Istri Rasa Simpanan

Istri Rasa Simpanan
Bab 75 IRS


__ADS_3

"Sok cantik banget tuh istri kamu.." Ketus Sila sambil cemberut, dia berharap Dimas akan membela nya. Namun Dimas malah melirik istri baru nya itu dengan sinis. 


"Sok cantik? Ya emang dia cantik, takut kalah saing? Bilang sayang." Celetuk nya datar sambil tersenyum sinis. 


"Isshh nyebelin!" 


"Bodo amat." Sahut Dimas acuh, dia kembali berdiri menyambut tamu yang datang tanpa menghiraukan raut wajah penuh kekesalan yang kentara di wajah istri keduanya. 


Dimas mulai mencium gelagat aneh dari Sila dan sialnya dia baru menyadari nya setelah menikahi perempuan itu hari ini. 


Dari mana dia punya uang sebanyak ini untuk menyewa gedung, wedding organizer, catering? Padahal setahu nya Sila hanya karyawan biasa di kantor, gaji nya takkan lebih besar dari gaji staf biasa. 


Sedangkan di jalan, Reza membelokan mobil nya ke arah rumah nya, bukan apa-apa tapi Mommy nya mewanti-wanti agar Reza membawa Renata ke rumah jika acara sudah selesai.


"Loh, ini kan bukan jalan ke kontrakan aku, Za?" Tanya Renata heran.


"Emang bukan, Mommy pengen ketemu calon menantu nya." Jawab Reza santai. 


"Eza, kok gak bilang dulu sih." 


"Kalo aku bilang dari awal, kamu pasti gak bakalan setuju." 


"Aisshh, Reza nyebelin."


"Kok nyebelin sih, aku cuma ngajakin kamu mampir sebentar. Mommy pengen ketemu kamu, masa kamu tega sih gak mau ketemu Mommy?" Tanya Reza membuat Renata diam.


"Yaudah iya iya," 


"Nah gitu, nurut sama calon suami itu gak bakal dosa." Cetus Dimas membuat Renata mendelik. 


"Calon suami apaan? Emang bisa ya cewek punya suami lebih dari satu? Bukan nya gak boleh," 


"Ya kan kita nikah nya nanti setelah kamu nya cerai sama Dimas, baru nanti nikah sama aku. Kalo gitu kan bisa." Jawab Reza enteng dan sukses mendapat hadiah geplakan manja dari Renata.


"Enteng banget ngomong nya, kek gak ada beban." 


"Beban apaan? Aku cuma punya beban hidup doang, itu juga gak aku pikul aku simpen di bawah bantal." Jawaban Reza membuat Renata memilih diam, pria itu sedang dalam mode nyebelin gak kira-kira. 


Singkatnya, mobil yang di kendarai Reza berhenti di parkiran mansion. Reza membukakan pintu mobil untuk Renata, dia mengulurkan tangan nya, dan karena Renata cukup kesulitan karena gaun yang dia pakai, jadi dia memilih menerima uluran tangan Reza. 


Pria itu menggenggam nya namun Renata meringis, membuat Reza langsung menoleh. 


"Kamu kenapa? Ada yang sakit?" Tanya nya dengan panik. 


"Kaki aku keknya lecet deh, kelamaan pake heels. Maklum aja, aku gak pernah pake kek ginian." Jawab Renata. 


Reza berjongkok di depan Renata, tanpa ragu dia mengangkat sebelah kaki Renata dan menumpukan nya di lutut nya. 


"Reza, gak usah kek gini gak sopan." 


"Diem aja napa sih? Bawel amat." 


Perlahan Reza membuka heels yang sedari tadi di pakai Renata, benar saja terlihat lecet, kulitnya sedikit mengelupas dan mengeluarkan darah, pasti sangat perih. 

__ADS_1


"Harusnya kalo sakit kamu gak usah memaksakan diri memakai heels katak gini, kamu pake sepatu aja." 


"Kan gak cocok kalo pake gaun tapi bawahnya pake sepatu, Eza." Rengek Renata membuat Reza terkekeh. 


"Kamu terlalu peduli dengan pendapat orang lain dan menyampingkan faktor kenyamanan kamu sendiri." 


"Kulit nya sampe ngelupas gini ya ampun, pasti perih ya?" Tanya Reza, Renata mengangguk pelan. 


Reza membuka sebelah lagi heels yang di pakai Renata, lalu melempar nya asal membuat Renata mendelik.


"Eza, itu mahal lho." 


"Aku ganti nanti, kalo perlu aku beli sama toko nya sekalian." Jawab Reza, tanpa aba-aba dia menggendong Renata ala bridal style membuat wanita itu meronta. 


"Reza, turunin aku!"


"Bisa diam? Atau kamu mau aku lempar ke ranjang, hmm? Tinggal pilih." Ancam Reza, membuat wanita itu diam seketika. 


"Good girl." Puji Reza sambil tersenyum lalu melanjutkan langkah nya ke dalam mansion dengan Renata yang masih berada di pangkuan nya.


Sampai di ruang tamu, Mariska dan Argan kompak mengernyitkan dahi mereka keheranan dengan Reza yang datang sambil menggendong seorang gadis. 


"Eza, itu Rere kenapa? Sakit?" Tanya Mariska, dia langsung bangkit dari duduknya dan mendekati sang putra. Sedangkan Renata menyembunyikan wajah nya di dada bidang Reza saking malu nya. 


'Aaaa parfum nya wangi banget, bikin jantung ku berdebar!' Rutuk Renata dalam hati. 


"Kaki Rere lecet, Mom. Gara-gara pake heels tadi, gaya-gayaan sih pake sendal hak tinggi padahal biasa nya juga pake sepatu." Jawab Reza membuat Mariska menghela nafas. 


"Mommy.." panggil Renata sambil berusaha turun dari pangkuan Reza. 


"Gapapa, kamu di pangku Eza aja. Kaki nya pasti sakit kan?"


"Agak sakit sih Mom, tapi masih bisa kalo di pake jalan." Jawab Renata lirih, membuat Mariska terkekeh. 


"Turunin Za, kasian Renata nya malu di liatin calon mertua nya." Ucap Argan, membuat Reza langsung menurunkan Renata. Perempuan cantik itu menunduk karena malu. 


"Kok nunduk, kamu kenapa?"


"Malu, Za. Wajah aku pasti merah dan ini semua gara-gara kamu." Bisik Renata sambil mencubit pinggang Reza. 


"Aaaaa Rere sakit, ihhh main cubit aja." Ringis Reza membuat Argan dan Mariska terkekeh melihat kelakuan pasangan ini. Mereka terlalu menggemaskan. 


"Ayo duduk sama Mommy." Ajak Mariska sambil menarik lembut tangan Renata. Reza juga bersiap mengikuti langkah ibunya, namun suara wanita paruh baya itu menghentikan niatnya.


"Mandi dulu, ganti baju sana. Kebiasaan kalo habis dari luar gak langsung bersih-bersih." 


"Iya iya Mommy ku yang cantik, Eza mandi dulu biar makin glowing, shimmering, splendid." Jawab Reza, dia pergi ke kamar nya dengan meniti satu persatu anak tangga yang menghubungkan ruang utama dengan lantai dua, tempat kamar Reza berada.


"Kamu baik-baik saja, Nak?" Tanya Mariska, sedangkan Argan hanya menyimak. 


Mariska tahu habis dari mana Renata pergi dari putra nya, awalnya dia marah dan menggerutu. Namun apa yang di katakan Reza membuat dia setuju dan mengizinkan Renata pergi ke pernikahan Dimas, suami nya sendiri.


"Baik Mom, cuma masih agak ngilu aja kalo jalan cepet." Jawab Renata sambil tersenyum. 

__ADS_1


"Hati kamu?" Tanya Mariska lagi, membuat senyuman Renata redup seketika. 


"Sedikit nyeri, Mom. Tapi gapapa, Renata udah ikhlas. Dimas bukan jodoh Rere, Allah ngasih Renata kesempatan buat hidup sama dia selama satu tahun, dan sekarang waktunya sudah selesai." 


"Kamu yang sabar ya, Nak. Dimas bukan yang terbaik buat kamu, percayalah jika sudah jodoh, sekuat apapun kita berusaha menolak tetap saja pada akhirnya kalian akan menyatu." Ucap Mariska. 


'Mommy sangat berharap kalau kamu dan Reza berjodoh, Nak. Tak ada hal lain lagi yang Mommy harapkan, selain kebahagiaan kalian berdua.' batin Mariska. 


"Haha, iya Mom. Jodoh Renata sudah di pilih oleh author, dia pasti memilihkan pria yang terbaik buat Rere." Jawab Renata sambil terkekeh. Begitu juga author nya yang tergelak karena di singgung oleh Renata. 


"Kamu sudah makan? Jangan makan hati terus, kita makan ya?" Ajak Mariska. 


"Gak usah Mom, Rere mau pulang aja. Pengen mandi terus ganti baju," 


"Kenapa gak mandi disini aja, Nak? Kamu bisa pinjam pakaian milik Karina." 


"Karina?" Tanya Renata. 


"Iya Karina, dia mbak nya Reza. Anak pertama kami, sekarang dia tinggal di Aussie bersama suami nya." 


"Reza punya kakak? Kok Rere gak tahu ya?" 


"Itu karena dia sudah lama gak pulang kesini, lagipula Reza selalu kesal kalau bertemu dengan kakak nya, karena kepribadian mereka yang sangat bertolak belakang."


"Karina itu pendiam, kalem dan tak suka cari masalah, beda sama Reza. Ya kamu tahu sendiri anak nya kek gimana, bandel nya minta ampun. Cuman ya setelah ada kamu, dia berubah jadi anak baik." Jelas Mariska, dia berjalan dan menarik lembut tangan Renata. 


Mariska membuka lemari berisi pakaian milik Karina, dan pilihan nya jatuh ke salah satu dress berwarna navy. 


"Pakai ini ya, pasti akan sangat cocok. Proporsi tubuh kalian gak jauh beda, pasti ini sangat cocok sama kamu, Sayang."


"I-ini terlalu bagus buat Rere, Mom." Tolak Renata. 


"Sudah, pakai saja." 


"Nanti Kak Karin marah gimana?" Tanya Renata. 


"Sudahlah, biar Mommy yang mengganti nya. Ayo mandi dan pakai dress nya, setelah itu kita makan malam bersama." Pinta Mariska, dia pun meninggalkan kamar itu dan membiarkan Renata membersihkan dirinya lebih dulu. 


Mariska menutup pintu dengan perlahan, dia melihat putra tampan nya itu tengah menuruni tangga dengan rambut kelimis nya, tentu dengan wajah yang lebih berbinar. 


"Mana ayang aku Mom?" Tanya Reza, saat dia tidak melihat keberadaan Renata. 


"Lagi mandi di kamar Mbak mu," jawab Mariska.


Reza hanya membulatkan mulutnya, dia pun memilih duduk di samping Papi nya dan mencomot sebuah kue coklat dan memakan nya.


......


🌷🌷🌷🌷🌷


jangan lupa mampir ke karya temen author juga yaww☺️🌻


__ADS_1


Asmara Turun Ranjang karya kak LichaLika🥰🥰🌻


__ADS_2