Istri Rasa Simpanan

Istri Rasa Simpanan
Bab 84 IRS


__ADS_3

Renata di sambut dengan baik oleh Mariska, juga Argan. Wanita baya itu bahkan tak ragu memeluk dan menciumi Renata sebagai bentuk kasih sayang. 


"Mommy kangen sama kamu sayang, sering-sering main kesini." Ucap Mariska, masih tetap memeluk Renata, wanita itu juga membalas pelukan calon ibu mertua nya. Dia menikmati kehangatan dari pelukan Mariska, dia begitu merindukan rasanya di perlakukan dengan hangat. 


Sudah tiga bulan ini dia tak bertemu Mami Erika, wanita itu tak datang ke rumah nya lagi, atau bertukar kabar pun seperlu nya, itu membuat Renata sedikit canggung. Mungkin semua ini karena perpisahan nya dengan Dimas. 


"Mom, udah dong pelukan nya. Liat, Renata nya sesek itu. Lagian peluknya erat bener." Celetuk Reza membuat Mariska melerai pelukan nya dan terkekeh geli saat melihat wajah Renata yang sedikit memerah.


"Aaah maafkan Mommy, Sayang." 


"Gapapa Mom, lagian Renata suka di peluk Mommy." Jawab Renata lirih, namun raut sendu nya tak bisa di sembunyikan. 


"Kenapa hmm? Kangen ibu mu?" Mariska membelai wajah Renata, merapikan anak rambut nya ke belakang telinga. Melihat perempuan itu mengangguk membuat Mariska tak tahan dan langsung memeluk nya kembali. 


Mengusap dengan lembut rambut Renata dan perempuan itu juga membalas tak kalah erat, membuat dua pria berstatus ayah dan anak itu saling melempar pandangan lalu tersenyum. 


"Anggap Mommy ini ibu kamu, Sayang. Ya walaupun hanya ibu mertua, tapi Mommy ingin kamu gak sungkan sama Mommy, punya masalah cerita sama Mommy, layaknya sama ibu kamu sendiri ya. Jangan pernah menganggap Mommy ini orang lain, ingat itu cantik." 


"Iya Mom, makasih udah sayang sama Rere." Ucap Renata. 


"Sama-sama sayang, kamu pantas mendapatkan kasih sayang dari siapapun." 


"Ohh iya Mom, ini cookies coklat buatan Rere. Buat nemenin Papi minum kopi," Renata mengulurkan paperbag berisi dua toples cookies buatan nya. 


"Sayang, lain kali gak usah repot-repot. Kalau mau main kesini tinggal datang aja, gak usah bawa apa-apa. Kamu datang kesini aja, Mommy udah seneng." 


"Rere nya ngotot plus gak enakan Mom, Reza udah bilang gitu, tapi dia nya kekeuh mau buatin cookies." Cetus Reza menimbrung percakapan dua wanita berbeda generasi itu. 


"Lain kali, nurut sama calon suami kamu ya sayang." 


"I-iya Mom." Mariska mengusap pelan puncak kepala Renata, lalu menarik nya untuk duduk. 


Dia mengeluarkan beberapa majalah dari bawah meja. 


"Ini katalog gaun pengantin, Sayang." 


"Ga-un Mom?" Mariska mengangguk, dengan antusias dia menunjukan satu persatu gaun pengantin yang ada di majalah itu dengan detail. Renata hanya memerhatikan, sesekali mengatakan pendapatnya. 


"Yang ini bagus, sayang." 

__ADS_1


"Reza gak setuju kalo Renata pake gaun itu, Mom!" Tegas Reza sambil duduk dengan membawa semangkuk puding di tangan nya. 


"Lho kenapa? Ini bagus, warna nya putih gading, elegant juga." 


"Belahan dada nya rendah amat, punggung nya kebuka. Reza gak mau milik Reza di liat orang!" Jawab Reza tegas membuat Mariska terkekeh, sedangkan Renata hanya terdiam namun wajah nya merona.


"Posesif nya ampun." 


"Harus, kalo enggak gitu Renata bisa aja di rebut orang dan Reza gak rela kalo itu terjadi. Lagian, Reza yakin Renata gak bakal nyaman pake gaun kek gitu." Ketus nya sambil menyuap puding ke mulutnya. 


"Benar sayang?"


"Eemm, Iya Mom. Rere suka gaun sederhana aja, tapi anggun saat di gunakan." Jawab Renata, membuat Mariska berfikir sejenak. Dia mengambil satu majalah lagi dari bawah meja dan membuka nya. 


"Bagaimana kalau ini?" 


"Ini bagus, Mom. Yang ini aja ya, Ayy?" Celetuk Reza, dia membayangkan saat gaun itu melekat sempurna di tubuh Renata, pasti wanita itu akan menjelma menjadi putri dari negeri dongeng.


"Gimana sayang?" Tetap saja Mariska butuh pendapat dari calon pengantin nya sendiri, wanita yang akan memakai nya nanti. 


"Rere nurut sama Eza aja, Mom. Kalau menurut dia bagus, yaudah Rere setuju aja." Jawab Renata, jauh dari perkiraan. Tentu saja membuat hati Reza berbunga. 


"Definisi calon istri yang baik ya.." cetus Argan sambil terkekeh. 


Namun seperti nya dia mengerti arah pembicaraan ini mengarah kemana, terbukti dari Mariska yang membawa meteran untuk mengukur tubuhnya. 


Perlu di ketahui, Mariska adalah designer gaun pernikahan. Sudah banyak pengusaha yang mempercayakan gaun pengantin wanita padanya, dan jawaban mereka selalu puas. Itu membuat nama Mariska terkenal di dunia fashion karena keahlian nya. 


"Mommy akan membuat gaun limited edition khusus untuk menantu Mommy, jadi Minggu depan kesini untuk mencoba gaun nya. Kalau ada yang kurang bisa di perbaiki selagi masih ada waktu." Jelas Mariska, membuat Renata menoleh. 


"Selagi ada waktu? Maksud Mommy?" 


"Kalian akan menikah bulan depan, tepat saat hari ulang tahun mu, Reza yang meminta nya. Apa dia belum memberitahu mu?" Tanya Mariska, refleks Renata menggelengkan kepala nya. Dia bahkan belum membahas pernikahan sejauh itu dengan Reza. 


"Reza lupa, Mom." Reza berusaha membela diri di balik kata lupa sambil cengengesan. 


"Masih muda udah pikun, hati-hati nanti lupa status." 


"Itu gak bakalan Mom, soalnya ada di ktp nanti." Jawab Reza sambil terkekeh. 

__ADS_1


"Nanti kita bicara berdua ya sayang, sekarang lanjut aja sama Mommy. Nanti aku jelasin semua nya." Ucap Reza mengerti arti tatapan Renata yang tajam bagai pedang yang siap mengoyak musuh. 


"Bibit suami takut istri akan segera lahir." Celetuk Argan membuat Reza mendelik. 


"Reza bukan Papi ya, takut kok sama Mommy." 


"Eza.." panggil Renata membuat Reza cengengesan. 


"Eehh sayang, iya maaf gak lagi." Reza langsung pergi dengan membawa piring yang sudah kosong. 


Renata kira pria itu akan menyimpan nya, namun tak lama kemudian dia datang kembali dengan piring berisi puding lagi. 


"Mau sayang?" Tawar Reza, membuat Renata menatap dengan tatapan penuh damba, dia ingin makan puding buah itu. 


Reza mengerti, dia berdiri dan menyuapi Renata yang berdiri karena masih di ukur oleh Mariska. 


"Enak, makasih." Reza pun kembali menyuapi Renata hingga puding di piring nya habis tak bersisa karena masuk ke dalam perut Renata. 


"Papi cobain kue nya ya," 


"Silahkan Pi, semoga suka." Jawab Renata sopan. Argan pun membuka toples kue itu dan memakan satu cookies. 


"Enak, manis nya pas." Puji nya sambil mengacungkan jempol nya, membuat Renata menghela nafas nya lega. Tadi dia sudah dag dig dug seerr, takut rasa kue nya tak sesuai selera calon mertua nya, tapi ternyata pria baya itu malah memuji nya, dia bahkan terlihat lahap saat memakan nya. 


"Inget gula darah lho Pi, jangan banyak-banyak makan kue nya." Peringat Mariska. 


"Eemm, Rere pake gula jagung kok Mom." Jawab Renata, membuat Argan merasa di atas awan. Dia bisa makan banyak kue tanpa khawatir gula darah nya akan naik. 


"Tetep aja gak boleh makan banyak-banyak, soalnya Mommy juga pengen." 


"Nanti kalau habis Rere buatin lagi, Mom." Ucap Renata malah membuat Argan terkekeh. 


"Kamu kok tahu Papi punya gula darah, Nak?" Tanya Argan. 


"Itu inisiatif Rere aja, Pi. Soalnya usia Papi sudah tidak muda lagi, jadi agak rentan." Jawab Renata, membuat Mariska melipat bibirnya ke dalam. Bahkan sedetail itu Renata memerhatikan mertua nya, benar-benar tak salah Reza menginginkan Renata. 


......


🌻🌻🌻🌻🌻

__ADS_1


Fans nya Abang Eza mana nih? absen yuk🤭



__ADS_2