Istri Rasa Simpanan

Istri Rasa Simpanan
Bab 78 IRS


__ADS_3

Seminggu berlalu, selama itu juga Renata tak pernah bertemu lagi dengan Dimas, Sila atau Reza. Dia mengurung diri di rumahnya, hanya keluar sesekali saat membeli sayuran atau menyapu teras dan menyiram tanaman, selebihnya dia menghabiskan waktu nya dengan berdiam diri di rumah.


Namun hari ini terasa cukup berbeda, Renata pergi dengan pakaian rapi, tujuan nya hanya satu. Dia ingin pergi ke cafe bintang purnama untuk kembali bekerja disana. 


Dia sadar diri, sekarang status nya sudah mendekati janda, jadi dia harus bisa mencari uang sendiri. Tak ada yang bisa di andalkan, dia hanya bisa mengandalkan dirinya sendiri saat ini. 


"Pagi Pak.." 


"Pagi kembali, Renata. Kau sudah datang?" Renata mengangguk, dia bekerja di cafe milik sahabatnya, Mira. 


"Saya ke belakang dulu, Pak. Permisi," pamit Renata, dia memakai seragam pelayan nya lalu mulai bekerja, mengelap meja, mengisi tissu dan beberapa pekerjaan lain yang biasa nya dia kerjakan. 


Saat jam makan siang, cafe begitu ramai oleh pengunjung. Selain menu-menu nya beragam dengan harga yang ramah di kantong, cafe ini juga berdiri di dekat pusat perkantoran. Jadi banyak sekali pegawai yang datang untuk makan siang. 


Renata begitu sibuk, dia berjalan kesana kemari untuk mencatat dan mengantarkan makanan, hingga tak sengaja dia menabrak seseorang karena kehilangan fokus. 


Minuman yang di bawa nya tumpah mengenai jas mahal yang pria itu pakai.


"Aaa maafkan saya Pak, saya tak sengaja." Ucapnya sambil meraih tissu dan berusaha membantu pria itu mengeringkan jas nya. 


"Tak apa, kau bisa pergi." Jawabnya, Renata mendongak karena suara nya terdengar tak asing. 


"Kita bertemu lagi? Ini yang ketiga kali nya, apa jangan-jangan kita jodoh ya?" Celetuk nya sambil terkekeh. 


"Kau selalu saja ceroboh, Renata." 


"Maaf pak, saya benar-benar tak sengaja." Ucap Renata, membuat pria itu tersenyum. 


"Tak apa, ohh iya nama saya Kenzo, kau bisa memanggil ku Ken." Yap, pria itu adalah Ken. CEO di tempat Dimas bekerja. 


"Renata!" Teriak seseorang membuat Renata terperanjat dan buru-buru pergi dari hadapan Ken. 


"Maaf pak, saya permisi dulu." Ken mengangguk, dia menatap punggung Renata yang menjauh dengan senyum kecil yang tersungging di bibir nya. 


'Jadi kau bekerja disini, cantik? Setelah pria itu mencampakkan mu dan memilih bersama Jalaang ku? Ckk, pria itu benar-benar bodoh. Dia membuang batu berlian demi kelereng.' Batin Ken. Dia menggelengkan kepala nya lalu duduk, kebetulan Ken ada meeting bersama klien disini.


Setelah pertemuan nya dengan Renata saat di rumah sakit, Ken menjadi tak bernafssu pada siapapun. Bahkan saat bercintaa dengan Sila, dia malah berfantasi kalau yang sedang memuaskan nya adalah Renata. 


Bodooh, satu kata yang Ken berikan pada Dimas. Disaat dia berfantasi dengan Renata, Dimas yang bisa setiap saat menjamah tubuh impian Ken malah membuang nya dan mengganti nya dengan tubuh yang sudah sering dia nikmati. Bodooh nya sampai ke tulang. 


Malam hari pukul 7 malam, Renata sudah selesai dengan pekerjaan nya, dia pulang dengan menggunakan ojek online. 


Setelah membayar, dia membuka pagar rumah kontrakan nya, dia terhenyak saat melihat seseorang tengah duduk di teras dengan membelakangi nya, dia takut itu Dimas. 


"Permisi, siapa ya?" 


"Sudah pulang? Lama amat, gue nunggu Lo disini berjam-jam." 


"Astaga, Reza kampret!" Renata memekik, ternyata dia adalah Reza. 


"Hehe, dari mana cantik?" 


"Kerja dong, hidup itu butuh duit." Jawab Renata sambil membuka sepatu nya. 


"Ngapain disini? Numpang ngopi atau numpang makan?" Tanya Renata, membuat Reza cengengesan. 

__ADS_1


"Kangen sama kamu, itu aja." Jawab Reza. 


"Dih tadi ngomong nya Lo gue, sekarang jadi aku kamu." 


"Gapapa dong, kamu kerja di mana?" Tanya Reza sambil ngintil masuk ke dalam rumah. 


"Di cafe punya papa nya Mira, Za. Biasalah jadi waiters." Jawab Renata dari dapur. Dia sedang membuatkan secangkir kopi hitam untuk Reza. 


"Nikah yuk?" 


"Apaan? Kayak mercon Lu, Za." 


"Maksudnya?" Tanya Reza keheranan. 


"Sama-sama ngagetin, masa ngajak nikah kek ngajakin jajan cilok sih, tiba-tiba." 


"Gue serius, Renata." 


"Kamu tahu sendiri keadaan aku, Za. Aku belum resmi cerai sama Dimas, jika pun aku sudah menerima akta cerai nya, masih ada masa Iddah." Jelas Renata.


"Masa Iddah itu apa? Terus berapa lama?" 


"Kamu tanyain aja sama Mommy kamu, paling 3 bulanan." Jawab Renata. 


"3 bulan? Lama amat." Keluh Reza. Tiba-tiba saja suasana menjadi hening, kedua nya kompak diam-diaman.


"Re.." 


"Kenapa?" Tanya Renata, dia meletakkan secangkir kopi di depan Reza. 


"Emang nya kamu nanya apaan?"


"Nikah yuk?" Tanya Reza lagi. 


"Za, kenapa sih kamu nanya gini sama aku?" 


"Seenggaknya aku butuh jawaban, lagian kalo kita nikah, kamu kan gak usah capek-capek kerja, ada aku yang nafkahin kamu, aku yang bakal kerja buat kamu." Jelas Reza. 


"Kasih aku waktu, Za. Bisa kan kamu nunggu aku sampai proses cerai aku selesai? Setelah itu aku akan pertimbangkan ajakan kamu."


"Yaaahh masih mau di pertimbangkan." Keluh Reza sambil cemberut. 


"Aku gak bisa kasih kamu jawaban sekarang, tapi mungkin aku bisa jawab setelah aku resmi cerai dan masa Iddah ku berakhir, deal?"


"Oke deal." Jawab Reza bersemangat. 


"Aku mau kerja dari perusahaan papi, jadi karyawan biasa dulu aja gapapa, yang penting halal dan bisa menghalalkan kamu." 


"Semangat, Eza." Ucap Renata sambil tersenyum manis. 


"Kamu mau bikin aku mati muda, heh?" 


"Lho kenapa emang nya? Jangan mati dulu, tadi ngajakin nikah. Aku gak mau jadi janda kedua kali nya, Reza!" 


"Ya habis nya senyum kamu manis banget, bisa bikin aku diabetes tau gak?" Ucap Reza membuat Renata tergelak. 

__ADS_1


"Ohh gombal ternyata." Kedua nya pun tertawa, tanpa di sadari ada sepasang mata yang mengintip dari luar. 


'Kamu terlihat bahagia sama Reza, Re. Meski sebenarnya aku berat buat pisah, tapi kalau itu mau kamu, yaudah aku pasrah aja.' Batin pria yang tak lain adalah Dimas. 


Tadi dia kebetulan lewat jalan ini, dan berinisiatif untuk mampir, namun dia malah di suguhkan dengan pemandangan yang membuat hatinya sesak. Tunggu, sesak? Ya sesak, entah sesak karena cemburu atau merasa sakit karena semudah itu Renata melupakan kebersamaan mereka. 


Padahal disini, yang melupakan semua nya adalah dirinya. Dia melupakan semua yang pernah Renata lakukan untuknya dan menggantikan nya dengan wanita lain. 


Tak terasa, malam semakin larut. Reza berpamitan untuk pulang. 


"Aku pulang dulu udah malem ya, setelah ini langsung tidur, jangan begadang nonton Drakor."


"Iya, hati-hati di jalan." Reza mengangguk, dia memakai helm nya dan melajukan motor nya menjauhi rumah Renata. 


Renata menutup pintu dan mengunci nya, seperti yang Reza katakan dia langsung tertidur karena besok dia harus bekerja meski weekend. 


Pagi harinya, Renata buru-buru terbangun karena dia mendengar ada yang mengetuk pintu beberapa kali. Dengan wajah bantal dan rambut acak-acakan nya dia berlari membuka pintu. 


"Pagi cantiknya, Mami." 


"Eeh, Mami." Jawab Renata sambil nyengir. 


"Baru bangun?"


"Hehe, iya Mi." Jawab Renata.


"Mami kesini cuma mau ngasih tahu, hari Senin kamu harus ke pengadilan buat ambil akta cerai sama surat menyurat lain." 


"Ohh iya Mi, jadi Rere sama Dimas resmi cerai?" Tanya Renata, wajah nya berubah menjadi sendu. 


"Iya sayang," 


"Jadi Dimas mau tandatangan waktu itu?" Mami Erika mengangguk lalu mengulas senyum tipis. 


"Udah ya, Mami cuma mau ngasih tahu itu aja. Mami harus ke kantor, mami pergi dulu ya sayang." 


"Iya Mi, hati-hati di jalan ya." Mami Erika mengangguk dan pergi dengan mobilnya. 


Ke pengadilan hari Senin? Berarti disana dia akan bertemu Dimas kan? Apa dia sanggup, apa hatinya akan kuat saat melihat pria itu nantinya? 


Entahlah, yang bisa dia lakukan saat ini hanya bersyukur karena pria itu tak mempersulit keadaan. Bukankah perceraian yang dia inginkan? Ya, karena Dimas tak pernah menghargai nya sebagai istri. 


Dia istri sah Dimas, tapi berasa seperti simpanan dan Sila adalah istri sah Dimas. Keadaan nya terbalik, Sila lah yang selalu Dimas prioritaskan dari pada dirinya. 


........


🌷🌷🌷🌷


nyesek gue kalo jadi Lo, Re 😭😭😭


....


mampir juga ke novel punya temen author yaaw☺️


__ADS_1


Nothing Is Perfect, karya Mr. A🌻


__ADS_2