Istri Rasa Simpanan

Istri Rasa Simpanan
Bab 33 IRS


__ADS_3

Pagi harinya, Renata terbangun dengan kondisi tubuh yang terasa sakit, pinggang nya sakit, seluruh tulang nya terasa remuk redam karena perbuatan Dimas tadi malam.


Dia melirik Dimas yang masih terlelap dalam tidur nya, seketika hatinya kembali terasa sakit saat mengingat bagaimana pria itu memperlakukan nya tadi malam. Kehormatan nya sebagai seorang perempuan hancur sudah, apa yang akan dia banggakan nanti pada suami nya? 


Apa ada laki-laki yang mau menerima perempuan tanpa mahkota? Rasanya tidak ada, sebejat-bejat nya laki-laki pasti menginginkan wanita yang baik, wanita yang bisa menjaga dirinya sendiri untuk menjadi pendamping nya. 


Tak terasa, air mata Renata menetes kembali. Ini adalah hal yang paling di sesali, bukan hanya fisik nya yang sakit, tapi juga hatinya. Gadis itu terisak, tangan nya meremas selimut dengan kuat. 


Dimas terganggu dengan suara isakan yang membuatnya harus membuka kedua mata nya yang terasa sangat berat, belum lagi kepala nya yang sangat pusing. 


"Aaarrgghh, pusing sekali, sial." Rutuk Dimas sambil menggelengkan kepala nya. Dia melirik ke samping, melihat Renata yang sedang terisak.


"Rere, kok Lo nangis? Lo kenapa? Kenapa Lo disini?" Tanya Dimas dengan suara serak nya. Renata hanya menatap pria itu dengan tatapan tajam penuh kebencian.


"Kau tak ingat sesuatu semalam, Dimas?" Balik tanya Renata, membuat Dimas menganga. Dia melihat pipi Renata lebam bekas tamparan dengan cap lima jari yang terpampang jelas di wajah nya, bahkan ujung bibir nya terlihat darah yang sudah mengering. 


Dimas berusaha keras mengingat semua nya, perbuatan nya pada Renata, dia sudah merusak kehormatan Renata. 


"Re, gue minta maaf, gue gak sengaja." 


"Gak sengaja Lo bilang? Setelah Lo ngerusak mahkota gue, Lo bilang gak sengaja hah?" Bentak Renata, air mata nya berderai membasahi wajah cantiknya. 


"Bahkan dengan Lo minta maaf, gue tetep rusak, Lo gak bakal bisa ngembaliin apa yang udah Lo ambil secara paksa dari gue, Dimas!" 


"Re, maaf. Gue terlalu marah sampe gue gak sengaja nyakitin Lo." Ucap Dimas lirih. 


"Karena Sila? Cinta boleh, bodooh jangan Dimas. Lo kira dengan cara mabuk-mabukan gitu masalah Lo selesai, kagak! Yang ada malah nambah." 


Renata mencoba berdiri, namun inti nya terasa sangat sakit dan perih, hingga lutut nya gemetar menahan sakit itu. 


"Assshh, perih sekali." Gadis itu meringis, Dimas bergegas memakai boxer nya dan berniat membantu Renata yang sudah memakai kemeja kebesaran miliknya. 

__ADS_1


Namun, tangan Dimas di tepis oleh Renata dengan kasar. Seperti nya gadis itu benar-benar membenci Dimas saat ini. 


Gadis itu berjalan tertatih ke kamar mandi dengan berpegangan ke dinding, Dimas memperhatikan Renata hingga punggung gadis itu menghilang di balik pintu. 


Dia melihat keadaan di ruangan ini, kasur nya berantakan dengan pakaian miliknya juga milik Renata masih berserakan di lantai, namun dia melirik sesuatu yang aneh di kasur. 


Noda merah bercak darah segar yang sudah mengering. Itu benar-benar membuktikan bahwa dia sudah merusak Renata, dan apa yang dia dengar dari teman-teman nya itu nyata. 


Renata berjalan kesakitan, bercak darah di seprai, dan miliknya yang terasa sangat sempit saat dia memasukkan batang nya semalam, bahkan dia sempat kesusahan menerobos segel milik Renata, artinya Renata masih virgin?


"Ohh God, aku benar-benar pria brengsek yang sudah merusak wanita baik-baik." Gumam Dimas. Dia melirik ke arah pintu kamar mandi yang terbuka, menampakan Renata yang perlahan berjalan mendekat, masih dengan ringisan yang sesekali terdengar. 


Dimas mendekat dan nekat menggendong Renata ala bridal style, membuat gadis itu meronta. 


"Lepasin Dimas!" 


"Diem Re, gua cuma bantuin Lo." 


"Maafin gue Renata, sumpah demi apapun gue gak ada niatan nyakitin Lo Re, sorry." 


Renata menatap wajah Dimas, dia kembali menangis tergugu, membuat Dimas langsung meraih Renata ke dalam pelukan nya. 


"Renata, ini kesalahan paling besar yang gua lakuin, maaf udah bikin Lo kehilangan harta paling berharga." 


Dimas melerai pelukan mereka, dia memegang dagu Renata lalu mencium bibir gadis itu dengan lembut. Meski begitu Renata tak membalas atau menolak apa yang di lakukan oleh Dimas, dia hanya diam sesekali dia terisak dalam ciuman itu. 


Dimas menyudahi ciuman itu, dia mengecup singkat kening Renata lalu kembali menenggelamkan wajah cantik itu dalam pelukan hangat nya. 


"Lo boleh lakuin apapun buat lampiasin kemarahan Lo sama gue, kalau perlu pukul gua Re." Ucap Dimas, membuat Renata mendongak. 


Dimas berjongkok untuk menyejajarkan tubuhnya dengan Renata, dia tersenyum manis. Namun..

__ADS_1


Plakk.. 


Renata menampar pipi kanan Dimas sekuat tenaga hingga membuat wajah pria itu terhuyung ke samping.


"Lo pria brengsek yang pernah gue temuin, tapi sayang nya gue malah cinta sama Lo Dimas Fahrian!" Gadis itu memekik dengan tangis yang kembali pecah, dia menutup wajah nya dengan kedua tangan. 


Beda lagi dengan Dimas yang menunjukan ekspresi keterkejutan yang kentara di wajahnya. 


"Lo cinta sama gua, Re? Sejak kapan, kenapa baru ngomong?"


"Waktu itu gue udah mau bilang, ngungkapin semua nya, tapi apa yang gue dapet? Lo malah dengan antusias cerita kalo Lo sama Sila udah jadian. Lo pikir hati gue gak sakit, Dim? Sakit banget, apalagi setelah yang Lo lakuin tadi malem."


Di tengah perdebatan itu, pintu kamar terbuka. Membuat kedua remaja itu kompak menengok ke arah yang sama, seketika itu pula kedua mata mereka membulat. 


"Mami." 


Mami Erika melihat keduanya, mata Renata sembab, pipi nya lebam dan bekas kepemilikan yang berjejer di leher gadis itu membuat emosi Mami Erika memuncak. 


"Apa yang sudah terjadi hah?" Mami Erika berjalan mendekat, dia membuat Renata yang tadinya menunduk menengadahkan wajah nya dan mau menatap nya.


Raut wajah sendu dengan tatapan sayu membuat Mami Erika yakin sudah terjadi sesuatu diantara Renata dan sang putra, Dimas. 


"Kenapa Mami bisa disini?" Tanya Dimas panik, dia meraih Hoodie yang tergeletak dan memakai celana jeans nya dengan tergesa-gesa. 


"Rere, kamu bisa cerita? Kamu kenapa?" Tanya Mami Erika lembut, tanpa menghiraukan pertanyaan dari Dimas. 


"Hancur, Mi. Masa depan Rere hancur." Jawab Renata, air mata nya kembali tumpah, membuat Mami Erika langsung memeluk Renata dengan erat. 


"Kau harus menjelaskan semua nya sama Mami, Dimas!" Tegas Mami Erika, membuat Dimas merasa terpojok saat ini.


.....

__ADS_1


🌷🌷🌷🌷


__ADS_2