Istri Buta Pembawa Keberuntungan

Istri Buta Pembawa Keberuntungan
Hati Manusia Lebih Menakutkan


__ADS_3

Nola dan Halbert sempat berkeliling di jalanan ibu kota yang tampak hidup. Keduanya juga pergi menonton film di bioskop lalu pergi ke taman bermain untuk mencoba memasuki Rumah Hantu yang cukup terkenal.


Melihat Rumah Hantu yang terlihat suram, Halbert ragu untuk mengajaknya masuk. Lagi pula, tidak tahu ada apa saja di dalamnya.


“Kamu yakin ingin memasuki Rumah Hantu ini?” Ada nada tidak senang saat ia bicara.


“Masuk saja. Jarang pergi ke taman bermain di malam hari dan mencoba memasuki Rumah Hantu. Lagi pula aku ini buta, apa yang harus kutakutkan?”


“Lalu bagaimana denganku?”


“Hah? Apa?” Nola meliriknya dengan iris mata abu-abunya yang cantik.


Halbert menghela napas tidak berdaya. Dia tidak percaya ada hantu di dunia ini dan tidak takut sama sekali. Tapi ia tidak suka permainan seperti ini. Buang-buang waktunya. Halbert mengajaknya berkencan malam ini jelas untuk menikmati berbagai kesenangan. Bukan datang ke Rumah Hantu untuk uji nyali.


“Kamu tidak memikirkan perasaanku? Aku tidak buta dan pasti melihat mereka.”


“Kamu juga tahu bahwa mereka hanya berdandan menjadi hantu. Semua itu palsu.” Nola tidak peduli. Dia langsung meraih lengan pria itu dan menyeretnya memasuki Rumah Hantu.


“…” Halbert yang tidak berdaya hanya bisa menemaninya.


Baru saja masuk, keduanya disambut oleh suasana remang-remang dan suara-suara aneh lainnya. Asap buatan juga dibuat dan langsung menyemprot kaki mereka. Ada beberapa cosplayer hantu yang muncul saat keduanya menelusuri lorong yang cukup panjang. Tapi Nola dan Halbert tidak terkejut sama sekali.

__ADS_1


Hingga akhirnya, cosplayer hantu Sadako dan hantu muka rata yang memang terkenal di Negara J muncul untuk menakuti pasangan itu. Dalam benak para cosplayer, pasangan itu akan ketakutan dan berpelukan. Pria akan menenangkan wanitanya dengan kata-kata manis untuk mencuri kesempatan dalam kesempatan.


Tapi … sepertinya hal tersebut tidak berlaku untuk Halbert dan Nola.


“Suamiku, seperti apa rupa Sadako itu?” tanya Nola berpura-pura manja di hadapan cosplayer.


Halbert bahkan tidak merasa gemetar saat bicara. “Pakai gaun putih lusuh, rambut acak-acakan menutupi wajah, kulit pucat dan tampak kurus. Tidak cantik,” jawabnya apa adanya.


“…” Cosplayer hantu Sadako berhenti untuk merangkak menuju ke arah mereka dan langsung berbelok ke ruangan lain.


Apakah hanya perasaannya saja atau bukan, cosplayer hantu Sadako merasa jika Halbert bahkan lebih menakutkan daripada hantu?


Kepergian hantu itu membuat Nola tidak puas. “Apakah mereka hanya muncul begitu saja dan pergi tanpa adanya pertarungan apapun?”


“Padahal aku ingin menendang mereka hingga meminta ampun.”


“…” Para cosplayer hantu yang tersisa bahkan tidak mau menampakkan diri. Pasangan kekasih itu, apakah begitu mendominasi? Hantu saja berani ditendang?


“Lalu bagaimana dengan hantu muka rata? Apakah dia tidak memiliki hidung?” Nola bertanya lagi. ia sebenarnya mampu melihat mereka tapi berpura-pura tidak tahu agar Halbert tidak merasa bosan.


Halbert menjawab lagi seraya melanjutkan perjalanan. “Tidak memiliki mata, hidung, mulut, alis dan lain-lainnya yang ada di wajah. Sangat jelek.”

__ADS_1


“Oh, seperti mannequin yang belum selesai.” Nola mengangguk. Ia tidak terlalu tahu tentang cerita hantu yang beredar di Negeri J.


Sampai berhasil keluar dari Rumah Hantu, malam sudah larut. Nola juga menguap saat ini dan rasa kantuk menyerangnya. Halbert segera membawanya pulang.


Setibanya di rumah, Halbert sudah mengetahui ada seseorang yang mengikuti. Setidaknya lebih dari dua orang. Pihak lain juga seorang ahli supernatural sehingga Halbert bisa mengetahui seberapa besar tingkatan mereka.


Awalnya, Halbert ingin mengurus mereka di perjalanan pulang tapi tidak ingin membangunkan Nola. Belum lagi, kecelakaan yang tak terduga bisa saja terjadi. Setelah meletakkan Nola di tempat tidur, gadis itu membuka matanya yang penuh kantuk.


“Apakah sudah sampai rumah?” tanyanya pelan.


“Ya, tidurlah. Aku masih ada beberapa urusan yang harus diselesaikan.” Halbert menarik selimut untuk menutupi tubuh gadis itu.


Nola tidak menjawab dan tertidur kembali. Setelah merasa napas gadis itu tenang, Halbert memeriksa jendela dan menguncinya lalu merapalkan mantra khusus untuk memperkuat dinding aura di sekeliling ruangan. Dengan begitu, jika ada pihak lain yang mencoba untuk menyelinap, dia bisa mengetahuinya lebih awal.


Ketika Halbert keluar kamar dan menutup pintu dengan pelayan, Nola yang memejamkan mata seolah-olah tertidur akhirnya membuka matanya. Ia tidak langsung bangun untuk melihat situasi di luar. Nola juga menyadari jika ada sekelompok orang supernatural di sekitar rumah. Ia baru menyadarinya saat tak sengaja terbangun sebelum Halbert membawanya keluar mobil.


Orang-orang itu kemungkinan datang untuk menangkapnya bukan?


Nola tidak memejamkan mata sampai suara pertarungan di halaman samping terdengar sayup-sayup. Akhirnya ia memberanikan diri untuk turun dari tempat tidur dan menghampiri jendela. Namun sebelum ia sempat meraih gorden, sebuah bayangan pria jangkung tiba-tiba muncul di luar jendela. Karena tersorot lampu yang ada di luar, ia bisa melihat bayangan seorang pria mencoba untuk masuk jendela.


Namun Nola ingat jika Halbert telah memasang aura pelindung di kamarnya. Di luar jendela, tentu saja ada sosok yang lebih menakutkan daripada hantu. Nola tiba-tiba saja tersenyum.

__ADS_1


“Benar saja, hati manusia lebih menakutkan daripada diteror hantu,” gumamnya.


__ADS_2