
"Sayang, ayo bangun." Panggil Renata dengan lembut, suara nya pasti membuat siapa saja enggan bangun, termasuk Reza. Dia malah berguling mencari kenyamanan di bawah selimut tebalnya.
"Sayang, kamu kan harus kerja hari ini. Jangan malas-malasan dong," omel Renata, jika sudah begini barulah Reza akan membuka mata nya, namun masih rebahan di kasur.
"Aisshh ayang, masih ngantuk nih." Rengek nya, sambil mengucek mata nya.
"Kayaknya saran mbak Karin ada benar nya juga, aku harus pandai menghamburkan uang supaya suamiku ini lebih giat bekerja." Celetuk nya, membuat Reza langsung bangun seketika.
"Sayang.."
"Ayo dong bangun, lagian kamu ini kebiasaan ya suka bangun di waktu mepet. Cepetan mandi, keburu airnya dingin."
"Kiss dulu." Pinta Reza manja, membuat Renata mendengus. Namun dia tetap menurut, mendekati sang suami yang masih terduduk di sisi ranjang.
Dengan cepat, Reza menarik pinggang ramping sang istri, mengangkat pakaian nya hingga tersibak ke atas dan memasukan kepala nya ke dalam kaos yang di pakai sang istri. Menduselkan wajah nya di sana, mengecupi nya bertubi-tubi dengan gemas.
"Isshh geli sayang.." ucap Renata sambil tertawa.
"Sebentar, aku mau cium baby kita dulu. Baru aku akan mandi dan bersiap." Jawab Reza, masih terus mengecupi perut sang istri yang sekarang sudah membuncit di usia kehamilan ke empat bulan nya.
Setelah merasa cukup, Reza keluar dari balik baju sang istri, dia mendongak dan memanyunkan bibirnya, tentunya Renata tahu apa yang di inginkan suami tampan dan manja nya ini.
Cup..
"Sudah, ayo mandi dulu. Aku siapin pakaian kantor kamu ya,"
"Siap istriku." Jawabnya dengan semangat, lalu pergi ke kamar mandi dengan langkah cepat.
Mood booster bagi Reza saat ini adalah mengecupi perut sang istri setelah bangun tidur, rasa malas nya seketika hilang saat melihat perut istrinya yang sudah membuncit. Aneh ya, tapi itulah yang di rasakan Reza saat ini.
Renata masuk ke ruang ganti, dia menyiapkan pakaian untuk suaminya ngantor. Lengkap dengan sepatu, dasi dan tas yang akan di bawa nya.
Tak lama kemudian, pria itu sudah selesai. Dia nampak lebih segar dengan rambut basah yang masih meneteskan air.
"Harusnya ini rambut di keringin dulu pake handuk, sayang. Biar air nya gak netes-netes di lantai, isshh kamu ini gak bisa di bilangin, bandel."
"Hehe, lupa sayang." Jawab Reza sambil cengengesan. Renata pun mengambil handuk dan mengeringkan rambut suaminya, setelah di rasa cukup dia pun berhenti dan membiarkan suaminya berpakaian dulu.
Saat akan memakai dasi, pria itu akan mendekat untuk di pasangkan dasi oleh sang istri. Renata sedikit berjinjit karena tubuh suaminya yang tinggi sedangkan dirinya yang mungil membuat nya sedikit kesulitan saat akan memasangkan dasi di leher suaminya.
Beruntung saja Reza peka, dia sedikit menunduk agar memudahkan sang istri memasangkan dasi nya.
"Semangat kerja nya ya sayang, biar cepet naik jabatan." Ucap Renata dengan senyum simpul yang tersungging di bibir nya.
"Iya sayangku,"
Renata memasangkan jas dan selesai, keduanya pun keluar dari kamar dengan tangan yang saling bertautan, beberapa kali mereka saling melemparkan senyuman saat tatapan mereka bertemu.
__ADS_1
Setelah sarapan, Reza dan Argan pun pergi ke perusahaan Argantara's group. Perusahaan yang bergerak di bidang properti.
Semua karyawan berkumpul hari ini, mereka menunduk hormat saat Argan berjalan melewati mereka, beriringan dengan Marko selaku asisten plus sekretaris CEO.
Sedangkan Reza selalu berjalan di belakang, membuat karyawan lain sering menyalah artikan, siapa Reza sebenarnya karena Argan sendiri tak pernah mengenalkan sang putra secara khusus sebagai pewaris keluarga Argantara.
Karena Karina sebagai anak tertua dia memilih menjalani kehidupan nya di luar negeri bersama suaminya, jadi tak ada pilihan lain. Reza lah yang harus menggantikan jabatan nya.
Hari ini, Argan memutuskan untuk menyerahkan jabatan nya sebagai CEO pada sang putra. Karena merasa putra nya itu sudah siap untuk menerima jabatan baru nya.
"Aku rasa sudah saatnya menyerahkan semua ini pada Reza, Mark. Dia sudah siap sekarang, lagipula dia punya wanita hebat di samping nya sekarang." Ucap Argantara.
"Baik tuan, saya akan mengadakan rapat bersama petinggi perusahaan dan dewan direksi."
"Ya, lakukan saja yang terbaik Mark. Aku harap kau akan bisa mendampingi putraku menjalankan tugasnya sebagai penerus perusahaan ini, dia masih awam dalam hal bisnis, jadi aku harap kau senantiasa mendampingi nya." Jelas Argan, Marko adalah asisten kepercayaan nya.
"Baik tuan, saya pasti akan mendampingi tuan muda."
"Baguslah, sekarang tolong atur rapat dan aku yang akan memberi tahu Reza tentang jabatan baru nya." Ucap Argan, pria itu langsung mengerjakan perintah sang atasan dengan sigap. Itulah keunggulan Marko yang di sukai Argan, dia selalu cepat tanggap jika bekerja.
Argan menghubungi ruangan Reza, tempat sang putra bekerja secara langsung tanpa lewat sekretaris nya dulu.
"Ke ruangan ku sekarang." Tegas nya, membuat Reza langsung bergegas ke ruangan sang ayah.
Reza mengetuk pintu ruangan sang ayah, dan setelah di persilahkan masuk, dia langsung masuk dengan langkah soapn nya.
"Tidak, Nak. Pekerjaan mu sangat bagus, dan papi pikir kamu sudah siap mengemban tugas."
"Tugas apa, Pi?" Tanya Reza dengan kening yang berkerut heran.
"Papi sudah tua, papi ingin pensiun dan menikmati masa tua papi di rumah, bermain bersama cucu-cucu papi, untuk itulah papi akan menyerahkan perusahaan ini padamu sepenuh nya."
Reza terkejut bukan main, jadi CEO bukanlah keinginan nya, dia hanya ingin jadi karyawan biasa saja, tapi apa dia bisa menolak? Tidak, tentu saja tidak.
"Apa Eza bisa nanganin semua nya, Pih? Reza gak yakin."
"Marko akan mendampingi mu, Nak. Dia asisten yang paling bisa di percaya, Papih percaya di bawah bimbingan nya kau akan bisa menjadi atasan yang baik untuk bawahan mu." Jelas Argan.
"Baiklah Pih, Reza siap."
"Baguslah, sekarang bersiap. Papih akan mengenalkan mu secara resmi sebagai Reza Argantara, putra penerus keluarga Argantara."
"Baik, Pih." Jawab Reza, meski dia sebenarnya dia belum yakin mampu atau tidak nya dia mengemban tugas sebagai CEO, tapi keputusan Papih nya sudah bulat dan tak dapat di ganggu gugat lagi.
Singkatnya, rapat pun di laksanakan di ruang meeting khusus petinggi perusahaan, Reza berdiri tegap di belakang sang ayah membuat para petinggi perusahaan mengernyit heran.
"Selamat siang semuanya, rapat hari ini tak ada dalam rencana. Saya akan memperkenalkan putra saya secara resmi."
__ADS_1
"Dia Reza Argantara, yang mulai saat ini akan menggantikan jabatan saya di perusahaan." Jelas Argantara, membuat Reza tersenyum kaku di belakang punggung sang ayah.
"Mohon bimbingan nya semuanya." Ucapnya gemetar, membuat Argan terkekeh. Tak biasa nya sang putra gugup seperti ini, kecuali saat akan menikahi Renata hari itu.
Rapat pun selesai dan setelah ini Reza menjabat sebagai CEO baru, dia di sibukan dengan setumpuk berkas yang membuat Reza mengeluh.
"Aaahhh ya tuhan, ku kira menjadi CEO tak serepot ini. Aku kira aku bisa tinggal melihat saja, tapi ternyata ini bukan seperti dugaanku." Ucap Reza sambil menangkupkan kepala nya di meja kerja.
"Haha, siapa bilang pekerjaan mu mudah Tuan muda. Justru semua kerepotan mu akan segera di mulai, silahkan menikmati." Ucap Marko sambil terkekeh menyaksikan ekspresi tuan muda nya, yang kini jadi atasan nya.
"Sialan kau, ayo bantu aku menyelesaikan nya atau kau ku pecat." Ancam Reza membuat Marko tertawa mendengar nya.
"Kau takkan bisa memecatku anak muda, ayo silahkan kerjakan, aku akan menunggu semua nya selesai." Jawab Marko lalu keluar dengan tawa yang masih meledak.
"Sial, aduh buyung ini berkas kek gak ada habisnya." Keluh Reza, dia belum menyentuh satu pun berkas di hadapan nya. Dia malah asik berkeluh kesah sendirian.
"Dari pada mengeluh, menurut ku lebih baik Tuan Muda segera mengerjakan berkas-berkas itu." Celetuk Marko dengan secangkir kopi di tangan nya.
"Kopi sebagai penyemangat, Tuan."
"Ya, terimakasih Marko." Jawab Reza lemas.
"Saya akan membantu anda menyelesaikan berkas-berkas ini, agar anda bisa cepat pulang."
"Baguslah, ayo cepat. Aku memang sudah merindukan istriku." Ucap Reza bersemangat, membuat Marko menggelengkan kepala nya.
Setelah berjam-jam berkutat dalam pekerjaan, akhirnya Reza dan Marko menyelesaikan pekerjaan mereka hari ini. Dan dengan semangat, Reza segera pulang tanpa memperdulikan Marko.
"Aku pulang duluan, aku rindu anak-anak ku." Jawab Reza sambil tersenyum lebar.
"Baiklah Tuan muda, hati-hati di jalan." Reza hanya menganggukan kepala nya dan pulang dengan menggunakan mobilnya.
Dia tersenyum sambil mengemudikan mobilnya, tanpa di sadari dia sudah sampai di depan mansion. Dengan langkah riang dia meniti tangga satu persatu, dia harus ke kamar nya untuk menemukan keberadaan sang istri.
"Sayang.."
Reza tersenyum dan menutup pintu kamar dengan sangat pelan, dia berjalan mendekat sambil hati yang merasa tenang dan nyaman, apalagi saat melihat sang istri yang sedang tertidur dengan nyenyak.
Wajah nya yang cantik tak berkurang sedikitpun meski dia sedang tidur. Seketika rasa lelah nya hilang, berganti dengan rasa bahagia yang saat ini memenuhi hatinya.
"Cantik sekali istriku, membuat hati ku nyaman jika melihat nya tidur seperti ini." Gumam Reza.
Pria itu membuka sepatunya, dia ikut berbaring di samping sang istri yang tidur miring, memeluk perut nya dengan lembut. Dia pun memejamkan mata nya, akhirnya mereka pun tertidur.
......
🌻🌻🌻🌻
__ADS_1
yeeee Abang Eza nya jadi CEO 🥰