Istri Buta Pembawa Keberuntungan

Istri Buta Pembawa Keberuntungan
Bukan Bintang Bencana


__ADS_3

Nola dan Halbert memiliki hubungan seperti biasanya. Tidak terlalu antusias tapi juga tidak terlalu dingin.


Beberapa hari sebelumnya, Halbert mengajak Nola untuk pergi ke lokasi dekat pantai dan memeriksa pembangunan resort yang tengah berjalan. Niat awal Halbert hanyalah untuk membiarkan gadis itu melihat apakah ada yang salah dengan proses pembangunannya.


Akhir-akhir ini, Mingzhu Group sedikit gelisah. Tapi tidak membuat Lin Yehua menyerah mengejar Halbert.


Sengaja atau tidak sengaja, Halbert sering mengatakan pada Nola jika Lin Yehua berulang kali datang padanya untuk kencan. Nola gelisah dan akhirnya meminta untuk ikut lain kali.


Tanpa diduga, Halbert menyetujui nya. Dan hari ini Halbert mengajaknya untuk pergi.


Nola mengambil salah satu kemeja licin Halbert yang biasanya digunakan untuk kerja. Lalu menyiapkan jas dan dasi yang cocok setelah meraba-raba teksturnya.


"Halbert, aku pikir kamu cocok memakai ini." Nola melihat Halbert baru saja keluar dari kamar mandi. Masih ada tetesan air dari rambut basahnya. Mata abu-abunya menatap kosong ke arah pria itu.


Halbert melihat kemeja yang dipegang gadis itu. Dan sepertinya baru saja selesai disetrika. "Bukankah aku sudah berulang kali berkata padamu untuk tidak melakukan hal-hal ini?" Suaranya sedikit dingin.


Ini yang kesekian kalinya Nola mencoba untuk menyiapkan kebutuhannya. Bukannya Halbert tidak suka, dia hanya tidak mau Nola menghabiskan aura keberuntungannya untuk melakukan berbagai. Hanya demi menyenangkannya, apakah harus sedemikian rupa?


Halbert sudah terbiasa melayani dirinya sendiri. Kecuali pelayan yang menyetrika pakaian, sisinya dia lakukan sendiri.

__ADS_1


Tangan Nola yang memegang kemeja sedikit mengencang. "Aku hanya ingin melayanimu," jawabnya pelan.


Halbert mendekatinya dan mencubit dagu gadis itu cukup kencang. "Kamu hanya perlu melayaniku di tempat tidur! Apakah begitu sulit bagimu untuk mematuhiku?"


"Aku—tidak. Bukan itu maksudku," jawabnya lagi.


"Ingat di masa depan, kamu tidak perlu melakukan ini tanpa izinku. Jika kamu masih ngeyel melakukan semua ini, jangan salahkan aku untuk menempatkanmu di rumah samping. Apakah kamu mengerti?"


Tatapan Halbert mengunci wajahnya. Mata abu-abu gadis itu sedikit berair. Namun bukan Halbert namanya jika mengasihani wanita. Dia bisa merasa jika tubuh gadis itu sedikit gemetar.


Sayangnya Halbert tidak pandai menyampaikan maksud dari perkataannya. Dia tidak mau repot untuk menjelaskan karena terlalu membuang banyak waktu.


"Bagus, aku suka orang yang patuh."


Meski begitu, Halbert masih memakai kemeja yang dipilih oleh istrinya. Gadis itu sudah bersiap sejak lama dan hanya menunggu Halbert untuk sarapan.


Nola mengingat dengan baik peringatan Halbert. Dia masih merasakan sakit di dagunya akibat diremas oleh pria itu. Ia membayangkan saat ibunya diperlakukan tidak menyenangkan oleh Tuan Neilson di masa lalu. Wajahnya menjadi sedikit pucat.


Karena Halbert tidak suka dia melakukan semua itu tanpa izinnya, maka dia akan mematuhinya. Selama Halbert tidak memperlakukannya dengan dingin di masa depan.

__ADS_1


Setelah sarapan, keduanya pergi ke lokasi dekat pantai. Ketika tiba di sana, Lin Yehua dan orang-orangnya ternyata sudah datang. Kali ini mereka bukan untuk merebut tanah, tapi mencoba untuk bekerja sama dalam proyek tersebut.


Sayangnya, Halbert telah menolaknya lagi dan lagi, membuat Lin Yehua semakin berusaha keras untuk mencapai keinginannya.


Lin Yehua tersenyum. "Tuan Halbert, akhirnya kita bertemu lagi. Ternyata masih membawa istrinya untuk bermain. Apakah kamu khawatir istrimu salah paham atas apa yang terjadi di antara kita berdua?" tanyanya sedikit menggoda.


Halbert menatapnya dengan dingin. "Tidak ada yang terjadi di antara kita berdua."


"Oh, aku bisa mengerti." Lin Yehua terkekeh. "Lalu bagaimana jika kita membahas kontrak kerja sama kembali. Kali ini kami sedang membutuhkan banyak dana untuk melunasi utang-utang perusahaan. Tapi meski begitu, keuangan Mingzhu Group kami masih cukup untuk berinvestasi dalam proyek resort ini."


"Aku menolak." Halbert tidak berpikir panjang lagi.


"Apakah kamu yakin? Mungkinkah kamu takut jika kami membuat masalah atau khawatir desas-desus tentang istrimu sebagai bintang bencana menjadi kenyataan?"


Halbert menyipit mata dan ekspresinya bahkan lebih dingin. "Sejak kapan istriku menjadi bintang bencana di mata orang lain? Aku tidak pernah mempercayai takhayul seperti di negara asalmu."


"Kamu—" Lin Yehua ingat tujuannya datang ke sini dan hanya bisa menahan amarahnya. "Ada rumor di internet jika istri presiden Jefford Corp buta dan tidak memiliki pendidikan yang layak sejak kecil. Orang-orang sangat menyayangkannya. Istri yang tidak layak untuk mendukung dan membantu keluarga, bukankah selalu menjadi bintang bencana?" cibirnya.


Nola yang ada di samping Halbert mencoba menahan diri untuk tidak bersedih. Dia sudah terbiasa dengan ini, jadi abaikan saja. Tapi dia juga khawatir Halbert akan mempercayai rumor seperti itu.

__ADS_1


"Tidak! Aku tidak pernah menjadi bintang bencana," katanya sedikit tegas.


__ADS_2