
Halbert mencium leher istrinya dan api di tubuh mulai bangkit. Dia tidak mau mencoba pakaian malam ini dan menyingkir semua itu ke sisi lain. Nola tidak berdaya menghadapi dirinya yang sedang memiliki keinginan untuk tidur dengannya.
"Mari coba pakaiannya besok," bisik pria itu. Tangannya sudah tidak jujur di tubuh istrinya. "Malam ini, kita coba yang lain saja," godanya agak serak.
Wajah Nola memerah. Dia memang menghabiskan cukup banyak aura malam ini hanya untuk tidak ketahuan saat menyelinap ke rumah Butler Flir.
Butler Flir bukan seorang supernatural biasa, jelas sudah berpengalaman. Namun dibandingkan dengan kemampuan Nola yang diwariskan dari keluarga Whitemir, Butler Flir bukanlah apa-apa.
Keduanya sudah saling memahami keinginan masing-masing. Keduanya melucuti pakaian masing-masing dan sentuhan kulit ke kulit membuat percikan api di perut Halbert.
Pria itu menciumnya dengan rakus dan meninggalkan beberapa jejak miliknya setiap kali tidur.
"Sayangku, Nola ...," bisik Halbert penuh dengan ekstasi.
Adegan di tempat tidur menjadi lebih jelas dan panas. Keduanya tidak peduli dengan hal-hal di luar kamar. Tapi tidak akan ada yang berani untuk membuka pintu meskipun mendengar suara Nola yang tidak karuan.
Halbert menekan tubuh gadis itu penuh rasa dominan dan kepemilikan. Membenamkan semua miliknya, mencium bibirnya dan memejamkan mata. Gerakan-gerakan halus dan berirama terus berlanjut ....
Tidak tahu sudah berapa lama waktu berlalu, keduanya baru saja mengakhiri pertempuran panas di tempat tidur. Nola yang sudah mandi sebelumnya kini penuh keringat lagi.
Melihat jika gadis itu kelelahan, Halbert tidak memaksakan diri. Mengingat jika malam ini aktivitas ranjang mereka lebih lama daripada sebelumnya, Halbert merasakan pencapaian baru.
__ADS_1
Karena hal inilah, setelah beristirahat sebentar, Halbert melakukannya lagi. Nola tidak berdaya dan hampir pingsan untuk yang kesekian kalinya. Tidak tahu hal apa yang membuat pria itu bersemangat lagi dan lagi hingga Nola merasa jika pikirannya akan terbang ke awan.
Tidak dipungkiri lagi jika Halbert memang pria luar biasa. Berapa ronde yang bisa pria itu mainkan? Siapa tahu, tergantung suasana hatinya.
......................
Keesokan paginya, Nola dan Halbert terbangun saat hari sudah menjelang siang. Karena aktivitas panas keduanya semalam, tempat tidur sedikit lebih berantakan daripada sebelumnya.
Halbert tidak bangun pagi seperti biasanya. Dia memutuskan untuk tetap di rumah hari ini dan menemani istrinya. Saat bangun, Halbert sebenarnya sedang memikirkan masa subur Nola. Jika lengah, Nola bisa hamil.
Bukankah nya Halbert tidak ingin punya anak tapi kondisinya saat ini tidak kemungkinan sama sekali. Masalah lama dan baru mulai belajar campur di permukaan.
Nola dibangunkan oleh tindakan Halbert. Pria itu mengambil sebotol pil dari laci meja nakas.
"Apa yang kamu ambil?" tanyanya.
Halbert menjawab dengan jujur. Nola tidak terkejut ataupun marah. Lagi pula ia juga belum siap memiliki anak. Sehingga rencana memilki anak ditunda lagi.
Semalam keduanya lupa waktu dan terlalu menikmati kehidupan dua orang. Halbert tidak suka memakai pengaman saat berhubungan badan. Dia merasa jika rasanya tidak nyaman. Jadi biasanya minum obat. Tapi karena semalam tidak minum obat, maka Nola yang akan meminumnya.
Setalah minum obat pencegahan, keduanya membersihkan diri. Nola merasa tubuhnya agak lemas dan malas untuk bangun. Halbert akhirnya membawa dia ke kamar mandi.
__ADS_1
"Halbert! Turunkan aku! Aku bisa jalan sendiri," protes Nola.
Halbert tidak peduli. Tubuh keduanya yang tanpa pakai memasuki kamar mandi. Lalu beberapa adegan terjadi lagi. Halbert hanya sengaja membawanya masuk untuk olahraga pagi di dalam.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pada siang harinya Sean datang dengan membawa beberapa camilan. Ketika datang, pria itu memiliki lingkaran abu-abu di sekitar matanya. Kulitnya juga kurang sehat.
"Sean, ada apa denganmu?" tanya Nola seraya memegang secangkir teh.
Sean menggelengkan kepala. Bahkan Elvada yang jarang terlibat dalam urusan anak muda pun juga penasaran. Mungkinkah karena kejadian semalam, pria itu tidak bisa tidur bukan?
Sebenarnya bukan hanya Sean saja yang tidak bisa tidur, Elvada juga sama. Ia telah berguling-guling di tempat tidur untuk bisa memejamkan mata. Tapi pada akhirnya masih malah mendengar suara-suara ambigu dari kamar Halbert.
Dia tahu apa yang dilakukan pasangan itu di tempat tidur. Hal ini membuat Elvada semakin sulit untuk tidur. Siapa yang menyangka jika Halbert bisa memuaskan gadis itu berkali-kali. Begitu kuat. Mungkin juga karena tubuh fisik Halbert saat telah terpengaruh oleh aura supernatural.
"Gara-gara melihat beberapa foto semalam, aku hampir bermimpi burung setiap kali memejamkan mata," jelas Sean.
"Foto semalam? Foto apa?" tanya Nola lebih tertarik.
Foto jenis apa yang bisa membuat Sean begitu lesu siang ini. Bahkan Elvada sendiri kurang tidur. Namun hanya Halbert yang tidak terjadi apa-apa setelah melihat foto itu, keduanya merasa iri.
__ADS_1