Istri Buta Pembawa Keberuntungan

Istri Buta Pembawa Keberuntungan
Kembali ke Rumah Jefford


__ADS_3

Api yang membakar ruang dapur jelas tidak mudah dipadamkan. Belum lagi menyebar dengan cepat seolah-olah dipicu oleh seseorang. Butler Flir telah merawat rumah ini dengan baik sejak ia masih kecil dan saat keluarganya masih ada. Tapi sekarang, itu mulai terbakar.


Ada kemarahan yang tak bisa dilupakan saat ini. dengan adanya kebakaran tersebut, jelas langsung menarik perhatian orang-orang yang tak sengaja langsung melihatnya. Mereka segera memanggil pemadam kebakaran untuk mengatasi masalah tersebut.


Butler Flir tidak bisa berbuat banyak saat ini. Dengan adanya masyarakat sekitar, ia tidak bisa menunjukkan kelainan apapun. Butler Flir hanya bisa berpura-pura jika dapurnya terbakar saat ia tak sengaja lengah ketika memasak.


Sedangkan Elvada dan Sean terkejut ketika melihat rumah Butler Flir mulai terbakar hebat.


“Di mana nyonya muda?” tanya Elvada khawatir.


“Seharusnya baik-baik saja.” Sean juga khawatir tapi tidak menunjukkannya secara terang-terangan seperti dirinya.


Di saat Elvada berniat untuk menyusul, Nola akhirnya kembali dengan memegang setumpuk dokumen. Keduanya terkejut. Tidak tahu bagaimana caranya Nola mengambil dokumen itu dari rumah Butler Flir. Meski ingin bertanya, tapi tempatnya tidak cocok.


“Kamu akhirnya kembali. Kebakaran itu, apakah kamu yang melakukannya?” tanya Elvada.


“Ya, ini hanya untuk mengalihkan perhatian saja. Ayo pergi.”


“Lalu … apa yang terjadi selanjutnya?” Elvada merasa bahwa dia belum membalas dendam pada Butler Flir.

__ADS_1


“Kita akan kembali lain kali. Kali ini dia akan sibuk dengan rumahnya yang terbakar dan mungkin berusaha menyembunyikan beberapa petunjuk penting tentang keluarga supernatural. Dan mungkin tidak akan kembali ke rumah keluarga Jefford dalam waktu dekat.” Nola tidak mau menjelaskan lebih banyak. Dia telah mendengar apa yang dikatakan mereka sebelumnya.


Rencana Butler Flir tidak kecil. Dia khawatir jika Butler Flir bukan bos sesungguhnya di belakang layar. Bahkan jika dia adalah bos di belakang Geng Kalajengking Hitam yang telah melawan kelompok mafia Halbert, tapi Butler Flir pasti hanyalah cadangan.


Jadi, siapa bos sesungguhnya? Dan kebencian apa yang dimiliki pihak lain pada keluarga Jefford?


Sean tidak banyak bertanya soal ini. dia tidak mengerti sama sekali dengan perkataan Nola. Elvada hanya bisa mengurungkan niatnya untuk mengacaukan Butler Flir. Melihat rumahnya yang terbakar, ia sedikit lega.


Ternyata kawasan ini telah banyak berubah. Ada beberapa rumah warga yang sebenarnya keluarga yang sibuk bekerja. Sehingga antar tetangga tidak saling akrab. Butler Flir telah berada di rumah Jefford sejak lama sehingga tetangga tidak terlalu mengenalnya. Bahkan beberapa rumah sudah berganti kepemilikan.


Mereka segera meninggalkan lokasi tersebut diam-diam. Di saat yang bersamaan, mobil pemadam kebakaran juga melewati mereka. Sebelum pulang, Nola meminta Sean untuk berhenti di salah satu tempat perbelanjaan terbesar untuk membeli beberapa barang.


Ketika Nola keluar dari pusat perbelanjaan, Elvada masih tidak mengerti. “Kenapa kamu membeli begitu banyak barang?”


“Tujuan awal kita adalah belanja agar anak buah Butler Flir tidak curiga.”


“Tapi kita sudah pergi terlalu lama, apakah alasan ini masih bisa dipercayai mereka?” Sean tidak berdaya. Wanita benar-benar merepotkan.


“Tentu saja. Bukankah semua ini sudah cukup?” Nola menunjukkan banyaknya barang yang dibeli.

__ADS_1


Sean melihat barang yang dimasukan Nola ke mobil, tidak berkata apa-apa lagi. Sepertinya masih bisa dibuat sebagai alasan yang masuk akal.


Nola sudah menghabiskan lebih dari dua jam di dalam pusat perbelanjaan hingga Sean ditelepon Halbert untuk menanyakan kabarnya. Gadis itu membawa cukup banyak paper bag mahal dari berbagai brand ternama di dalamnya.


Elvada masih merasa tidak percaya. Nola yang dinyatakan buta bawaan lahir dan masih keturunan dari keluarga Whitemir itu ternyata benar-benar tidak biasa. Nola memakai kacamata hitam saat belanja dan banyak pelayan di sana menjadi tersipu malu. Gadis cantik yang masih kecantikan langka memang jarang.


Sesampainya di rumah, dia meminta pelayan untuk mengeluarkan semua barang belanjaannya. Halbert sudah menunggu Nola kembali.


“Suamiku …” Nola sengaja memanggil Halbert dengan nada manja. Dia tahu jika anak buah Butler Flir masih berkeliaran di sekitar rumah.


Saat gadis itu kembali dengan tubuh tanda cedera, Halbert segera memeluk dan memberinya ciuman yang dalam. Dia tidak peduli dengan kehadiran Sean dan Elvada yang masih belum tercerahkan untuk mencari pasangan.


Terutama Sean. Banyak wanita yang dia kencani untuk menjalankan misi dari Halbert tapi belum menemukan yang cocok. Wanita yang terlalu baik juga tidak cocok dengan seorang bajin*an seperti dirinya.


“Bos, jangan menodai mata kami,” keluh Sean.


Halbert belum puas mencium istrinya tapi ia tidak bisa melanjutkannya lagi. Ia menatap Sean dengan ekspresi tidak senang.


“Tidak ada yang memaksamu untuk menonton.”

__ADS_1


“…” Sean lebih patah hati. Elvada langsung menepuk punggungnya dan bersimpati.


__ADS_2