pergi?
"Jadi selama ini kalian berdua berpura-pura bodoh! Tidak heran ketua sangat ingin membunuhmu, Halbert. Ternyata kamu benar-benar tahu tentang hal-hal supernatural!" Sin menggertakkan gigi. Lalu ia melirik Nola yang ada di belakang Halbert. "Dan kamu ... Siapa sangka kamu juga bukan gadis yang lemah!"
Sin curiga jika insiden hilangnya kalajengking hitam supernatural yang ia berikan pada Juliana telah diputus oleh gadis itu. Jika tidak, bagaimana kalajengking hitam supernatural tiba-tiba saja bisa memutuskan kontrak tuan?
Belum lagi serangkaian kejadian di perusahaan Halbert. Selama Juliana membuat ngengat, selalu saja ada hal sial yang menimpanya. Kemampuan Nola mungkin lebih dari sekadar menciptakan ilusi.
Halbert yang berekspresi dingin akhirnya menemukan sedikit ketenangan. "Ya, semua ini berkat istriku, tentu saja. Jika tidak, aku mungkin tidak akan pernah tahu bahwa anjing-anjing Geng Kalajengking Hitam berani memasuki perusahaan."
"Apakah kamu tahu jika Juliana adalah orangku?" Sin menebak.
__ADS_1
"Sejak awal dia datang, aku sudah tahu. Bahkan jika dia tidak layak di perusahaan, aku masih mempertahankannya. Bukan karena aku berbaik hati, tapi karena sangat disayangkan jika mangsanya lari."
Juliana bisa dikatakan memasuki sarang harimau dan ingin mengaduk isinya. Tapi dia tidak tahu jika harimau telah mengintip untuk waktu yang lama, menunggu momen yang pas untuk menggigit sampai mati.
Siapa itu Halbert Jefford? Dia tidak pernah menjadi orang yang baik sejak awal. Kecuali untuk Nola dan kakeknya, ia tak memiliki kebaikan lain.
Di mata Halbert, Sin seperti semut yang mudah diinjak kapan saja.
"Ternyata begitu!" Sin menggertakkan gigi, berusaha bangun dan menstabilkan tubuhnya. Lalu tertawa rendah. "Kalau begitu, tidak ada yang perlu dibicarakan lagi!"
Sin mengumpulkan aura supernatural dari tangan kirinya. Tato kalajengking hitam di punggung tangan kirinya menyala kehitaman. Perlahan-lahan, beberapa kalajengkig hitam berekor merah muncul dari permukaan.
Awalnya hanya puluhan, lalu menjadi ratusan. Di sekitar Sin penuh dengan kalajengking hitam supernatural.
Kalajengking hitam supernatural jelas bukan hewan berbisa biasa. Setelah mendengar perintah Sin, tentu saja langsung melaksanakan perintahnya.
Ratusan kalajengking hitam supernatural melompat cukup tinggi. Mereka berniat untuk menyerang Halbert dan Nola. Namun entah kenapa, baru saja melompat, mereka jatuh tanpa alasan.
Sin mengerutkan kening. Ia mengendalikan semua kalajengking hitam supernatural. Lalu dia kembali memerintahkan mereka untuk menyerang Halbert kembali. Namun kali ini, semua kalajengking hitam supernatural jelas kaku. Mereka enggan bergerak, justru mundur perlahan.
__ADS_1
Sin melihat perubahan ini, mau tidak mau berwajah pucat. Ia sudah mengeluarkan cukup banyak aura supernatural untuk mengendalikan ratusan kalajengking hitam supernatural. Sekarang mereka tidak mau mematuhi perintahnya.
"Aku memerintahkan kalian untuk menyerang mereka!" teriaknya.
Namun lagi-lagi ratusan kalajengking hitam supernatural tidak mau dan terus mundur. Sin lebih marah setelah melihat ini. Apa yang membuat ratusan kalajengking hitam supernatural begitu mundur ketakutan?
Untungnya, rasa penasaran itu segera terjawab setelah merasakan aura beracun. Sin menyipitkan mata, ingin tahu lebih banyak. Akhirnya, ia bisa melihat seekor kalajengking hitam supernatural di bahu Halbert.
"Apakah kamu ingin tahu kenapa mereka tidak berani menyerang?" Suara Raja Kalajengking Hitam Supernatural mengagetkan Sin lagi dan lagi.
"Apa??! Kamu—"
Sin akhirnya memuntahkan seteguk darah. Tidak salah lagi. Apa yang baru saja dilihatnya adalah Raja Kalajengking Hitam Supernatural! Ini raja kalajengking hitam yang baru saja memimpin. Raja Kalajengking Hitam Supernatural sebelumnya mati. Bagaimana mungkin ada di sini, kecuali ....
Lagi-lagi memikirkan apa yang seharusnya tidak dipikirkan, membuat Sin lebih tak nyaman lagi. Dengan adanya Raja Kalajengking Hitam Supernatural di bahu pria itu, Sin tabu jika semuanya sudah selesai. Ia tak bisa memikirkan cara untuk menang melawan mereka.
Pada akhirnya, Sin memang bergantung pada kalajengking hitam supernatural untuk melawan pihak lain. Kini Raja Kalajengking Hitam Supernatural ada di pihak Halbert. Saat ini, Sin hanya ingin memikirkan cara agar bisa melarikan diri.
Sayangnya, dia tak memikirkan kesempatan tersebut. Tak lama setelah Raja Kalajengking Hitam Supernatural muncul di bahu Halbert, itu menghilang lagi. Dan kini muncul di bahu Sin.
__ADS_1
"Apakah ada kata-kata terakhir?" tanya Raja Kalajengking Hitam Supernatural dengan ekornya yang melengkung.
Sin membelalakkan mata.