
Setelah selesai menemani suaminya makan, Renata memilih ngemil rujak buah yang tadi dia beli, membuat Dimas terheran.
"Makan rujak malam-malam, kamu kayak perempuan yang lagi ngidam aja, Yang." Cetus Dimas sambil duduk di samping Istrinya.
'Aku memang sedang ngidam, tapi aku sudah yakin, aku takkan memberitahu kamu tentang kehamilan aku, Mas.' Batin Renata.
"Lagi pengen aja, emang nya kenapa? Gak boleh ya?"
"Boleh-boleh aja Sayang." Jawab Dimas, dia tersenyum lalu mengusap lembut puncak kepala Renata.
Sedangkan di apartemen Sila, Ken baru saja menyelesaikan permainan ranjang nya dengan Sila. Dia mengambil sebatang rokok dari saku, menyelipkan nya di antara jari nya, lalu menghisap nya dengan perlahan.
Asap mengepul, Ken saat ini berada di balkon di temani angin malam yang dingin menusuk kulit, namun dia sudah terbiasa jadi hal ini bukanlah masalah untuknya.
"Renata, gadis yang cantik." Gumam Ken, tiba-tiba saja dia ingat pertemuan nya dengan gadis kecil ceroboh di jalan tadi.
Siang tadi, Ken pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan diri karena beberapa hari ini dia sering batuk. Namun, dia malah melihat seorang gadis berpakaian tertutup berusaha menyeberang jalan, namun seperti nya dia kehilangan fokus hingga hampir saja terjatuh karena menginjak batu.
Beruntung saja dia cepat menangkap tubuh gadis itu, mata nya yang bulat, bibirnya yang tipis kemerahan alami, rambut nya yang lurus di cepol ke atas membuat nya terlihat sangat cantik.
Setelah mengobrol sebentar, akhirnya dia memperkenalkan diri, Renata. Nama yang cantik secantik orangnya.
"Tunggu, apa dia Renata yang sama dengan Renata yang selalu di sebutkan Sila?" Gumam Ken, dia langsung masuk ke kamar. Dia melihat Sila baru saja keluar dari kamar mandi dengan memakai bathrobe nya.
"Ken, kenapa wajahmu seperti panik?" Tanya Sila.
"Aku ingin melihat poto perempuan bernama Renata itu, Sayang. Kau punya?"
"Ada, tapi untuk apa Babe?" Tanya Sila mulai terheran.
"Sudah, perlihatkan saja. Aku hanya ingin melihatnya, jangan mempersulit." Jawab Ken datar. Sila mengambil ponsel di meja, dia membuka galeri dan memperlihatkan Poto seorang gadis manis.
"Ini Renata, adik tiri ku sekaligus anak yang sudah merebut kebahagiaan anak lain demi dirinya sendiri." Ucap Sila, Ken memperhatikan wajah perempuan yang ada di Poto dan di kehidupan nyata. Sama, ya benar-benar sama.
Berarti Renata yang tadi dia tolong adalah gadis yang di musuhi Sila?
"Kamu kok bengong, kenapa? Ketemu sama Renata ya?"
"Enggak, hanya saja menurutku Renata tidak bersalah dalam hal ini. Kalau pun ada yang harus di salahkan, itu Ayahmu Sayang."
"Tetap saja, aku membenci nya Ken. Sudahlah, jangan membahas nya itu membuat mood ku buruk." Ketus Sila, dia menyimpan ponsel nya di nakas lalu kembali berbaring.
__ADS_1
"Kenapa rasanya aku tak rela jika Renata di sakiti ya?" Gumam Ken, dia menggelengkan kepala nya. Tapi gadis bernama Renata itu sungguh membuatnya tertarik.
Pagi harinya, Renata terbangun seperti biasa. Meski rasanya sangat malas, tapi mau bagaimana lagi dia punya tugas untuk melayani suami nya.
"Sayang, masakin Mas sambel kentang dong." Pinta Dimas sambil memeluk Renata dari belakang.
"Sambel kentang? Yang di kasih ati ampela bukan?"
"Itu terserah kamu aja, mau di kasih daging juga boleh. Yang penting sambel kentang aja," jawab Dimas.
"Oke, nanti pulang lebih awal ya. Aku masakin sambel kentang buat kamu, di jamin enak deh pokoknya."
"Aku percaya sih, masakan kamu selalu enak." Jawab Dimas sambil tersenyum, dia mencubit pelan hidung mancung sang istri saking gemas nya.
"Yaudah, mandi dulu sana. Aku mau ke tukang sayur dulu, beli kentang sama ati ampela nya."
"Oke sayangku." Dimas mencuri ciuman singkat di pipi kanan Renata, lalu pergi ke kamar nya.
'Besok hari Minggu kan? Lihat saja, aku pastikan kamu gak bisa ketemu sama selingkuhan kamu itu Mas." Gumam Renata, dia tersenyum licik setelah suaminya masuk ke kamar.
Berhubung suara tukang sayur sudah terdengar, Renata buru-buru keluar dan berdiri di depan kost an nya.
"Pagi juga Neng, masak apa?"
"Mas Dimas minta di masakin sambel kentang." Jawab Renata sambil memilih kentang yang bagus, cabai dan juga ati ampela.
"Ati ampela segini berapa bang?"
"Setengah kilo nya dua puluh ribu, Neng." Jawab Abang sayur itu.
Renata mengambil satu bungkus, tak lupa juga mengambil bumbu dapur seperti bawang merah dan putih, kemiri, lada dan masih banyak lagi.
Saat tengah asik memilih sayur, tiba-tiba saja datang sebuah mobil sedan berwarna hitam yang parkir di depan kost an Renata.
"Ehh siapa itu Neng?" Tanya Salah satu ibu-ibu.
"Dari mobil nya sih kayaknya Mami mertua." Jawab Renata, dan benar saja. Mami Erika tampak turun dari mobil dengan menenteng tas kecil berwarna hitam.
"Mami.." panggil Renata, membuat senyuman manis wanita baya itu tersungging.
"Lagi belanja, Sayang?" Tanya Mami Erika sambil berjalan mendekat.
__ADS_1
"Iya Mi, Dimas minta di masakin sambel kentang." Jawab Renata.
"Anaknya mana?"
"Di dalem lagi mandi, atau sarapan kayaknya."
"Kok gak barengan sarapan nya, Sayang?" Tanya Mami Erika.
"Rere nanti aja setelah belanja, kalo Dimas kan suka duluan soalnya dia harus kerja."
"Ini hari Sabtu, masa kerja? Bukannya kantor tutup setiap weekend?" Tanya Mami Erika heran.
"Rere gak tahu, tapi Dimas izin kerja hari ini." Jawab Renata santai.
Setelah selesai memilih bahan yang dia butuhkan, Renata pun membayar belanjaan nya lalu mengajak Mertua nya masuk.
Benar saja, Dimas sudah selesai sarapan dan sudah bersiap dengan seragam OB nya.
"Kerja, Dim?"
"Ehh ada Mami, iya Mi, Dimas harus kerja." Jawab Dimas sambil cengengesan.
"Kantor macam apa yang mempekerjakan karyawan nya di ujung Minggu seperti ini? Libur saja!" Tegas Mami Erika.
"Tapi Mi.."
"Gak ada tapi-tapian, Dimas. Kamu gak kangen sama Mami? Mami jauh-jauh kesini cuma pengen ketemu kalian berdua. Inget, BBM mahal sekarang!"
"Yaudah deh iya, Dimas gak jadi kerja." Jawab Dimas lalu masuk ke kamar. Renata bersorak dalam hati, kedatangan Mami Erika bagai pahlawan yang menolong nya dari bahaya.
Dimas mengetik pesan pada selingkuhan nya, bahwa dia tak bisa ke tempatnya karena Mami nya datang tanpa memberitahu lebih dulu.
Tentu saja itu membuat Sila kesal bukan main, harusnya hari ini dan besok dia bisa berduaan dengan Dimas dan membuat Renata merasa sendirian, namun semua rencana yang sudah dia susun itu gagal total.
"Sialan, kenapa sih itu tua keladi itu malah berkunjung? Gagal lagi rencana yang udah aku susun sebaik mungkin, sial." Rutuk Sila sambil membanting apapun yang ada di kamar nya karena kesal.
.....
🌷🌷🌷🌷
gak ada sejarahnya pelakor menang, pasti ada karma nya😑
__ADS_1