
Sin awalnya tidak terlalu peduli. Lagi pula, Halbert tidak memiliki aura supernatural sebelumnya. Seberapa kuatnya seorang pria, tak akan bisa melampaui orang-orang supernatural. Karena aku, Sin sangat berani untuk membunuh Nola terlebih dahulu.
Tidak masalah jika Halbert menjadi tameng untuk gadis itu dan memblokir pisau untuknya. Tapi ia segera membelalak setelah melihat jika tangan Halbert yang memblokir pisau beracunnya sama sekali tidak menyentuh bilah pisau. Tapi seperti ada aura yang menahan pisaunya di udara.
Bagaimana bisa seperti ini?! Bukankah Halbert adalah pria yang sia-sia tanpa aura supernatural di tubuhnya?
"Kamu— bagaimana bisa kamu—" Sin seketika berwajah pucat.
Rasa takut yang tiba-tiba saja menyebar di hatinya bukankah halusinasinya. Tapi ini menang dipancarkan dari tubuh Halbert. Jelas-jelas Halbert tidak memiliki aura supernatural di tubuhnya. Bagaimana bisa memblokir pisau dengan tangan kosong seperti itu? Belum lagi ini pisau yang telah diolesi racun kalajengking.
Untuk kedua kalinya, Sin merasa takut. Pertama, ia takut pada pemimpin di belakang layar Geng Kalajengking Hitam. Pemimpin Geng Kalajengking Hitam juga memiliki aura yang kuat dan membuat siapapun takut saat melihatnya. Kedua, rasa takut yang sama juga diberikan oleh Halbert.
Ia tidak percaya!
Halbert menyeringai. Tatapannya seperti jurang es yang siap melemparkan mangsa ke dalamnya.
"Ada apa? Terkejut?" tanyanya dengan nada ringan tapi sebenarnya merupakan ejekan. Ia segera memukul pihak lain dengan kekuatan penuh.
Sin tidak siap sebelumnya dan dia terpental cukup jauh hingga menabrak salah satu mobil karyawan. Terdengar bunyi alarm mobil yang dilanggar tapi tidak ada satu pun dari ketiganya yang panik.
__ADS_1
Tidak akan ada orang lain yang datang ke sini karena Nola sudah membuat tipuan di sekitarnya. Tipuan yang dia ciptakan akan membuat orang lain tidak bisa melihat ketiganya. Apa pun alasannya. Nola khawatir bahkan Sin tidak tahu jika dirinya telah jatuh ke dalam ilusi.
Teknik yang dilakukan Nola sama seperti menakuti Chelsea hingga kecelakaan mobil saat berada di Negara S sebelumnya. Orang lain bisa melihat Chelsea tapi tidak bisa melihat Nola.
Saat ini, Sin memuntahkan seteguk darah segar dan wajahnya memucat seketika. Ia telah menyiapkan banyak hal untuk membunuh mereka. Tapi tidak membayangkan jika Halbert memiliki aura supernatural di tubuhnya. Namun sejak kapan ini terjadi?
Ia khawatir bahkan orang-orang di Geng Kalajengking Hitam tidak tahu tentang Halbert yang bisa berkultivasi.
"Kamu—!" Sin ingin mengatakan sesuatu meskipun dadanya terasa sakit. Tapi tak lama, ia mendengar suara langkah mendekat ke arah parkiran.
Sin sedikit menegang. Jika ada manusia biasa yang tahu tentang masalah ini, ia harus membunuhnya. Lagi pula, orang-orang supernatural tidak bisa diketahui oleh mereka.
Benar saja, dua penjaga keamanan datang untuk memeriksa apa yang terjadi di parkiran. Suara mobil yang dilanggar belum dimatikan sama sekali. Mereka khawatir ada pencuri yang berani menyelinap ke perusahaan Jefford.
Sin melihat kedua penjaga keamanan itu mendekatinya. Mau tidak mau mengumpulkan aura supernatural di tangannya. Lalu menembakkan bola aura ke arah keduanya. Manusia biasa tak bisa menahan serangan aura supernatural. Jadi dia dapat yakin dengan satu tembakan, pihak lain akan langsung tewas.
Tapi Sin lagi-lagi dibuat bingung. Ketika bola aura supernatural dilemparkan ke arah kedua penjaga itu, tiba-tiba ada sebuah fluktuasi aneh di udara.
Bola aura supernatural itu jelas menuju ke arah penjaga keamanan tapi kemudian menghilang begitu saja sebelum menyentuh tubuh mereka.
__ADS_1
"Tidak, bagaimana mungkin ini terjadi? Apa yang terjadi?" Sin bergumam pada dirinya sendiri. Dia mencobanya lagi tapi tidak berhasil.
Kedua penjaga keamanan itu juga tampaknya tidak memiliki ekspresi lain sejak awal datang. Bahkan Halbert dan Nola tidak bersuara sama sekali.
"Periksa, apakah ada orang yang menyusup ke sini dan berusaha untuk membobol mobil." Salah satu dari penjaga keamanan hanya bisa berkompromi.
Mereka sepertinya tidak melihat Sin sama sekali. Bahkan mungkin tidak melihat siapapun di matanya.
Sin membelalakkan mata. Lalu tertegun. Ia cukup bodoh saat penjaga keamanan bertindak seolah-olah tidak melihatnya sama sekali. Lalu kemudian ia menatap Halbert.
"Tipuan apa yang kamu lakukan pada mereka?" tanyanya agak tegang.
Halbert tersenyum. "Bukan aku," jawabnya.
"Apa?" Sin tertegun lagi.
Tak lama kemudian, Sin sepertinya telah mengabaikan sesuatu. Ia akhirnya melirik ke arah di mana Nola berada. Gadis itu berdiri tak jauh di belakang Halbert. Namun ia masih bisa melihatnya dengan jelas.
Jika diperhatikan lebih baik lagi, sepertinya salah satu iris mata gadis itu berubah menjadi abu-abu kehitaman. Bahkan masih ada darah segar yang meluncur bebas ke pipinya. Ketika Nola tersenyum padanya, Sin merasa dingin di sekujur tubuhnya.
__ADS_1
"Tidak! Bagaimana mungkin gadis itu juga—" Sin telah terkejut berulang kali hingga kepalanya sedikit pusing.
Nola buta dan memiliki sepasang mata abu-abu pucat yang membuat sosoknya terlihat lemah pada panda pertama. Tapi entah kenapa, ketika salah satu mata Nola berubah menjadi abu-abu kehitaman, terlihat lebih menakutkan?