
Dimas berjalan dengan terburu-buru, dia pikir ini adalah saat yang tepat untuk pergi menemui Reza, karena jika Elina terbangun sudah di pastikan dia takkan bisa kemana-mana, sejak mengetahui bahwa Kenan adalah pria yang mengambil paksa sesuatu yang sangat di jaga oleh seorang perempuan, Dimas kehilangan respect lagi terhadap pria itu.
"Mau kemana?"
"Ketemu Reza sebentar Mi, kalau Elina bangun jangan bilangin Dimas pergi ya." Peringat Dimas, karena jika saja Elina tau dia pergi pasti dia akan sangat marah. Dia tau, kalau istrinya mengalami trauma. Karena saat pertama kali dia menyentuh nya, tubuh Elina bergetar hebat. Bukan karena menahan rasa sakit atau tangisan, tapi jelas itu rasa takut.
"Iya, hati-hati di jalan kalau gitu." Jawab Mami Erika, dia memilih tak ingin ikut campur dulu urusan rumah tangga sang putra dan istrinya.
"Tapi Dimas bakal usahain pulang sebelum Elina bangun, Dimas pergi dulu ya Mi. Kalau dia histeris, telepon Dimas segera."
"Iya sayang." Jawab Mami Erika, Dimas pun pergi dengan langkah lebar nya. Meskipun dalam hati Mami Erika penasaran, sebenarnya apa yang sedang terjadi? Kenapa pula Dimas mengatakan jika Elina histeris? Memang nya menantu nya itu kenapa? Aneh sekali.
Dimas melajukan sepeda motor nya dengan kecepatan tinggi, dengan lincah dia menyalip beberapa kendaraan yang melaju di depan nya. Apapun caranya, dia harus kembali ke rumah sebelum sang istri terbangun dari tidurnya.
Pria itu memarkir motornya tepat di halaman rumah Reza, sahabat sekaligus atasan nya di kantor.
"Eehh Dimas, ada apa malam-malam kesini?" Sapa Mariska yang sedang menggendong baby Farish di tangan nya.
"Reza nya ada, Mom?"
"Ada, sebentar Mommy panggilin dulu." Jawab Mariska, dia pergi meninggalkan Dimas sendirian untuk memanggil sang putra.
Di kamar, Reza yang sedang bermanja dengan sang istri begitu kesal saat suara sang Mommy mengganggu kegiatan nya yang sedang mendusel manja di perut istri nya.
"Aihh, apa sih Mom?" Sewot Reza sambil memasang wajah cemberutnya, lengkap dengan rambut yang super acak-acakan.
"Itu di bawah ada Dimas."
"Ngapain tuh orang?"
"Mana mommy tau, tapi katanya dia mau ketemu kamu." Jawab Mariska.
"Yaudah, bilangin sebentar lagi Eza turun."
"Jangan lama-lama, kasian wajah nya keliatan panik gitu, pucat."
__ADS_1
"Iya Mom, cuma ganti baju doang." Jawab Reza, Mommy Mariska pun turun kembali mendekati Dimas yang duduk di sofa ruang tamu.
"Sebentar ya, Eza nya lagi pake baju."
"Iya Mom, gapapa." Jawab Dimas lirih.
Sedangkan Renata yang tengah menggendong baby Aisha keheranan saat melihat suaminya yang terlihat buru-buru.
"Lho, kenapa mas? Puas ya ngedusel nya?" Tanya Renata keheranan, pasalnya suaminya itu pasti takkan puas jika hanya menciumi perutnya saja.
"Di bawah ada Dimas, sayang." Jawab Reza sambil memakai kembali kaos nya yang tadi dia buka.
"Malem-malem kesini, dia mau ngapain gitu, Mas? Apa ada kerjaan, atau berkas yang lupa kamu tandatangani?"
"Aku gak tau sayangku, aku ke bawah dulu ya. Kamu mau ke bawah juga?" Tanya Reza, Renata mengangguk. Dia mengambil alih Baby Aisha dari pangkuan sang istri. Meski sudah beberapa bulan lamanya setelah sang istri melahirkan, tapi Reza tetap khawatir jika membiarkan istrinya menggendong Aisha atau Farish. Lebih tepatnya tak mengizinkan, kecuali jika terdesak atau dalam keadaan darurat.
Satu tangan nya mendekap baby Aisha yang gembul, tangan satu nya menggenggam erat tangan Renata. Keduanya menuruni tangga dengan hati-hati, itu semua tak luput dari pandangan semua orang berada di sofa ruang tamu.
"Dim.."
"Za, kita harus bicara. Tapi eemm, berdua aja bisa?"
"Aku kesana dulu, kamu tunggu disini ya." Ucap Dimas pada Renata, wanita itu mengangguk lalu bergabung dengan Argan dan Mariska.
Kedua pria itu pergi ke kebun belakang, Dimas dan Reza duduk di bangku panjang yang memang tersedia di taman.
"Kenapa Dim?"
"Gimana kelanjutan kasus Elina, Za?"
"Beres, mereka di jatuhi hukuman penjara seumur hidup." Jawab Reza sambil menyedekapkan tangan nya di dada, rasanya bukan ini yang jadi permasalahan mengapa Dimas datang ke rumahnya malam-malam.
"Ceritain yang sejujurnya, Dimas!"
Dimas menghembuskan nafas nya dengan kasar beberapa kali sebelum menceritakan masalah nya saat ini. Tapi akhirnya, dengan berat hati dia menceritakan semua nya dari awal.
__ADS_1
Mulai dari fakta yang dia ketahui kalau Elina sudah tak perawan lagi saat menikah dengan nya karena di renggut pria tak di kenal secara paksa. Lalu pertemuan mereka tadi siang, di lanjutkan dengan keadaan sang istri saat ini.
"Dari cerita Lo, jadi inti nya yang udah bikin istri Lo trauma itu, Kenan?" Dimas mengangguk pelan membenarkan ucapan Reza.
"Jadi itu alasan kenapa dia tak asing dengan wajah Kenzo. Lalu, sekarang Lo mau gue gimana? Gak mungkin membatalkan kerja sama." Ucap Reza, membuat Dimas mendongak.
"Kenapa?"
"Akan sangat terlihat kekanak-kanakan jika aku membatalkan kerja sama perusahaan, itu hanya akan membuat reputasi perusahaan kita jatuh karena di anggap tak profesional." Jelas Reza.
"Tapi, kalo Lo pengen bales dendam gue punya cara lain." Ucap Reza membuat Dimas menatap Reza dengan tatapan penuh tanya.
"Gak usah natap gue kayak gitu, tanpa Lo ngomong juga, gue dah tau tujuan Lo ke sini. Apalagi kalau bukan minta bantuan buat bales dendam sama tuh laki?"
"Awalnya iya, tapi gue rasa disini Kenan gak terlalu bersalah, karena dia cuma mau duit nya balik."
"What? Otak Lo di taruh di dengkul apa di telapak kaki sih? Gila aja, Lo bilang dia gak salah gitu?" Sewot Reza begitu mendengar ucapan Dimas.
"Ya terus? Dia cuma ngambil apa yang udah jadi hak nya, karena secara langsung Elina itu di jadikan alat penebus hutang sama ibu tirinya."
Reza menggelengkan kepala nya saat mendengar ucapan Dimas, menurut nya pria di depan nya terlalu naif.
"Terus, kalo bukan Kenan yang salah. Menurut Lo siapa? Ibu tirinya Elin, jelas. Sekarang dia udah dapet hukuman atas perbuatan nya."
Dimas terdiam, perkataan sahabatnya ada benarnya.
"Disini, yang berperan bikin bini Lo trauma itu Kenan kan? Atau siapa?"
"Iya, Kenan." Jawab Dimas lirih.
"Terus sekarang, Lo mau gue ngapain tuh laki? Di sunat lagi atau gimana?"
"Tapi, istrinya koma karena kecelakaan sebulan lalu, Za."
"Gak adil banget, kenapa harus istri nya si Kenan yang nanggung dosa-dosa suaminya di masa lalu? Jadi, Lo mau gue apain si Kenan? Atau Lo ikut permainan gue?" Tanya Reza, pria tampan itu menyeringai tipis.
__ADS_1
.....
🌻🌻🌻🌻