Istri Buta Pembawa Keberuntungan

Istri Buta Pembawa Keberuntungan
Terhubung Dengan Tempat Misterius


__ADS_3

Di depan mereka ada sebuah pintu besi yang tidak memiliki kunci atau gagang pintu. Tampak hanya sebuah lapis besi yang menempel di dinding terowongan. Namun Halbert yakin jika dinding besi yang menempel di dinding terowongan adalah sebuah pintu.


Sebenarnya ada beberapa terowongan di tempat ini. Tapi semua ujung terowongan akan terhubung dengan ruangan berbeda. Dan isinya adalah buku-buku lama yang tidak dimengerti.


Halbert yakin jika Butler Flir tidak tahu buku tersebut dan apa artinya.


"Mungkin kita menemukan pintu," ungkap Halbert lebih yakin.


"Apakah kamu mempercayai apa yang dikatakan dalam buku itu?" Nola sedikit curiga.


Ia segera menggunakan aura keberuntungannya untuk mengetahui di mana ada sesuatu yang berharga. Tapi dia tidak menyangka, apa yang dirasakannya masih terhubung dengan pintu besi di depan keduanya.


"Aku juga merasakannya sekarang. Ada sesuatu di balik pintu besi ini. Aku bisa merasakannya dengan jelas. Ini sebuah keberuntungan," katanya.


Halbert menaikkan sebelah alisnya. Dengan kemampuan istrinya, ia mungkin tidak akan aura yang membungkus pintu besi ini. Tidak mudah untuk membukanya.


"Lalu apa lagi?" tanyanya


Nola menggeleng kepala. "Tidak ada untuk saat ini."


Halbert mencoba untuk membuka pintu besi itu. Tapi sia-sia saja. Pintu besi sama sekali tidak bergerak sedikitpun. Padahal Nola sendiri juga telah menggunakan kekuatannya. Namun tetap saja tidak berhasil.


"Bagaimana ini? Mungkinkah membutuhkan darahmu untuk membukanya?" Nola awalnya hanya mengatakan hal tersebut untuk candaan. Tapi siapa tahu Halbert menganggapnya serius.

__ADS_1


Nola tidak bisa melihat dengan jelas pemandangan apa saja terjadi saat ini. Namun apa yang dikatakan Nola telah membunyikan alarm di dalam pikiran Halbert.


"Keberuntungan istriku sungguh luar biasa," ucapnya.


Nola bingung dengan apa yang terjadi saat ini. Mungkinkah Halbert benar-benar akan mencobanya dengan darah? Walaupun gadis itu bingung, ia tak bisa menghentikan apa yang ada di pikirannya.


Halbert benar-benar mencobanya menggunakan darah. Awalnya terlihat tidak berguna. Lalu setelah menunggu kurang lebih semenit, tanah bergetar di sekitar pintu besi. Halbert bersiap untuk melindungi Nola jika sesuatu terjadi.


Untungnya gempa kecil di sekitar pintu besi tidak berangsur lama. Pintu besi yang sulit dibuka sebelumnya kini berderit ringan, terbuka sendiri.


Benar saja, di dalam pintu besi itu tidak biasa. Setelah pintunya terbuka, Nola dan Halbert bisa melihat air terjun serta bebatuan di sekitarnya.


Ada rasa terkejut yang luar biasa di mata keduanya. Jelas pintu besi itu bukan penghubung dua alam kan?


"Bagaimana kita bisa muncul di gua air terjun?" Nola merasa sedikit dingin saat ini. "Jarak antara rumah keluarga Jefford dengan hutan seperti ini bukankah jauh?"


Halbert yang telah lama agak diam akhirnya berkata. "Ini bukan hutan yang ada tak jauh di dekat rumah keluargaku. Ini hutan yang tidak ada di dunia luar."


"Hutan yang lain?" Nola memperhatikan sekitarnya dengan mata abu-abunya. Ia mencoba untuk menggambarkan suasana di sekitarnya. "Bagaimana kamu tahu bahwa ini merupakan hutan yang tak ada di dunia luar?"


Halbert ingin menjawab pertanyaan istrinya. Tapi suara seorang pria lain dari arah berlawanan langsung membuat keduanya menoleh.


"Itu karena hutan ini merupakan sebuah ruang supernatural."

__ADS_1


Halbert dan Nola kompak menyipit mata ke arah suara itu berasal. Nola tidak tahu penampilan orang asing itu seperti itu tapi Halbert melihatnya dengan baik. Seorang pria berpakaian serba hitam, agak kuno dan terlalu sopan untuk seorang manusia biasa pada umumnya.


"Siapa kamu?" Nola menyipitkan mata. Ia tak bisa melihat tingkatan aura supernaturalnya.


Elvada, pria muda yang hampir seusia dengan Halbert tersenyum. Ia muncul dari kedalaman gua air terjun sebelumnya.


"Perkenalan, namaku adalah Elvada. Aku adalah penjaga ruang supernatural keluarga Jefford." Setelah melihat Halbert, Elvada lebih sopan lagi. "Tuan Muda yang ditakdirkan akhirnya datang. Elvada telah menunggu tuan muda sejak lama. Akhirnya kita berdua bisa dipertemukan."


"Kamu kenal suamiku juga?" Kali ini Nola yang tidak tahu apa-apa langsung bertanya.


Elvada mengangguk ringan. Ekspresi senangnya berubah sedih. "Jika bukan karena insiden keluarga Jefford di masa lalu, mungkin aku bisa melihat Tuan Muda dari kecil hingga dewasa."


"Lalu kenapa kamu di sini dan tidak keluar? Bukankah membosankan?"


Elvada menggelengkan kepala dan tersenyum ringan pada Nola. Ia akhirnya menyadari jika gadis itu ternyata buta.


"Sebagai penjaga ruang supernatural keluarga Jefford, jelas tugasku ada di sini."


"Bukankah kamu manusia?"


"Tentu saja aku adalah manusia. Aku hanya telah lama tinggal di sini sejak masa kejayaan kepala rumah yang lama." Elvada menghela napas. Apakah dia terlihat seperti makhluk jadi-jadian?


"Oh, iya, omong-omong, sudah tahun berapa sekarang?"

__ADS_1


Elvada bertanya dengan penuh keingintahuan. Saat dia diperintahkan untuk tinggal di sini, waktu itu belum terlalu ramai kendaraan mewah lalu-lalang di jalan.


__ADS_2