
Raja Kalajengking Hitam supernatural sedikit mendesis lagi. Benar saja, Geng Kalajengking Hitam sudah tahu jika raja lain lahir dan raja sebelumnya telah mati. Ia mungkin tak bisa berkeliaran bebas.
Sebelum dia menanyakan banyak hal pada pria itu, racunnya mungkin terlalu kuat hingga akhirnya mati dengan tubuh sedikit ungu kehitaman.
Raja Kalajengking Hitam supernatural segera menghilang agar tidak ditemukan pihak lain.
......................
Di halaman samping, Halbert baru saja selesai menghabisi semua penyusup gelap dari Geng Kalajengking Hitam. Ekspresinya menjadi lebih dingin. Kali ini, orang di belakang layar geng itu secara terbuka mengirim para ahli supernatural untuk berurusan dengannya. Mungkin targetnya adalah Nola.
Halbert tertegun sebentar dan buru-buru pergi ke lokasi di mana kamarnya berada. Banyak pot bunga yang pecah dan berantakan serta seorang pria berjubah hitam tergeletak tak bernyawa. Halbert memeriksanya. Pria itu keracunan dan mati begitu saja.
Dilihat dari racunnya, seharusnya milik Raja Kalajengking Hitam supernatural.
"Kamu akhirnya di sini." Raja Kalajengking Hitam muncul dari kegelapan dan bicara sedikit pelan. "Orang ini telah berusaha untuk membuka jendela tapi gagal. Untungnya aku sedang tidak sibuk dan membantumu. Mereka semua seharusnya bukan lawanmu tapi sengaja mengulur waktu," jelasnya.
"Aku tahu itu," timpal Halbert langsung mengepalkan kedua tangannya. "Mereka ingin mengancamku dengan menggunakan Nola."
Jika dulu ia tidak peduli dengan gadis itu, maka sekarang situasinya berbeda. Nola ada istrinya dan juga hidupnya. Karena gadis itu juga, dia mampu mengetahui musuh di belakang layar yang telah menipunya, menipu orangtua dan kakeknya selama lebih dari dua puluh tahun.
__ADS_1
"Ya, karena kamu memiliki kelemahan saat ini, tentu saja membawa peluang. Sepertinya mereka juga mulai mencariku saat ini. Aku akan berhati-hati dan tidak muncul terlalu sering. Lebih baik kamu juga mulai waspada dengan mata-mata yang ada di perusahaan mu itu." Raja Kalajengking Hitam supernatural tidak banyak menjelaskan apapun. Ia segera menghilang dari pandangan.
Halbert segera meminta anak buahnya untuk membersihkan semua mayat yang tergeletak di halaman samping. Semua itu dilakukan diam-diam.
Ketika Halbert kembali ke dalam rumah, bajunya memiliki cipratan darah lawan. Ia tidak merasa takut atau jijik sama sekali, seolah-olah semuanya sudah terbiasa. Kemudian ia melihat Butler Flir yang pingsan di keluarga, mau tidak mau menyipitkan mata.
Dia sengaja menyalakan dupa bius tak berwarna dan berbau untuk membuat Butler Flir pingsan. Dupa semacam itu dia dapatkan dari Solachen. Di Negara C, dupa bius seperti itu sudah menjadi hal yang biasa digunakan para ahli supernatural tertentu.
Untungnya dupa bius memiliki efek saat terhirup oleh Butler Flir dan pria itu belum sadarkan diri saat ini. Ketika Kakek Jefford kembali, ia menanyakan apa yang terjadi pada Halbert lalu pergi lagi seolah-olah tidak ada yang terjadi.
"Jangan meninggalkan jejak setiap kali bertindak. Apakah kamu tahu?" Kakek Jefford menyipitkan mata, menatapnya dengan penuh peringatan. "Jangan Nola dengan baik."
Pria tua itu akhirnya meninggalkan rumah setelah memastikan jika Butler Flir memang tak sadarkan diri
Halbert sudah terbiasa dengan kepergian kakeknya itu. Kembali ke kamar, ia melihat Nola yang tertidur pulas. Untungnya tidak ada kecelakaan apapun.
Pria itu akhirnya membersihkan diri selama seperempat jam di kamar mandi. Ketika keluar, ia memakai jubah mandi dan menggosok rambut basahnya dengan handuk.
Malam ini cukup melelahkan. Halbert akhirnya berbaring di samping Nola dan memeluknya. Namun siapa sangka jika gadis itu tiba-tiba saja membuka mata dan memeluknya dengan erat.
__ADS_1
"Apakah aku membangunkanmu?" Halbert sedikit terkejut. Nola mungkin merasakan sesuatu sebelumnya.
"Tidak apa-apa. Aku hanya tidak bisa tidur." Napas gadis itu menggelitik dada bidang Halbert karena jubah mandi longgar memperlihatkan sedikit bagian dada kokohnya.
Napas Halbert sedikit berat. Gadis itu selalu membuatnya kecanduan untuk menyentuh. "Mau bermain sebentar?" bisiknya.
"Tubuhmu segar. Aku suka," jawab gadis itu. Artinya adalah 'ya'.
Halbert terkekeh dan keduanya mulai kegiatan di atas tempat tidur yang cukup panas. Bisa dikatakan keduanya berkultivasi ganda untuk memulihkan aura supernatural yang telah terkuras.
Terutama Halbert yang kehilangan banyak aura supernatural malam ini setelah bertarung dengan beberapa pria berjubah hitam. Memiliki kesenangan lain dengan istrinya malam ini seperti mengisi energinya lagi.
"Jangan mengeluh besok jika pinggangmu sakit," bisik Halbert menggodanya, meremas pinggang gadis itu dan menekan tubuhnya tanpa henti.
Nola yang sedikit malu hanya bisa merengek diam-diam, memeluk pria di atasnya dan menikmati perlakuannya yang penuh cinta. Dia tidak tahu jika Halbert telah meninggalkan banyak jejak ciuman panjang di tubuhnya.
......................
Benar saja, pada pagi harinya, Nola mengeluh jika pinggangnya sakit. Meski begitu, dia masih bisa berjalan seperti biasanya walaupun kakinya agak lembut saat ini. Semalam, Halbert benar-benar seperti singa yang lapar.
__ADS_1
Halbert sudah memakai setelan pakaian kerja sehari-harinya. "Siapa semalam yang memintanya lagi dan lagi?" tanyanya penuh senyum menggoda.