
Di rumah, Dimas masih berusaha menenangkan istrinya, memeluk nya erat sambil mengusap lembut rambut sang istri. Dia merutuki dirinya sendiri karena pergi disaat keadaan istrinya sedang tidak baik-baik saja.
Ingatan Dimas kembali ke hari dimana dia dan istrinya ke rumah sakit untuk memeriksakan keadaan Elina, kenapa mereka harus bertemu Kenan? Kalau saja mereka tak bertemu dengan pria yang ternyata adalah dalang dari semua rasa trauma yang di alami istrinya saat ini, mungkin keadaan nya takkan seperti ini. Elina pasti baik-baik saja, takkan se depresi ini.
Ceklek…
Pintu kamar terbuka, Mami Erika melongokan kepala nya, melihat ke dalam.
"Bagaimana keadaan Elina, sayang?"
"Dia tidur, Mi. Tapi ya gini, harus sambil di peluk. Lepas dikit aja, Elina pasti bangun Mi." Jawab Dimas, Mami Erika masuk dan duduk di sisi ranjang. Dia menatap gadis mungil yang berada dalam dekapan sang putra, hatinya terasa nyeri saat melihat keadaan menantu nya.
"Sebenarnya Elin kenapa, kamu belum cerita sama Mami."
"Jadi, pas Dimas sama Elin ke rumah sakit buat periksa, pas kami mau pulang malah ketemu sama klien Dimas di perusahaan, awalnya Elina baik-baik saja kok Mi, tapi setelah bertemu pria itu Elina terlihat seperti ketakutan dan mendadak jadi pendiam."
"Lalu?" Tanya Mami Erika penasaran.
"Sampai di rumah, Dimas tanyain sama Elina, kenapa dia jadi pendiam gitu. Eehh jawaban nya bikin Dimas terkejut, Mi." Dimas menghela nafas nya panjang lalu menghembuskan nya dengan kasar.
"Ternyata dia yang udah renggut masa depan Elin, Mi." Jawab Dimas, membuat mami Erika melongo.
"J-adi?"
"Iya Mi, pas Elin nikah sama Dimas, Elin emang udah nggak perawaan, tapi Dimas gak masalah karena Elin punya alasan, lagipun Dimas sangat mencintai Elin."
"Bukan itu yang Mami maksud, jadi laki-laki yang udah renggut masa depan Elin itu Ken? Apa dia Ken yang sama dengan Ken yang menjadi selingkuhan Sila?" Tanya Mami Erika.
__ADS_1
"Kembaran nya Mi."
"What?"
"Iya, Kenzo sama Kenan itu kembar. Makanya pas meeting sama dia di cafe, Dimas berasa gak asing sama wajah Kenan."
"Ya ampun.." mami Erika menggelengkan kepala nya.
"Kenapa mi?"
"Gak Kenzo, gak Kenan, kenapa sama-sama hama selangkaangan sih?"
"Ya mana Dimas tau, tapi yang penting sekarang Dimas mau lindungin Elina dari apapun. Ibu tiri nya sudah di penjara atas perbuatan nya." Ucap Dimas.
"Ohh iya, apa Elina benar hamil?"
"Lho, kalian kan baru menikah 1 bulan?"
"Kata dokter itu wajar Mi, soalnya perhitungan usia kehamilan itu dari hari terakhir haid." Jawab Dimas, mami Erika mengangguk paham.
"Kirain Mami, kamu udah nyicil duluan sebelum nikah."
"Isshh mami apa-apaan sih, ya enggak kali." Ketus Dimas.
"Ya soalnya mami sering liat kamu masuk ke kamar Elin tengah malem."
Dimas melotot, jadi selama ini Mami nya tau kalau dia sering mengendap-endap masuk ke kamar Elina tengah malam? Wah, pantas saja dia mendukung saat Dimas mengatakan akan mempercepat pernikahan mereka.
__ADS_1
"Hehe, tapi cuma tidur sambil pelukan doang Mi."
"Iya gapapa, yang penting kan sekarang kalian udah resmi menikah. Mami keluar dulu ya, kamu istirahat aja temenin Elin." Dimas mengangguk dan memejamkan mata nya sambil memeluk sang istri yang sudah lebih dulu terlelap dalam dekapan hangat nya.
Sedangkan di rumah sakit, kebahagiaan tengah menyelimuti hati seorang Kenan. Dimana, istrinya menunjukan tanda-tanda adanya perkembangan.
Haura, adalah nama istri Kenan. Dia adalah gadis cantik berasal dari desa, dia bertemu dengan Kenan saat tak sengaja pria itu meninjau proyek pembangunan di desa tempat Haura tinggal.
Gadis manis dengan sorot mata teduh memikat hati seorang Kenan, dia memberanikan diri untuk berkenalan dengan Haura yang saat itu sedang berjualan kue basah ke tempat proyek, karena pekerja menyukai kue buatan nya.
Tak butuh waktu lama, akhirnya Kenan memberanikan diri melamar Haura pada orang tua nya. Ternyata, Haura adalah putri tunggal, jadi saat Kenan datang untuk meminang Haura menjadi istrinya, orang tua Haura sangat menitipkan anak gadis mereka padanya.
Tapi sayang, hanya berselang tiga bulan setelah menikah dengan nya, kedua orang tua Haura meninggal. Anehnya, mereka meninggal bersamaan. Di hari yang sama, hanya berbeda jam saja.
Jadi, saat ini hanya Kenan lah satu-satunya orang Haura punya di dunia ini, karena dia tak punya orang tua lagi.
Kenan sudah tiga tahun menikah dengan Haura, hanya saja mereka belum di beri kepercayaan oleh yang di atas untuk mempunyai anak, hingga kecelakaan hari itu menghancurkan hati Kenan berkeping-keping.
Tapi hari ini, Haura menunjukan bahwa dia akan bangun. Tangan nya bergerak beberapa kali, dan itu menunjukan bahwa alam bawah sadar nya mendengar apa saja yang di katakan Kenan.
Tadi, dia sedang menceritakan tentang masalah nya pada Haura, tentang kebejatan nya di masa lalu karena telah merenggut masa depan seorang gadis dengan paksa.
Tanpa disangka, Haura merespon dengan menggerakan tangan nya. Kenan sangat senang, dia bahkan beberapa kali mengecupi kening sang istri. Dia terlalu bahagia, meskipun istrinya belum bisa sadar sepenuhnya, tapi hal ini juga sudah membuat hati nya bahagia.
"Cepatlah bangun sayang, Mas sangat merindukan kamu."
........
__ADS_1
🌻🌻🌻🌻