Istri Buta Pembawa Keberuntungan

Istri Buta Pembawa Keberuntungan
Tornado di Balik Badai


__ADS_3

Pertarungan Halbert dan Butler Flir seperti pertunjukan laga dalam film. Jika yang satu menendang, lainnya menghindar. Begitu seterusnya.


Halbert telah diajar oleh Jaley Scott secara gila-gilaan jadi tentu saja hampir setara dengan kekuatan tinju Butler Flir. Bahkan sesekali Butler Flir akan merasa sedikit tertekan.


Ia tidak tahu kekuatan apa yang dimiliki Halbert setelah membangkitkan aura supernaturalnya.


Jaley Scott sedikit bergumam. "Waktu itu aku menendangnya ke saluran pembuangan air, tampak lemah. Tapi aku tidak tahu jika dia lumayan."


"..." Butler Flir teringat dengan hari di mana dia bangun di tempat saluran air yang bau.


Ternyata pelaku sebenarnya adalah Jaley Scott!! Pria tua itu, sungguh tak tahu malu. Menyerang diam-diam bukan kebiasaan seorang pria sejati.


Tapi siapa itu Jaley Scott? Dia tak kenal malu. Mungkin rasa tak tahu malunya setebal tembok kota.


Kali ini Butler Flir tak bisa terganggu. Dia harus bertarung dengan serius karena ternyata gerakan Halbert semakin cepat. Ia juga dipukul di beberapa bagian, termasuk dada.


Butler Flir meludahkan darah dan menatap Halbert yang masih sekokoh pohon besar.


"Jika kamu mengolah aura supernatural sejak kecil, kekuatanmu akan mengancam musuh lama. Berterima kasihlah padaku karena kamu lemah sejak kecil sehingga keluarga Jefford tidka lagi diperhatikan."


Butler Flir tertawa. Sudah lama sekali dia tidak bertarung seperti ini. Rasanya sangat menyenangkan.


Pertarungan itu menghabiskan waktu lebih dari dua jam tanpa henti hingga tubuh keduanya perlahan melemah. Namun tentu saja tak ada yang mau menyerah.


Sialnya tak ada aura supernatural di hutan misterius ini. Jika tidak, beberapa pohon dan tanah mungkin sudah rusak.


Entah apa yang terjadi, langit tiba-tiba saja menjadi gelap dan angin dingin menerpa mereka. Pepohonan tertiup angin, membuat beberapa daun berguguran.


Mereka menatap langit untuk sementara waktu. Tak lama, gemuruh terdengar.


"Tiba-tiba akan turun hujan?" Takahiro Ren mengerutkan kening.


"Lebih dari itu aku khawatir ini badai." Jaley Scott merasa firasat buruk akan segera datang.


Badai di pulau ini pasti tidak biasa. Belum lagi pulau supernatural milik Organisasi Supernatural Dunia, bencana alam tak bisa dihindarkan.


Setelah gemuruh terdengar, hujan pun akhirnya turun. Benar saja, angin kencang disertai datang ketika hujan semakin deras. Semuanya berlalu begitu cepat hingga mereka yakin ini tidak biasa.


"Ini badai buatan!! Sepertinya orang-orang dari organisasi yang memeriksa pulau ini menggerakkan tangannya. Aku khawatir tujuan mereka tidak sederhana," jelas Jaley Scott.

__ADS_1


"Badai buatan? Masih bisa dibuat?" Takahiro Ren seperti mendapat pengetahuan baru.


"Ya. Ini bisa dibuat tapi tentu saja aura supernatural di yang dibutuhkan tak sedikit. Siapa yang tahu mereka memiliki kemampuan ini!"


"Tak ada tempat aman selain gua. Sial!" Elvada mengutuk diam-diam.


Pertarungan Halbert dan Butler Flir masih berlangsung saat ini tanpa memedulikan cuaca. Halbert sendiri tak akan membiarkan Butler Flir melarikan diri. Dia harus membunuhnya hari ini.


Begitu pula dengan Butler Flir. Karena tak ada aura supernatural di tempat ini, ia lebih percaya diri. Selama Jaley Scott dan Elvada tak membantu, ia bisa bertarung bebas.


Bukankah Halbert sangat mementingkan istrinya? Kalau begitu, ayo sentuh dia!


Sebelum Butler Flir melancarkan aksinya untuk menyerang Nola, angin yang sangat kencang bercampur air hujan menerpa lagi. Kali ini lebih parah dari sebelumnya.


Beberapa pohon yang tidak kokoh tumbang dan terbang begitu saja.


Barulah mereka menyadari ada sesuatu yang salah.


"Breng*ek!! Apakah mereka masih bisa menciptakan tornado??!" Elvada tertegun ketika melihatnya.


Tornado raksasa berputar di tengah hutan, menjulang ke langit. Awan gelap di langit membentuk putaran raksasa yang cukup mengerikan.


Jaley Scott juga tak menyangka ini akan terjadi. "Harusnya bukan? Berapa banyak aura supernatural yang dibutuhkan jika mereka membentuk ini?


Tidak ada yang memperhatikan Nola saat ini. Ekspresi gadis itu sedikit salah. Mereka hanya menjaganya agar tidak terpisah satu sama lain.


Karena adanya tornado yang tiba-tiba ini, Halbert dan Butler Flir tentu saja tidak mungkin melanjutkan pertarungan. Mereka tidak memiliki kekuatan untuk melawan bencana alam ini, baik hutan ataupun alami.


"Lebih baik kita segera pergi dari sini. Tapi mungkin tak akan sempat melakukannya!" Takahiro Ren sudah berdoa dia hatinya.


Jika dia mati di sini, maka biarkan rohnya terbang ke surga. Lindungi kakeknya dan Hiiro.


Di saat tidak ada yang memperhatikan, Butler Flir menggunakan sisa-sisa kekuatan terakhirnya dan muncul tiba-tiba di depan gadis itu. Kecepatan perpindahan tempat itu di luar dugaan mereka hingga Halbert juga lengah.


Di sisi lain, tornado sudah mulai dekat dengan mereka hingga beberapa pohon tercabut. Tubuh mereka juga semakin ditarik ke arah pusaran.


Pada saat yang bersamaan juga, Nola dibawa oleh Butler Flir, menuju ke arah dinding tornado. Terdengar tawa Butler Flir di kejauhan.


"Ahh!! Halbert!" teriak Nola yang panik ketika tubuhnya tiba-tiba saja berada di udara.

__ADS_1


Angin kencang menampar dirinya. Nola mencoba melepaskan diri tapi tentu saja Butler Flir tidak membiarkannya. Hingga kemudian tubuh keduanya terlempar ke arah tornado seperti layangan putus.


Kali ini Halbert tak diragukan lagi sangat marah. "Flir Hudson!!" geramnya.


Jika mata bisa membunuh orang, dia sudah melakukannya sejak awal. Ia melihat Nola dan Butler Flir membentur dinding tornado yang kuat, jantungnya langsung berdetak kencang. Tubuhnya sedikit gemetar dan matanya juga memerah.


Butler Flir sangat licik hingga sengaja menggunakan istrinya untuk mencari kematian. Omong-omong tentang kematian, Nola mungkin memiliki peluang selamat berkat kekuatan yang diwariskan dari ibunya.


Tapi apakah itu bisa bekerja di pulau yang menekan aura supernatural ini?


Halbert tanpa ragu untuk menuju arah tornado, menyusul keduanya. Jaley Scott bimbang. Dia menggendong dua anak macan tutul di punggungnya. Belum lagi kucing jingga yang mengeong keras ke arah tornado berada.


Pada akhirnya mereka semua ikut tersapu. Namun anehnya, tubuh mereka tidak terlalu sakit saat bersentuhan dengan beberapa ranting yang beterbangan.


"Hidup dan mati bersama!!" Takahiro Ren berteriak sebelum pasrah pada kenyataan yang ada.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara badai dan tornado bercampur menjadi satu, di sisi lain gunung justru dilanda kebingungan.


Karena saat ini, orang-orang yang membuat badai buatan di pulau itu seketika syok saat mengetahui tornado muncul.


Du Lin adalah orang yang memimpin tim pencarian anak macan tutul sebelumnya.


"Apa yang terjadi? Bagaimana bisa tornado itu muncul? Aku bahkan tidak membuatnya!" Du Lin berwajah pucat saat melihat kerusakan hutan yang sangat besar.


Sial! Ini penghancuran pulau! Jika atasa tahu, dia bisa dihukum karenanya.


"Periksa, apa yang terjadi dan bagaimana tornado itu muncul! Jika itu buatan, laporkan pada pemimpin!" Du Lin memerintahkan orang-orangnya untuk mengetahui situasi terkini.


"Ya, Bos!"


Anak buahnya segera bekerja. Lalu kemudian melaporkannya lebih dulu pada Du Lin.


"Bos, tornado itu muncul entah bagaimana caranya. Titik awal munculnya tornado adalah rawa yang terakhir kali kita datangi."


Bukankah itu tempat di mana sepasang macan tutul supernatural mati dibunuh oleh Du Lin?


Apakah dia terkena nasib sial?

__ADS_1


__ADS_2