Istri Buta Pembawa Keberuntungan

Istri Buta Pembawa Keberuntungan
Sekretaris Dan Asisten Menikah


__ADS_3

Beberapa hari kemudian, Halbert sudah sibuk di perusahaan. Asisten Jae menyerahkan dokumen kerja sama yang harus ditandatangani. Kemudian memberi tahu berita terbaru yang terjadi baru-baru ini.


“Bos, Lin Yehua ditemukan meninggal di apartemennya karena kelelahan fisik.”


“Meninggal? Kapan?”


“Beritanya sudah ada sejak beberapa hari lalu, tapi baru diumumkan hari ini. pemilik apartemen mengetahui jika Lin Yehua tidak keluar-masuk lagi dan curiga jadi mengambil kunci cadangan dan mengeceknya. Dia ditemukan meninggal di kamar mandi saat berendam,” jelasnya.


Halbert mengerutkan kening. Rasanya ada yang salah dengan informasi itu. “Lalu, apakah berita tentang Yujin dan Sakie yang bersamanya?”


Asisten Jae menggelengkan kepala. “Tidak ada berita apapun tentang mereka berdua. Keduanya seperti lenyap begitu saja. Belum lagi saat kami bertanya pada orang-orang di apartemen Terkhususnya penjaga meja depan, mereka semua tidak pernah melihatnya.”


Halbert yakin jika Yujin dan Sakie pasti menggunakan ilmu sihir untuk menghilangkan ingatan mereka, memanipulasi kamera pengawas dan lain sebagainya. Kematian Lin Yehua harusnya disebabkan oleh mereka.


Untuk memastikan semua itu, Halbert menghubungi Sean dan meminta penyelidikan lebih jauh. Ternyata Sean sudah mengetahui ini sebelumnya dan lupa memberi tahu Halbert.


Keberadaan Yujin dan Sakie masih belum diketahui hingga sekarang. Belum lagi dengan kemampuan Sean, tampaknya tidak akan membuahkan hasil.


Halbert hanya meminta Sean untuk memantau sekitar. Untuk sementara waktu tidak perlu kembali ke negara S. Setelah bicara cukup lama dengan Sean, pria itu menatap Asisten Jae.


“Bagaimana hubunganmu dengan Eli?” tanyanya.


Asisten Jae terkejut kemudian tersenyum lembut. Tumben bosnya bertanya tentang masalah pribadinya.


“Hubungan kami baik. Kami berencana untuk mengadakan pernikahan tahun ini meski sudah mengambil sertifikat hubungan suami istri. Jangan khawatir Bos, pekerjaan kami akan seperti biasanya.”


“Kapan pesta pernikahan diadakan? Biarkan perusahaan yang menanggung biayanya.”


“Bos, apakah kamu serius? Kami awalnya hanya berniat mengadakan pesta biasa saja.”


“Bagaimana itu bisa menjadi acara yang sederhana. Ada banyak karyawan di perusahaan yang harus diundang. Belum lagi kamu sudah bekerja denganku sejak awal, tentu aku harus memperlakukan karyawan dengan baik.”


Halbert tulus ketika mengatakan ini dan tak ada niatan lain. Asisten Jae sudah lama bersamanya semenjak dia masuk kelompok mafia. Tahu lebih banyak tentang kehidupannya. Sama seperti Sekretaris Eli yang juga mengikutinya.


Di antara sekretaris yang pernah bekerja di perusahaan, hanya Sekretaris Eli yang memandangnya tanpa ambisi. Oleh karena itu, Sekretaris Eli selalu ada di sampingnya ketika mengurus banyak hal.


“…” Asisten Jae yang membayangkan berapa banyak karyawan yang harus diundang, langsung pusing.

__ADS_1


Halbert sudah menyiapkan berapa banyak uang yang akan dikeluarkan dan hanya meminta Asisten Jae mengurus diri. Ia juga meminta wakil perusahaan untuk memberi tahu semua karyawan tentang pesta pernikahan tersebut. Untuk perusahaan cabang, undang saja orang-orang tertentu.


Tak lama kemudian Sekretaris Eli datang dengan secangkir kopi panas untuk bosnya. “Bos, ini kopi dengan resep terbaru nyonya muda.” Ia meletakkan secangkir kopi di atas meja kerja Halbert.


Asisten Jae mengerutkan kening. “Lalu di mana bagianku?”


Wanita itu memutar bola matanya. “Buatlah sendiri. Bukankah yang terakhir kali aku buat, kamu bilang terlalu pahit?”


“…” Apakah wanita itu masih padanya perihal kopi?


“Omong-omong, apa yang terjadi dengan orang-orang di perusahaan? Kenapa mereka menatapku dengan penuh senyum dan mengucapkan selamat?”


“Bos baru saja meminta wakil perusahaan mengirim surat undangan pada semua karyawan tentang pesta pernikahan kita.”


Harusnya saat Halbert memberi perintah, wakil perusahaan tidak menganggur dan langsung mengirim surat undangan melalui email semua orang.


Tidak heran jika mereka langsung mengetahuinya. Email yang masuk akan langsung dibaca karyawan. Siapa tahu mungkin info yang sangat penting.


“Tidak heran … Apa??! Undangan pesta pernikahan kita? Kamu memberi tahu Bos?” Sekretaris Eli hampir berteriak.


Halbert memperhatikan keduanya yang bertengkar kecil satu sama lain. Asisten Jae juga tampaknya akan menjadi budak istri di masa depan. Dia mencoba rasa kopi resep terbaru yang Nola buat sebelumnya.


Karena rasanya enak, ia mengambil stok ke perusahaan sehingga bisa meminumnya kapan.


Sekretaris Eli hanya bisa mengakui jika bosnya sangat kaya. Membiayai pesta pernikahan keduanya, ini jelas menghemat biaya.


“Tidak apa-apa. Tahun ini tabungan kita berdua aman. Ketika anak kita lahir, dia akan mengabdi pada anak bos.”


Halbert yang sedang minum kopi hampir tersedak. Ia menatap keduanya, sedikit terkejut.


“Hamil?” tebaknya.


Sekretaris Eli sedikit malu dan mengangguk, menyentuh perutnya yang masih rata.


“Sudah masuk usia tiga bulan.”


Karena itulah pesta pernikahan akan diadakan lebih awal. Dia tidak mungkin berada di depan banyak tamu dengan perut besar bukan? Walaupun tidak akan ada yang memprotesnya tapi dia sendiri kurang nyaman.

__ADS_1


Halbert memikirkan Nola yang masih belum ada pergerakan sama sekali. Ia sudah berusaha siang dan malam tapi belum membuahkan hasil. Padahal dokter berkata jika tubuh keduanya sehat dan bisa melakukan program kehamilan.


Mungkinkah karena faktor lain?


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Malam harinya sebelum jam makan malam, Halbert pulang kerja seperti biasa. Dia sedikit pendiam hari ini terutama setelah mengetahui Sekretaris Eli. Ia cemburu karena asistennya akan menjadi seorang ayah lebih awal.


Nola sudah membuat masakan kesukaan pria itu dan mendengar dari pelayan jika Halbert pulang, buru-buru menghampirinya.


“Suamiku, makan malam sudah siap. Naiklah dan mandi lebih dulu.” Nola mengambil alih tas kerja Halbert yang cukup berat.


Halbert menyentuh kepalanya dengan lembut. “Bukankah sudah kubilang untuk tidak banyak pergi ke dapur? Aku yang akan memasak.”


Itulah sebabnya Halbert pulang lebih awal hari ini.


“Tidak apa-apa, aku hanya merasa bosan hari ini. Apakah ada masalah di perusahaan? Kamu tampak tidak semangat.”


“Yah, bukan masalah besar. Kapan anak kita akan hadir? Ini masih belum ada hasil.” Halbert menyentuh perut istrinya, sangat berharap.


Nola juga bingung. “Haruskah kita bertanya pada kakek Scott atau Elvada tentang ini? Mungkin bukan karena faktor medis? Atau tanya ayahku, dia mungkin tahu banyak. Bukankah orangtua kita dulu juga orang supernatural?”


Halbert juga merasa ini lebih mungkin. Lebih baik bertanya untuk memastikan dan lakukan tindakan di awal. Hanya untuk berjaga-jaga.


“Ayo tanya pak tua itu saja. Mari pergi ke tempatnya besok.”


Nola mengangguk. “Kamu tak bersemangat karena ini?” Dia sedikit tertekan.


“Bukan. Sekretaris Eli dan asisten Jae akan mengadakan pesta pernikahan dalam waktu dekat.”


“Bukankah bagus jika itu terjadi? Lalu kenapa kamu tidak senang?”


Mungkinkah pria itu suka dengan sekretarisnya sendiri? Tidak mungkin!


“Sekretaris Eli sedang hamil, memasuki usia tiga bulan,” jawabnya sedikit masam.


“…” Jadi ini masalahnya. Nola tak tahu apakah harus tertawa atau menangis.

__ADS_1


__ADS_2