Istri Rasa Simpanan

Istri Rasa Simpanan
Bab 140 IRS


__ADS_3

Dimas masih berada di rumah Reza, dia keheranan dengan sahabatnya. Dirinya yang punya masalah dengan Kenan, tapi pria itu yang menggebu-gebu, mengherankan sekali tapi itulah Reza. 


"Jadi, Lo setuju?"


"Gue ngikut Lo aja, gue takut aja karena gue cuma sekretaris."


"Terus? Lo juga manusia, harusnya Lo tuh perjuangin keadilan buat bini Lo." Tegas Reza. Beginilah yang tak Reza sukai dari Dimas, dia selalu bodooh dalam hal semacam ini. Itulah alasan kenapa Sila sangat mudah membohongi nya, bahkan hingga bertahun-tahun tanpa Dimas sadari kalau wanita itu hanya memanfaatkan nya untuk membalas dendam pada Renata. 


"Iya, Za." Jawab Dimas lirih. 


Tringg…


Ponsel Dimas berdering, pria itu langsung merogoh ponsel nya yang dia simpan dalam saku celana bahan nya.


"Sebentar ya, Za." Reza mengangguk santai, membiarkan pria itu mengangkat telepon nya lebih dulu.


'Ya, hallo Mi. Kenapa?'


"Dimana, Dim? Cepetan pulang, Elina histeris. Mami gak bisa nenangin, dia cuma mau kamu." Ucap Mami Erika di seberang telepon, membuat jantung Dimas terasa berhenti berdetak. 


'Dimas pulang sekarang, Mi.' Jawab Dimas, panggilan pun selesai. 


"Za, gue balik duluan ya. Elina histeris di rumah, gue harus nenangin dia."


"Yaudah, hati-hati di jalan nya Dim." Ucap Reza, Dimas mengangguk lalu berlari dari kebun belakang tempat dia dan Reza bertukar pikiran. 


"Lho, Dimas nya kemana?" Tanya Mariska yang datang menyusul ke kebun belakang, dengan membawa dua cangkir kopi di nampan.


"Udah pulang, katanya Istrinya histeris lagi, Mom." Jawab Dimas, beberapa kali dia menghembuskan nafas nya dengan kasar, ada-ada saja peristiwa yang menyertai sahabatnya itu.


"Memang nya kenapa?"


"Kayaknya trauma masa lalu deh, Mi. Istrinya Dimas itu korban."


"Korban apa maksud kamu?" Tanya Mariska dengan kening berkerut, korban dalam hal apa maksudnya?


"Katanya, Elina itu dulu di jadikan alat pembayar hutang sama ibu tirinya, Mom. Terus ya cara bayar hutang nya dengan merenggut paksa kehormatan gadis polos itu dengan cara yang sangat kasar."

__ADS_1


"Tapi, sialnya tadi siang mereka malah bertemu dengan pria yang sudah merusak masa depan Elina, dan ya saat ini istri Dimas sering histeris karena merasa takut kalau pria itu akan menyakitinya lagi." Jelas Reza membuat Mariska mengangguk, mulai mengerti ke arah mana pembicaraan sang putra.


"Apa Mommy tau siapa pria itu? Kalau mommy tau, pasti mommy akan sangat terkejut." 


"Siapa, Nak?" Tanya Mariska, dia penasaran memang nya siapa? Kenapa Reza mengatakan hal demikian?


"Kenan, putra kedua dari keluarga Alexander." Jawab Reza membuat Mariska benar-benar terkejut, persis seperti apa yang di katakan oleh putra nya.


"Kenan? Astaga, ternyata anak itu. Bukankah dia sudah menikah?"


"Iya kalau sekarang, tapi hal itu terjadi beberapa tahun silam, bahkan saat itu Elina masih sekolah." Mariska terhenyak, masih sekolah? Artinya masih di bawah umur? Karena setaunya sekarang, Elina masih berusia 18 tahun.


"Apa Mommy juga tau kalau istri nya mengalami kecelakaan, dan saat ini koma sudah satu bulan." Jelas Reza, lagi-lagi membuat Mariska terhenyak.


"Ya Tuhan, banyak sekali hal yang Mommy tak tau tentang mereka sekarang."


"Biarkan saja, lagipun hubungan keluarga Argantara dan Alexander sudah cukup lama renggang." Jawab Reza santai.


Dulu, keluarga Argantara juga keluarganya Alexander sangat dekat, karena Argantara dan Smith berteman baik, perusahaan mereka sama-sama besar dan hal itu membuat banyak perusahaan ingin bekerja sama dengan kedua Mega perusahaan itu. 


"Kalau tak salah, Kenan itu punya kembaran kan?"


"Ya, Kenzo. Dia juga pemain wanita, lebih tepatnya cassanova gadungan. Dia adalah pria yang berada di belakang Sila." Jawab Reza lagi.


"Kedua nya sama-sama hama perempuan ya,"


"Ya jangan heran. Darah yang mengalir di tubuh mereka itu sama, jadi ya kelakuan nya juga sama." Jawab Reza datar sambil menyedekapkan tangan nya di dada.


"Hanya saja, bedanya Kenan berani berkomitmen hingga menikah. Kalau Kenzo malah sebaliknya, dia terlalu sibuk bermain dengan wanita. Aku harap, dia tak terkena penyakit menular." 


Meski pun dia tak terlalu suka pada Kenzo, karena pria itu mengincar istrinya. Reza hanya menganggap kalau Kenzo itu adalah rival atau saingan nya untuk mendapatkan Renata. Tapi beruntung saja, Renata sama sekali tak peduli dengan pria itu. Jadi, Reza merasa menang karena Renata memilih dirinya.


Tapi, jika sampai pria itu terkena penyakit menular, dia juga kasihan. Dia ingat kalau Sila meninggal karena tertular penyakit kelamin di penjara, awalnya dia mengira kalau Ken lah yang menulari Sila. 


Tapi nyatanya salah, Sila mendapat penyakit itu karena dia bersentuhan langsung dengan seseorang yang memiliki penyakit itu. Juga, karena dia pernah di perkosaa di sel oleh beberapa orang. Itulah penyebab kenapa Sila bisa tertular penyakit kelamin itu. 


Jadi, bukan dari Ken. Karena pria itu sangat menjaga kebersihan tubuhnya, dari atas sampai bawah tak pernah luput dari pemeriksaan seorang dokter yang juga adalah pemuas nafssu nya. Berkat uang dan kekuasaan, semua nya bisa di dapatkan dengan mudah.

__ADS_1


"Iya, sudahlah ayo masuk. Udara terasa dingin, lagipun kedua bayi mu sudah tidur, Renata juga terlihat sudah mengantuk."


"Baik Mom, Eza duluan. Biar nampan nya Eza aja yang bawain." Mariska mengangguk lalu mengekor di belakang sang putra tunggal.


Sedangkan di jalan, Dimas menekan gas motor nya hingga maksimal, dia melajukan motor itu dengan kecepatan tinggi, tak mempedulikan apapun. Yang saat ini ada di pikiran nya, hanya cepat sampai ke rumah dan melihat keadaan istrinya.


Singkatnya, Dimas sudah sampai di rumah. Dia berlari masuk dengan wajah panik nya, di ruang tamu dia bertemu dengan Mami Erika yang terlihat kebingungan sambil mundar-mandir, dengan menggigit jari telunjuk nya.


"Mi, mana Elin?"


"Di kamar, cepetan. Mami takut dia nyakitin dirinya sendiri." Dimas mengangguk lalu berlari ke kamar nya di lantai dua. 


Dimas mencoba membuka pintu kamar, tapi sialnya pintu itu terkunci dari dalam, dan yang lebih sialnya lagi, seperti nya kuncinya masih menggantung. Jadi dia tak bisa menggunakan kunci cadangan karena ada kunci lain di lubang nya.


"Sayang, buka pintunya. Ini Mas, sayang.." ucap Dimas, tapi tak terdengar suara apapun dari kamar itu. Senyap, sunyi, hening. Seperti tak ada kehidupan di dalam sana, apakah istrinya tidur?


"Sayang, Elina.." 


"P-ergi, aku mo-hon jangan ganggu aku.." suara lirih yang membuat Dimas yakin kalau istrinya sedang dalam keadaan tak baik-baik saja. 


Setelah beberapa detik berpikir, akhirnya Dimas memutuskan untuk mendobrak pintu kamar itu. Dengan sekuat tenaga, dia mendobrak pintu kamar itu, hingga akhirnya terbuka lebar.


Brakk…


Dimas membulatkan mata nya saat melihat keadaan Elina, dia terbaring di lantai dengan tubuh yang lemas.


"Sayang, maafin Mas.." ucap Dimas, air mata nya seketika luruh saat melihat keadaan istrinya.


"Mas? Ka-mu dari mana aja, aku takut! Jangan tinggalin aku sendirian, gimana kalau pria itu datang lagi?" 


"Sshhtt, dia gak bakal datang kesini sayang. Mas berani jamin, dia gak bakal berani menemui kamu lagi. Mas janji bakal jagain kamu kapanpun." Ucap Dimas lembut, dia memangku tubuh sang istri ke atas kasur, lalu membaringkan nya. Memeluk nya, mengusap rambut panjang istri kecilnya, melayangkan beberapa kecupan hangat di kening nya.


'Setrauma itu kamu sayang? Ini semua akibat perbuatan pria brengseek itu, bajingaan!'


......


🌻🌻🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2